Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 45.NGAMBEK


__ADS_3

Sampai di resto Tara menarik kursi untuk Kiran.


"Makasih.. " ucap Kiran.


"Jangan sungkan" jawab Tara tersenyum ramah.


"Ngomong2 bagaimana kamu bisa mengajar disini" kepo Kiran.


"Aku dipindahkan kesini menggantikan Om ku yang telah pensiun" jelas Tara.


"Oh gitu" Kiran mengangguk2 kan kepalanya.Mereka terus mengobrol melepas kangen karena sudah lama tidak berjumpa. Tara adalah kakak kelas Kiran sewaktu masih SMP, Tara adalah idola disekolah pada masanya, tapi Kiran masih belum begitu mengerti waktu itu.


***


Dibelahan bumi yang lain seorang laki2 yang menerima notifikasi dari anak buahnya berupa vidio bertambah kesal.


"Siapa sebenarnya laki2 itu? " umpat Adit kesal sambil membanting ponselnya.


"Awas saja kalau kau berani main2 denganku" kesalnya.


"Roy... " teriak Adit


Roy bergegas masuk ke kamar Bos nya.


"Siap Bos, apa ada masalah? "


"Kita pulang sekarang juga! "


"Apa..kenapa tiba2 begini.. ada masalah apa? " tanya Roy. tapi Adit tidak menjawab pertanyaannya dan masuk ke kamar mandi.siang itu juga mereka kembali ke kota nya tanpa memberikan kabar pada istrinya,di perjalanan Adit benar2 uring2 an sampai Roy memegang pelipisnya yang sebenarnya tidak sakit.


"Ada apa sebenarnya denganmu? " jangan bilang kau sedang cemburu lagi"serius Roy.


"Kau lihat saja ini" jawab Adit sambil memberikan ponselnya. Mata Roy membola melihat vidio di ponsel Bosnya, "Nona apa yang sebenarnya anda lakukan, apa anda tidak tau bagaimana suami anda ini jika sedang marah" batin Adit

__ADS_1


"Bagaimana menurutmu Roy, apa aku salah disini? " geramnya


"Roy menggeleng" maaf Bos sepertinya ini masalah rumah tangga, saya tidak mau ikut campur"seloroh Roy.


Adit menghubungi anak buahnya, "Bram dimana kamu sekarang? " tanya Adit melalui panggilan tlp nya.


"Baiklah, tunggu aku disitu! " Adit menutup tlp nya.


"Bos tolong jangan gegabah, dengarkan penjelasan nona dulu, " mohon Roy.


"Sebaiknya kau tidak usah ikut campur Roy" tegasnya.


"Maaf Bos, saya cuma tidak ingin anda menyesal"


Adit nampak berfikir.


****


"Selain kuliah kegiatan kamu apa Ran? "tanya Tara membuka obrolan saat sedang mengantri tiket.


" Dirumah aja"jawab Kiran.


"Oh ya..apa tidak ada yang marah kamu jalan denganku seharian begini? " tanya Tara lagi.


"Gak lah, kita kan gak ngapa2 in" senyum Kiran.


"Manis sekali" lirih Tara."Sudah .. yuk kita masuk "ajak Tara.


Setalah 3 jam perjalanan Adit telah sampai di lobby sebuah pusat perbelanjaan, Ia pun menghubungi anak buahnya.


" Bram.. Kau dimana? "


"Baiklah, aku akan segera kesana" Adit menutup ponselnya.

__ADS_1


"Ayo Roy"ajak Adit sambil memasuki mall tersebut. Setelah masuk Adit menemui anak buahnya.


" Dimana dia? "


"Nona masih di dalam bioskop Bos, mungkin setengah jam lagi mereka keluar"


"Baiklah, kita tunggu disini saja" ucap Adit dengan wajah dinginnya.


"Ya ampun Nona semoga anda tidak membuat kesalahan saat keluar nanti, Bos tidak akan bisa berfikir jernih dalam situasi seperti ini, " harap Roy


Setengah jam berlalu akhirnya yang ditunggu2 keluar juga, Kiran berjalan bersama dengan Tara sambil bercanda ria. Ia tidak menyadari kalau ada seseorang yang sedang menunggunya. Adit melihat dengan sorot mata tajamnya dan mendekati mereka berdua dan .. Bukk.. Adit memukul Tara dengan keras sampai bibirnya berdarah.


"Sayang.." ucap Kiran kaget sambil menutup mulutnya.


"Dengar, jangan sekali2 kamu dekati istriku lagi, " ancam Adit sambil mengacungkan jari telunjuk nya ke Tara yang masih bingung dengan situasi yang terjadi.


"Dan kau.. ikut aku" Adit menarik tangan Kiran dan keluar dari mall tersebut. "Roy kau pulang bersama Bram"


"Siap bos"jawab Roy sambil bicara pada dirinya sendiri, " semoga anda bisa meluluhkan singa yang sedang ngamuk ini nona.


Adit menarik tangan Kiran sampai masuk ke dalam mobil dan melakukannya dengan kencang. Kiran yang masih syok melihat Adit seperti itu jadi semakin takut. "Ya ampun.. serem sekali dia kalau sedang mode marah begini, " bisiknya dalam hati sambil melirik kearah Adit. Ia berusaha membuka pembicaraan.


"Sayang.. kamu salah faham, tolong dengarkan penjelasanku" ucap Kiran takut2.


"Diam.. " jawab Adit tanpa menoleh.Kiran terlonjak mendapat bentakan tak terduga itu. Ia memegang pelipisnya. "Baiklah, aku pasrah saja lah apa yang akan terjadi, sepertinya ini benar2 tidak bisa dinegoisasi lagi" dengus Kiran dalam hati.Adit melajukan mobilnya dalam diam sampai tiba di rumah mereka.Adit membuka pintu mobil dan menutupnya dengan kasar setelah itu menarik tangan Kiran dan masuk ke dalam rumah.


"" Pelan pelan dong sayang.. ini sakit"rengek Kiran, tapi Adit tidak memperdulikan ucapan Kiran, Ia terus menarik tangan istrinya sampai masuk ke dalam kamar dan melempar tubuh istrinya itu keranjang. Adit menatap penuh amarah dan beranjak menuju balkon sambil memukul keras pintu balkon, Ia diam disana untuk beberapa saat.Kiran menatap suaminya penuh rasa bersalah, matanya mulai berkaca2 dan berhambur memeluk suaminya itu dari belakang.


"Sayang.. maafkan kan aku.. " ucap Kiran sambil membenamkan wajahnya dipunggung suaminya. "Aku benar2 tidak melakukan apapun.. dia adalah teman lama yang kebetulan juga ngajar dikampusku"lirihnya.


Adit menghela nafasnya berat,"Apa kau begitu senang bertemu dengannya sehingga kau lupa kalau ada hati yang harus kau jaga"ucap Adit menekan kata2 nya.


"Tidak.. tolong maafkan aku, kalau kau tidak menyukainya aku berjanji tidak akan menemuinya lagi, aku janji" mohon Kiran.

__ADS_1


__ADS_2