
"Dimana aku.. "Lirih Kiran mencoba melihat sekelilingnya dan melihat Roy.
" Roy ada apa denganku.. "
"Nona tadi pingsan" jelas Roy.
"Pingsan, kok bisa" tanya Kiran mengingat-ingat kejadian sebelumnya.
"Roy.. bagaimana dengan suamiku? " Roy tertiam tidak menjawab tapi tiba-tiba terdengar suara dari ambang pintu.
"Aku disini sayang.. " kedatangan Adit sontak membuat Kiran terkejut.
"Sayang.. kau.. " Kiran sudah berkaca-kaca melihat Adit mendekat ke arahnya.
"Iya.. aku disini"Adit mendekat dan memeluk istrinya. Karena terbawa suasana Kiran baru menyadari sesuatu.
" Tunggu.. tadi bukannya..? "Kiran merenggangkan dekapan Suaminya menelisik.
" Kenapa..? " tanya Adit pura-pura tidak tau.
"Aku seperti bermimpi, tapi sungguh terasa nyata.. " Kiran masih mengingat-ingat.
"" mimpi apa sih, udah abaikan saja" Adit mencoba mengalihkan pembicaraan untuk menjaga emosi istrinya agar tetap stabil.. mengingat dia sekarang sedang berbadan dua.
"Sayang aku kabar baik untukmu" Adit menyunggingkan senyumnya sambil memberikan amplop coklat kepada istrinya.
"Ini apa? " tanya Kiran bingung sambil membuka amplop tersebut, begitu terbuka Kiran sunggu sangat terharu.
"Apa ini benar.. aku hamil sayang.. " Kiran sampai memekik saking antusiasnya.
"Iya.. seperti yang kau baca" Adit mengelus puncak kepala Kiran setelah itu mendekap nya erat.
__ADS_1
"Terima kasih sayang telah memberiku hadiah yang sangat indah" bisik Adit ditelinga istrinya.
"Aku tidak menyangka akan secepat ini bayi hadir di tengah-tengah keluarga kita" haru Kiran.
"Kita akan memulai hidup dengan keluarga kecil kita setelah ini, aku sangat bahagia" sendu Adit membuat Kiran mengangguk.
****
Beberapa bulan berlalu kini kehamilan Kiran sudah menginjak bulan ke tujuh, tidak ada halangan berarti dalam proses itu selain sifat Kiran yang semakin manja pada suaminya. Pagi itu seperti biasanya Kiran sedang menyiapkan sarapan suaminya di meja makan saat tiba-tiba suaminya datang kepadanya.
"Sayang.. tolong pakaikan" pinta Adit menyodorkan dasi pada istrinya.
"Kemarilah,kau ini selalu saja manja.. ingat ya calon ayah, setelah ini akan ada seseorang yang perlu aku urus lagi selain dirimu" goda Kiran.
"Dan kau juga harus pintar membagi waktumu.. kalau tidak akan benar-benar cemburu" ucap Adit mengecup pipi istrinya dan setelah itu menunduk mencium perutnya yang semakin membuncit setelah itu duduk untuk menikmati sarapannya.
"Sayang bagaiman hasil chek up kemarin? maaf ya tidak bisa menemanimu" ucap Adit merasa bersalah.
"Oh ya sayang besok aku akan pergi ke Surabaya" Adit meminta ijin kepada istrinya.
"Kok mendadak sekali, berapa lama disana? "
"Kurang lebih aku disana lima hari, tidak apa-apa kan aku tinggal, atau kau mau ikut saja" Adit memberi penawaran.
"Tidak, aku dirumah saja, aku sudah tidak mungkin ikut kesana dengan keadaanku seperti ini" keluh Kiran.
"Baiklah..Kabari aku kalau ada apa-apa ya, aku berangkat dulu" pamit Adit mengecup kening istrinya.
****
Seharian itu di kantor Adit sangat sibuk sehingga tidak sempat menghubungi istrinya hingga sore tiba.
__ADS_1
"Roy.. keruangan ku" panggil Adit melalui ponselnya dan beberapa menit kemudian.
tok
tok
"Ala ada masalah Bos? Roy mendekati meja Adit.
" Iya.. jadi bagaimana, apa besok kau bisa ikut denganku ke Surabaya? "
"Maaf Bos, besok Bos besar menyuruhku mewakilinya untuk menghadiri pertemuan dengan koleganya dari Jepang" Jawab Roy.
"Baiklah.. aku akan pergi sendiri saja, tolong kau siapkan saja tiket dan hotel untuk disana' pinta Adit.
" Siap Bos.. saya permisi" pamit Roy.
Karena jam sudah sore maka Adit beranjak pulang, sebenarnya ia berencana mengajak istrinya keluar makan ini tapi mengingat kehamilan istrinya sudah semakin besar maka ia putuskan untuk menghabiskan waktu dirumah saja malam ini.
"Sayang kau sudah pulang" sapa Kiran saat suaminya sudah memasuki kamarnya.
"Apa yang kau lakukan? " tanya Adit melihat istrinya yang sedang sibuk melipat pakaiannya.
"Aku hanya sedang menyiapkan pakaian suamiku yang akan pergi meninggalkanku" sendu Kiran.
"Sayang.. jangan sedih begitu dong.. hanya beberapa hari saja" Adit mengecup singkat pipi istrinya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah 15 menit Adit keluar dengan telanjang dada dan mendekati istrinya yang sedang memainkan ponselnya diatas ranjang.
"Apa yang kau lakukan, pakai pakaianmu"pinta Kiran tapi Adit masih tidak beranjak dan menatap intens wajah istrinya.
" Kenapa tatapanmu begitu.. membuatku takut saja"
"Apa kau tidak ingin memberikan kenanangan manis sebelum aku berangkat besok.. " Adit menyeringai.
__ADS_1