Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 69.MARAH 2


__ADS_3

Malam itu juga Adit dan Roy terbang ke Bali, sampai disana ia sengaja dibuat kesal oleh beberapa satpam yang bertugas disana, mereka sengaja mengulur waktu agar Adit tidak bisa masuk. Tepat jam 23.20 wib Adit dapat memasuki tempat pesta karena ternyata tempat itu adalah milik teman lamanya saat kuliah dulu. Dan saat ia masuk dengan tatapan tajam ia melihat istrinya sedang berdansa dengan seorang pria dengan begitu romantisnya.


"Dia sudah datang" bisik Kiran pada Biru.


"Benarkah.. bagaimana reaksinya? " tanya Biru.


"Dia sudah mulai berkaca-kaca" Kiran terkekeh.


"Apa aku boleh mencium tanganmu biar akting kita terlihat totalitas? " tanya Biru meminta izin dan Kiran pun mengangguk.


"Kiran... " teriak Adit menggema di ruang pesta membuat nama yang dipanggil pun ikut menoleh.


"Ya ampun dia benar-benar marah, kalau dia sudah memanggilku dengan nama begini berarti fix dia marah besar, " jelas Kiran pada Biru sambil menahan sesak di dadanya melihat wajah yang begitu kecewa itu, antara bimbang dan ragu ia akan meneruskan ini atau tidak.


"Apa kau yakin akan meneruskan ini, aku takut ini akan menjadi bomerang dalam rumah tanggamu ke depan? " tanya Biru ragu


" Biru kita sudah sejauh ini aku tidak mau melakukan segala sesuatu itu setengah-setengah maka mari kita jalankan rencana kita dengan totalitas sekarang" lirih Kiran di telinga Biru.


"Seperti apa wajah suamimu, apa aku boleh melihatnya? "bisik Biru hendak menoleh


"Biru kumohon jangan mengada-ngada dia sedang mendekat." bisik Kiran dan Biru pun menoleh, tanpa aba-aba Adit langsung melayangkan pukulan ke wajah Biru sampai dia tersungkur, Kiran yang kaget langsung berteriak dan menolong Biru, ia tidak menduga ini akan terjadi.


"Biru kau tidak apa-apa? " ucap Kiran khawatir dan membangunkan Biru, Adit mendekat dan melayangkan pukulannya kembali.

__ADS_1


"Stop..sayang aku bisa jelasin semuanya" teriak Kiran


Adit menghentikan aksinya dan menatap istrinya itu dengan sorot mata kemerahan menahan gejolak di dadanya. ia melepaskan Biru yang sudah babak belur tanpa perlawanan. Adit meninggalkan mereka semua dengan hati yang terluka, ia tidak menyangka akan mendapatkan kejutan seperti ini di hari ulang tahunnya.


"Nona, saya mohon cukup sampai disini.. saya takut trauma Bos kambuh lagi" mohon Roy.


Sedangkan Kiran yang sudah mulai cemas dengan suaminya memutuskan untuk mengakhiri akting mereka.


"Biru apa kau baik-baik saja? " tanya Kiran lagi.


"Sepertinya suami mu akan membunuhmu kalau kita teruskan akting ini" Biru terkekeh.


"Maafkan aku telah melibatkan mu" mohon Kiran.


"Ran.. Pak Adit sedang termenung di samping kolam, ini sudah hampir jam 12 bisa kita mulai surprise party nya? " tanya Meta.


"Apa Papa Mama sudah siap" tanya Kiran pada Roy.


"Siap Nona, saya sudah menghubungi mereka agar segera kemari" jelas Roy.


Saat Adit berada pada puncak kemarahannya tiba-tiba lampu di sekitar kolam menyala diakhiri letusan kembang api bertuliskan i love you di sana dengan begitu indahnya.ia tersentak berdiri dan melihat layar besar menampilkan wajah istrinya yang sedang menyanyikan lagu HappyBirthday untuknya. seketika tubuhnya menegang bersama nyanyian dan tepuk tangan semua keryawan-karyawannya bahkan orangtua nya pun juga hadir untuk memberi selamat ulang tahun buat anak tercintanya.


"Happy birthday sayang.. i love you" Kiran mendekat sambil memberikan kue beserta lilin yang menyala disana dengan senyumnya yang mengembang. Tapi Adit bertambah marah dan menatap tajam pada istrinya.

__ADS_1


"Ini tidak lucu Kiran" ucapnya sebelum meninggalkan lokasi.


"Sayang.. " teriak Kiran tapi Adit tidak mau mendengarkannya,dan Ibu Adit pun mendekati menantunya.


"Nak.. suaminya masih syok mendapat kejutan ekstrem darimu, dia hanya tidak ingin kehilangan makanya dia marah, ayo kejar dia dan jelaskan semuanya.


" Iya Ma.. " jawab Kiran Sendu dan mengejar suaminya yang saat itu berlari ke rooftop hotel tersebut. Kiran memeluknya dari belakang.


"Selamat ulang tahun sayang.. semoga panjang umur dan selalu mencintai istrimu ini sampai kapanpun.


" Siapa laki- laki itu"Adit membuka suaranya. Kiran melonggarkan pekukannya dan menghadap suaminya.


"Sayang dia temannya Meta, kami hanya akting tadi" jelas Kiran.


"Akting.. totalitas sekali ya kamu, sampai dia mencium tanganmu pun kamu begitu menikmatinya." kesal Adit membuang mukanya.


"Apa kamu cemburu" goda Kiran


"Apa.. mana ada suami tidak cemburu melihat istrinya di cium orang lain" ucap Adit membuat Kiran semakin gemas dan mencium pipi suaminya itu.


"Ih.. seneng deh dicemburuin sama kamu" ledek Kiran lagi.


"Kiran dengar aku tidak mau kejadian ini terulang lagi.. " tegas Adit.

__ADS_1


"Baik paduka.. " Kiran terkekeh


__ADS_2