
Pagi itu Kiran berangkat ke kampus dianter Pak sopir karena pagi-pagi sekali Adit sudah berangkat untuk meeting.
"Met kamu ada tau tempat bagus buat kasih suprise ultah g? " tanya Kiran pada Meta di sela-sela makan siang di kantin kampusnya.
"Siapa yang mau ultah Ran? "
"Suami aku"
"Emmmm.. gimana kalau surprise honeymoon di sebuah pulau gitu? " usul Meta.
"Boleh, kamu yang atur ya.. aku Terima jadi" pinta Kiran.
"Buat kapan sih" tanya Meta sambil menyuapkan makanannya.
"Buat hari minggu, bisa gak Met" jawab Kiran nyengir.
"Gila lo dadakan amat sih, kurang 3 hari lagi dong.. coba nanti gue cek dulu pulaunya dipakek atau gak di hari itu" beo Meta
"Makasih.. lo bener-bener sahabat terbaik gue" rayu Kiran sambil mencium pipi Meta.
"Jijik gue Ran " geli Meta sambil mengusap pipinya dan mereka tertawa bersama.
Sore hari saat Kiran bersiap pulang tiba-tiba terdengar seruan.
"Kiran.." panggil Pak Dimas menghampiri
__ADS_1
"Iya Pak, bisa saya bantu? "
"Begini Kiran Bapak ingin kamu mengkordinir temen-temen kamu untuk acara bakti sosial hari minggu besok.. apa bisa? "
"Kalau hari minggu besok saya ada acara pak"
"Oh begitu, yaudah kamu infokan aja ke teman-teman kamu barangkali ada yang bisa ya" pinta Pak Dimas.
"Siap Pak" jawab Kiran, ia tidak menyadari ada sepasang mata menatap dari kejauhan dengan penuh amarah.Saat sedang berbincang tiba-tiba
ponselnya berdering dan terpampang nama surgaku di sana.
"Permisi Pak saya mau mengangkat telpon dulu" pamit Kiran sambil menunduk.
Hallo sayang.. " jawab Kiran mengangkat telponnya.
"Oh ya.. dimana? " Kiran clingak clinguk lalu menemukan mobil suaminya di sebrang jalan dan ia berjalan mendekatinya.
" Udah lama nunggunya, kok gak telpon dulu.. untung aku tadi gak bareng Meta. " ucap Kiran masuk ke dalam mobil suaminya. Tanpa menjawab Adit langsung melajukan mobilnya.
"Kok auranya jadi gak enak gini, dia kenapa? " batin Kiran.
"Sayang.. kamu gak apa-apa kan? " tanya Kiran dengan takut tapi Adit masih fokus menatap ke depan dengan sorot mata tajamnya.
"Ya ampun ngeri banget suami gue kalau lagi marah" batinnya lagi tanpa berani mengeluarkan kata-kata lagi sampai tiba dirumah Adit menghentikan mobilnya dan beranjak ke Membuka mobil masih dengan wajah dinginnya, Kiran ikut keluar untuk mengejar suaminya.
__ADS_1
"Sayang kamu kenapa sih, aku ada salah ya? " rengek Kiran.
"Sayang jangan gini dong aku jadi bingung ini, salahku dimana tolong jelasin jangan diem aja kayak gini" keluh Kiran.
Adit tidak menghiraukan istrinya dan masuk ke dalam kamar mandi dengan membanting pintu.
"Brakk..
" Dia kenapa sih? "bingung Kiran.
Di dalam kamar mandi Adit ngomel-ngomel di depan kaca.
" Enak aja dia bilang sayang aku salah apa, jelasin dong" ucap Adit menirukan ucapan Kiran.
"Dasar wanita tidak peka" kesel Adit
"Sudah kubilang aku tidak suka dia berduaan dengan kaki2 lain masih aja begitu" sungut Adit sambil berendam dan tiba ada yang memeluknya dari belakang.
"Jadi ada yang cemburu nih sedari tadi? " goda Kiran sambil merekatkan pelukannya ke punggung Adit.
"Maafkan aku yang tidak peka ini.. i love you more" bisiknya di telinga Adit membuat si empunya menegang.Adit yang mendapat serangan tiba-tiba itu masih enggan berkata-kata.
Kiran yang merasa tidak ada pergerakan dari suaminya akhirnya mengambil jalan pintas.
"Ok fine.. terpaksa mengambil cara ekstrem buat nakhlukin hati kamu"batin Kiran, ia pun mulai melepaskan pakaiannya dan masuk kedalam bath up. Kiran duduk dipangkuan Adit dan mengecup pipinya.
__ADS_1
" Apa kau masih belum memaafkanku? "tanya Kiran lagi. Adit yang merasakan pergerakan dibawah sana sudah mulai goyah.
" Sayang.. "