
"Gak ada penolakan" tegas Adit malas berdebat membuat istrinya mengalah dan mandi yang seharusnya lebih cepat menjadi 1 jam lebih lama, Adit menatap Istrinya yang masih cemberut di depan cermin karena ulah rusuh nya tadi di kamar mandi.
"Sayang jangan cemberut dong, kita kan mau balik.. ayo buruan cepat" rayu Adit menghampiri istrinya dan memberi kecupan singkat di pipinya.
"Gara-gara kamu merusuh aja sukanya, jadi telat kan nanti kuliah aku" kesal Kiran.
"Udah gak apa-apa, gak usah masuk untuk hari ini biar aku yang ijinin " santai Adit melihat istrinya masih cemberut.
"Lagian kan capek Yang.. " bisik Adit di telinga istrinya.
"Terserah kamu aja.. ya udah ayo buruan berangkat" ajak Kiran bergegas keluar kamar.
"Siap Nyonya" Adit tak hentinya menyunggingkan senyum selama perjalanan ke Bandara sambil menggenggam erat tangan istrinya.
"Fokus aja nyetirnya, lepasin tangan aku" pinta Kiran.
"Gak mau.. enakan gini lebih semangat nyetirnya, jadi gak ngantuk" jawab Adit mengecup tangan istrinya singkat.
"Ish.. " cebik Kiran.
"Biasa aja bibirnya, entar aku cium lo" goda Adit kemudian.
__ADS_1
"Ih apa sih godain melulu deh" kesal Kiran.
Di perjalan tidak ada obrolan penting diantara mereka berdua sampai terdengar ponsel Kiran berdering, Adit sempat melirik siapa gerangan yang menghubungi istrinya itu.
"Yang.. boleh gak? " izin Kiran sambil menunjukkan ponselnya pada suaminya.
"Siapa? " tanya Adit kemudian.
"Aldi.. " jawab Kiran takut.
"Mau apa lagi dia" muka Adit sudah mulai tidak bersahabat.
"Gak apa-apa angkat aja" jawab Adit berat hati membuat Kiran menggeser tombol hijau dan meng loudspeakernya supaya tidak tumbuh kesalah pahaman lagi antara mereka.
"Hallo.., iya Al"
"Kamu udah balik Sya? " tanya Aldi dari sebrang.
"Iya Al, ini di jalan kenapa? " tanya Kiran sambil melirik Adit yang fokus menyetir dengan muka datarnya.
"Gak apa-apa Sya.. pingin ketemu aja, ada yang pingin aku omongin" jelas Aldi.
__ADS_1
"Maaf Al aku gak bisa"
" Ya udah kapan-kapan aja aku main kesana, Dah.."Aldi menutup panggilannya sepihak sebelum Kiran menjawab nya, Kiran menatap suaminya sendu.
"Sayang.. " lirih Kiran.
"Aku tidak mau membahas ini..aku tau banyak laki-laki di luar sana yang begitu memujamu dan aku tidak bisa menghalangi itu, aku cuma minta padamu tolong jaga hatimu hanya untukku" pinta Adit dengan tatapan sendu dan mata berkaca-kaca.
"Sayang tolong jangan seperti itu" hati Kiran terasa nyeri mendengar ucapan sendu suaminya.
"Aku tidak mau mengekangmu lagi, kau bebas bertemu dengan siapapun sesukamu" Adit mengakhiri kata-kata nya. Kiran menatap suaminya karena merasa ada yang aneh dengan ucapan suaminya itu.
"Apa maksudmu, apa kau mau menyerah dengan cintamu dan lelah memperjuangkan ku? " sentak Kiran membuat Adit Tiba-tiba menghentikan mobilnya dan kemudian menutup mulut istrinya.
"Aku mencintaimu.. sungguh sangat mencintaimu, oleh karena itu aku ingin kamu bahagia sayang" Adit memeluk erat tubuh istrinya sambil berbisik.
"Kalau begitu jangan katakan itu lagi, aku ingin kau selalu cemburu kalau melihatku dengan pria lain dan aku juga ingin selalu melihatmu marah-marah padaku kalau aku ada salah, aku tidak suka kalau kau mendiami ku" Kiran semakin mengeratkan pelukannya.
"Maafkan aku yang selama ini kurang mengerti dengan perasaanmu dan maafkan aku yang selama ini terlalu posesif padamu" lirih Adit dan diangguk i Kiran.
"Baiklah ayo kita pulang.. "
__ADS_1