Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 21.TIDAK PEKA


__ADS_3

Kiran masuk ke kamar Bosnya, setelah mengetuk pintu,tapi tidak ada sahutan.


"Kenapa kau masuk tanpa mengetuk pintu, bikin kaget saja"


"Saya sudah mengetuk pintu, tapi sepertinya Bapak sedang melamun dan marah2 g jelas tadi" Kiran terkekeh.


"Apa katamu"


"Oh ya, dengar2 tadi ada yang cemburu deh, siapa pak? "


" Tidak ada, kau salah dengar saja"Adit beranjak dari duduknya. "ada apa kau kemari? "


" Saya hanya mau bertanya bapak sudah makan atau belum? "


"Aku sudah makan tadi, oh ya.. bagaimana kau bisa ada di sana tadi? jelaskan!"apa laki2 itu pacarmu?" rentet Adit


" Satu2 dong Pak tanyanya, jadi bingung kan saya mau jawabnya. "memangnya kenapa pak?" bapak cemburu ya?" ejek Kiran


" Aku.. cemburu? jawab Adit sambil menunjuk mukanya, "memangnya kamu siapa sehingga aku harus cemburu?" elak Adit jual mahal


"Kan tadi Bapak kekasih saya katanya?" goda Kiran. Adit mulai salah tingkah.

__ADS_1


" Seharusnya kau berterima kasih padaku, karena aku telah menyelamatkanmu, memangnya siapa laki2 itu? "


"Dia Bayu mantan saya, memangnya kenapa pak? "


" Mantan.. kok kayaknya pemaksa gitu? "memang putusnya kenapa? kok kayak g rela gitu dia pisah sama kamu? "


"Kok Bapak jadi kepo sih! "ya sudah saya permisi istirahat dulu. Kiran keluar menuju kamarnya.


" Ish.. dasar tidak peka"geram Adit


"Kenapa sih dia, marah2 gak jelas dari tadi" lirih Kiran setelah menutup pintu kamar Adit.


Alarm berbunyi jam 5 pagi seperti biasa Kiran bebersih dan melaksanakan kewajibannya, setelah itu dia bersikap membangunkan dan menyiapkan keperluan Bosnya. saat ia masuk ke kamar Bosnya, ternyata si empunya sudah berada di kamar mandi, "oh dia sudah bangun ya, bagus aku tinggal menyiapkan baju dan sarapannya saja kalau begitu.


Saat Kiran sedang menyiapkan sarapan, Adit datang dan duduk di meja makan, dia segera menikmati sarapannya tanpa mengeluarkan suara sedikitpun dan Kiran merasa aneh disitu.


" Dia kenapa ya"kok jadi horor gini suasananya. "Masak iya dia marah? " Kiran bertanya dalam hati


Adit telah menyelesaikan sarapannya dan dia beranjak sambil menerima telpon dari Roy.


"Ya Roy..apa kau sudah dibawah?" aku segera kesana ? "ucap Adit seraya pergi

__ADS_1


Setelah kepergian Adit Kiran masih bingung dengan apa yang terjadi dia menarik nafas dalam" mungkin dia sedang banyak pekerjaan, lebih baik aku beres2 rumah setelah itu mampir kerumah ibu"semangat Kiran lagi


Saat akan beranjak pergi ia ingat ucapan Adit "jangan kemana2 tanpa izin ku! " Kiran tersentak dan meraih benda pipihnya mengirimkan pesan pada Adit, setelah menunggu lama tapi tidak ada balasan, "baiklah mungkin dia sedang sibuk, yang penting aku sudah mengirimkan pesan padanya.


****


Di kantor Adit menerima notifikasi dari ponselnya saat sedang meeting.


" Pak saya izin keluar menemui Ibu saya, boleh kan? "


Adit hanya membacanya saja, setelah meeting selesai ia baru membalasnya.


"Terserah apa yang mau kamu lakukan"balas Adit melalui ponselnya.


Di perjalanan Kiran menerima balasan dari Adit. " dasar Bos aneh ijin dicuekin, gak ijin dia marah2.. apa sih maunya dia sebenarnya?" sampai sore Kiran baru kembali ke apartemen Bosnya dan mendapati bosnya itu sudah dirumah, ia sedang bersantai diruang tengah sambil nonton TV. Kiran masuk


"Maaf Pak saya terlambat? "


"Hmmm... " hanya deheman jawaban Adit. saat suasana sedang tegang terdengar bel berbunyi membuat dua orang yang ada disitu menoleh ke arah pintu.


"Biar saya yang buka" Kiran beranjak.

__ADS_1


__ADS_2