
"Kenangan apa? " selidik Kiran pura-pura.
Tanpa kata Adit mendekatkan dirinya membuat Kiran sedikit mundur kebelakang telentang tanpa jarak, Adit mengunci tubuh istrinya dengan kedua tangannya sebagai penyangga.
"Tunggu.. " Kiran memekik membuat wajah Adit yang dipenuhi kabut gairah kembali tertahan saat Istrinya menjauhkan dadanya.
"Kenapa lagi.. jangan bilang kamu sedang tidak ingin.. " ucap Adit kecewa.
"Aku hanya sedikit takut, akan sedikit susah dengan kondisi aku yang sekarang" Keluh Kiran meminta saran.
"Bagaimana kalau kamu aja yang mendominasi.. senyamannya kamu aja, yang penting malam ini aku dapat kenangan manis buat moodbooster aku besok saat kerja" lirih Adit memberi penawaran membuat Kiran tersenyum devil.
"Kok senyumnya gitu.. jangan bilang kamu punya rencana nakal ya.. " tebak Adit bergeser tiduran disamping istrinya. Kiran tidak menjawab hanya menatap suaminya dengan senyum manisnya.
"Ih malah senyum-senyum lagi.. kalau g nyaman gak apa-apa deh,aku mengerti kok..kita bobok aja kalau gitu" ucap Adit mengecup bibir istrinya singkat lalu memunggungi istrinya. Kiran tau saat ini suaminya dalam mode ngambek dan ia harus pinter-pinter merayunya, Kiran bergeser memeluk suaminya dari belakang memberi kecupan kecil di tengkuknya membuat tubuh Adit berdesir. selama hamil ini kali pertama istrinya itu lebih mendominasi permainan ranjangnya.
__ADS_1
"Sayang.. jangan ngambek dong" rayu Kiran.
"Gak ada ngambek, aku cukup mengerti keadaan kamu sayang.. " jawab Adit dengan membelai wajah istrinya membuat Kiran jadi merasa bersalah. Kiran menangkup tangan suaminya dan mengecupnya penuh takzim.
"Maafkan aku.. ijinkan aku melayanimu dengan caraku malam ini" ucap Kiran menggoda suaminya dengan meraba dadanya lembut.
"Tidak usah memaksakan dirimu sayang.. jaga dirimu dan anak kita saja selama aku pergi sudah cukup bagiku" ucap Adit lembut membuat Kiran semakin berkaca-kaca, ia mulai menyapa indra pengucap suaminya dengan lembut, perlahan membuka kancing satu persatu lalu menanggalkan bajunya, malam itu Kiran lebih mendominasi kegiatan malam mereka karena keterbatasan. Dalam kabut gairah yang memuncak Adit kembali meyakinkan istrinya lagi.
"Apa sungguh tidak apa-apa" tanya Adit dengan suara beratnya dan anggukan dari Kiran membuatnya lega dan menikmati setiap sentuhan dengan tenang tanpa rasa khawatir. Malam itu Kiran benar-benar memberikan sensasi yang berbeda dari biasanya hingga Adit merasa puas dengan perlakuan istrinya.
"Iya.. aku baik" jawab Kiran singkat mendekatkan tubuhnya ke pelukan suaminya dan mulai memejamkan matanya.
"Istirahatlah" bisik Adit mengecup kening istrinya dan ikut memejamkan matanya.Malam itu mereka tertidur dengan damai saling menghangatkan. Hingga alarm berbunyi Membuat Adit mengerjapkan matanya, dilihat jam menunjukkan angkat 04.30 membuatnya beranjak ke kamar mandi karena hari ini dia akan ke Surabaya. 15 menit kemudian ia keluar dan mendapati istrinya sudah duduk bersandar di ranjang.
"Sayang.. kau sudah bangun? " tanya Adit mendekati istrinya, Kiran mengangguk.
__ADS_1
"Aku sudah menyiapkan semua keperluanmu dan baju gantimu" jelas Kiran.
"Terima kasih ya.. kamu yang terbaik" Adit mengecup pipinya singkat.
"Berjanjilah saat kita jauh kau akan menjaga hati mu hanya untukku"mohon Kiran tak rela.
" Iya sayang.. apa kau mulai meragukanku? " tanya Adit menelisik.
"Pasti lah, orang mantan kamu banyak dan sepertinya mereka teropsesi dengan kamu" kesal Kiran.
"Tenang sayang.. cintaku hanya untukmu seorang"
"Sudah seharusnya begitu" Kiran semakin ngambek.
"Baiklah.. aku akan sering mengabarimu, jaga dirimu baik-baik ya! "pesan Adit.
__ADS_1
"Jangan khawatir sayang.. "