Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 43.KANGEN


__ADS_3

Malam itu adalah hari dimana pertama kalinya Kiran merasa sepi dalam hidupnya.


"Ya ampun baru aja beberapa jam yang lalu dia pergi tapi aku udah kangen aja, " keluh nya.Kiran berusaha memejamkan matanya.


Keesokan paginya Kiran terbangun tanpa semangat, ia mengecek benda pipihnya mengharap ada notifikasi dari orang yang dia rindukan.


"huh.. begini ya rasanya ditinggal orang yang kita sayang, sedang apa ya dia sekarang? " tanya Kiran dalam hati.


*****


Diluar kota Adit sangat sibuk sampai2 ia lupa memberikan kabar pada istrinya itu.Ia baru bisa beristirahat saat subuh sehingga pagi itu terlambat bangun.


Matahari sudah terik saat Adit mulai mengerjapkan matanya, ia meraba tempat disebelahnya lalu membuka matanya, "Ya ampun aku lupa kalau sekarang sedang diluar kota, aku merasa masih ada Kiran disampingku," Adit terduduk dan mengusap kepalanya.


"Aku sampai lupa memberinya kabar, " lirih Adit


Ia mengambil benda pipihnya dan mulai menghubungi istrinya, "tlp yang anda tuju tidak dapat menerima panggilan ini, "berkali2 menelpon tetapi istrinya itu tidak menerima panggilannya.


" Mungkin dia sedang kuliah"batinnya.


Adit melempar ponselnya dan beranjak membersihkan tubuhnya, hari ini dia akan sangat sibuk karena akan ada meeting dengan anak cabang perusahaannya.


Pagi itu Kiran sengaja mematikan ponselnya karena dia sedang ada seminar di kampusnya, Ia baru membuka ponselnya saat istirahat siang. Kiran melihat ada banyak sekali panggilan dari suaminya.Ia mendengus "Maafkan aku, nanti aku akan menghubungimu sesampainya dirumah, aku yakin saat ini kamu sedang sibuk, " Kiran mengirimkan pesan itu untuk suaminya diakhiri tanda hati ❤.

__ADS_1


Hari itu mereka lalui dengan kesibukan masing2 sampai malam menjelang. Setelah bebersih Kiran menyempatkan diri menghubungi suaminya tapi Adit mengangkat tlp nya dengan cemberut.


"Kok mukanya gitu, gak seneng ya ditelpon istri" ucap Kiran.


"Tau ah.. dari pagi susah banget dihubungin, " kesel Adit.


"Ya maaf tadi aku ada seminar dikampus, kan udah aku balas tadi chatt nya.. mau aku tlp balik takut kamunya repot tadi" terang Kiran.


"Alasan aja kamu, kayaknya kamu enjoy2 aja ditinggal pergi sama suami"


"Gak .. aku kangen ini..senyum dikit dong sayang!" senyum Kiran menatap suaminya


Adit mendongak"apa tadi kata kamu?"ulang dong seneng deh aku dengernya"senyum Adit mulai terbit.


"Kata yang mana sih.. " Kiran mencoba mengelak.


"Iya sayang... maaf ya.., kapan balik? "


"Masih sehari udah ditanya kapan balik gimana sih, udah kangen ya.. " ejek Adit


"Emang salah ya.. kangen sama suami"


"gak salah kok, gimana kabar kamu sayang?"

__ADS_1


jangan lupa makan ya, jaga kesehatan kamu"


"Iya, kamu juga jangan capek2 ya.. semangat kerjanya dan awas jangan macem2! "


"Macem2 apa nih contohnya? " ledek Adit


"Tau ah.. udah ya selamat malam dan mimpi indah" tutup Kiran.


"Iya sayang, do'ain kerjaanku cepet selesai dan pulang"


iya sayang, bye"Kiran menutup ponselnya dan mencoba memejamkan matanya. begitupun Adit juga sebenernya sangat merindukan istrinya itu. "selamat malam sayang, aku merindukanmu" dengusnya pelan. malam itu mereka tertidur sedari tersenyum setelah saling memberi kabar.


Keesokan paginya Kiran bangun kesiangan karena saking nyenyaknya tidur, Ia terburu2 berangkat ke kampus sampai tidak sempat buat sarapan. Sampai dikampus Ia bertemu dengan Meta.


"Hai penganten baru tumben lo telat,begadang semalaman ya" cibir Meta


"" Apaan sih lo, orang suami gue lagi dines keluar kota"santai Kiran


"Apa pengantin baru udah di tinggal aja" ucap Meta sambil menahan tawanya.


"Udah deh.. ayo masuk, ngeledek melulu deh" Kiran menyeret lengan Meta sampai ke bangku mereka.


"Ran nanti nge mall yuk, dah lama lo kita gak keluar bareng" ajak Meta.

__ADS_1


"Entar gue kabarin ya," jawab Kiran.


Hari ini adalah hari ke 3 semenjak Adit keluar kota, tanpa sepengetahuan Kiran ia menyuruh beberapa orang untuk menjaga istrinya itu di manapun ia berada, sama seperti saat ini, ketika Kiran sedang jalan2 bersama Meta para pengawal utusan Adit pun tanpa jeda rajin mengirimkan kegiatan istrinya.


__ADS_2