Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 84.BERTEMU MANTAN


__ADS_3

Tepat pukul 6 pagi Roy sudah datang menjemput Bosnya. pesawat dijadwalkan akan berangkat jam 8 pagi sehingga mereka harus sampai sebelum jam penerbangan tiba.


Kiran mengantarkan suaminya ke depan sambil membawakan jas nya.


"Sayang aku berangkat ya.. " pamit Adit memberikan kecupan singkat di bibir kemudian di perut istrinya.


"Hati-hati di jalan dan maaf aku tidak bisa mengantarmu" sesal Kiran sambil berhambur ke pelukan suaminya.


"Jaga dirimu baik-baik dan sering hubungi aku" pesan Adit. Kiran mengangguk dan setelah itu Adit masuk ke dalam mobilnya.


Saat di dalam mobil, Adit meninggalkan beberapa pesan kepada asistennya itu.


"Roy tolong jaga istriku baik-baik selama kepergianku ya.. " pinta Adit.


"Siap Bos, Alex akan ikut kemanapun Nona pergi"


jawab Roy.


"Bagus.. "


"Yang mestinya jaga diri itu Bos.. " lirih Roy yang masih bisa di dengar oleh Adit.


"Apa maksudmu Roy.. " Adit menatap tajam pada asistennya.

__ADS_1


"Tidak ada apa-apa Bos" Roy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Tidak ada lagi pembicaraan berarti selama perjalanan hingga sampai di Bandara. Roy meninggalkan Adit setelah Bos nya itu memasuki Bandara.


Malam harinya Adit baru bisa menghubungi Istrinya, mereka berbicara lewat vidio call untuk mengobati rasa rindu yang melanda.


"Selamat malam sayang.. kok belum tidur" sapa Adit dengan wajah lelahnya.


"Belum ngantuk.. kamu udah makan belum, kok kayaknya capek banget" ucap Kiran.


"Iya capek gak ada yang mijetin aku disini" ungkap Adit dengan wajah memelas.


"Ih apaan sih.. awas saja kalau sampek nemu serepan disana" ancam Kiran dengan tatapan tajamnya membuat Adit tertawa.


"Dia baik hari ini, ngikut ibunya jalan -jalan" cerita Kiran kemudian.


"Jalan.. sama siapa? " Adit mulai posesif


"Sama Mama sayang.. kamu ih.. curigaan aja" kesal Kiran.


"Iyalah.. punya istri cantik bawaannya curigaan melulu" keluh Adit.


"Bagaimanapun itu aku masih bisa menjaga martabat seorang istri, termasuk disaat ketemu mantan-mantanku " Kiran terkekeh.

__ADS_1


"Pakek sebut mantan, bikin kesel aja kamu"


"Bercanda sayang.. yang ada aku yang bawaannya curiga jauh-jauh dari suami tampan kayak kamu"


"Jangan khawatir hati ini terlampau penuh akan namamu, jadi tak mungkin bisa diisi nama yang lain"


"Gombalan kamu ini bikin aku jadi kangen saat jauh darimu"


Tinggal beberapa hari lagi sayang, setelah itu aku akan segera kembali, sudah dulu ya.. cepat istirahat dan jaga dirimu, i love you" Adit menutup panggilannya dan beranjak tidur.


"Keesokan harinya Adit memulai kembali pekerjaannya yang hampir selesai tinggal nanti malam bertemu dengan seseorang pemilik tempat karaoke di kota tersebut.


Malam itu Adit sedang menuju tempa karaoke ternama di Surabaya, ia kesana seorang diri berharap pertemuan kali ini juga akan sukses dan ia akan segera kembali ke kota nya. Adit sedang berbincang dengan rekan bisnisnya saat seseorang tidak jauh darinya sedang memperhatikannya saat Adit sudah berjabat tangan menyelesaikan pertemuannya dan seseorang tadi pun berjalan mendekatinya.


"Hai Dit.. apa kabar sayang" sapa seorang wanita seksi.


"viona, sedang apa kamu disini? " sontak Adit.


"Aku bekerja disini, duduklah sudah lama kita tidak bertemu kan" pinta Viona.


"Tidak terima kasih, aku ada keperluan lain" tolak Adit hendak beranjak tapi Viona menahannya.


"kita ngobrol sebentar sambil minum ya.. tolong ini untuk yang terakhir dan aku tidak akan mengganggumu " mohon Viona memelas dan akhirnya Adit mengiyakan.

__ADS_1


"baiklah ikutlah denganku" ajak Viona berjalan menuju ruang VVIP.


__ADS_2