
"Apa kau masuk kerja hari ini? " tanya Kiran seketika.
"Iya.. aku ada meeting pagi ini" jawab Adit.
"Baiklah, siapa yang menelpon mu pagi-pagi begini" tanya Kiran ingin tau setelah menyiapkan air mandi untuk suaminya.
"Oh.. itu Roy, dia hanya mengabarkan kalau meetingnya dimajukan 1 jam lebih cepat" jawab Adit canggung.
"Cepatlah bersiap aku tunggu di meja makan ya" ucap Kiran berjalan menyiapkan baju ganti untuk suaminya setelah itu keluar menyiapkan sarapan.
"Maafkan aku sayang.. aku tidak ingin membuat sakit, kalau aku menceritakan semua ini sekarang, aku akan menyelidikinya dulu" batin Adit.
Setelah membersihkan diri Adit sudah turun ke meja dengan setelan kerjanya.
"Sayang mungkin nanti aku akan pulang sedikit terlambat, ada banyak meeting hari ini" pamit Adit pada istrinya.
"Baiklah, jaga kesehatan mu dan jangan lupa makan ya" pinta Kiran.
"Iya sayang..jangan khawatirkan aku, jaga saja dirimu baik-baik dan jangan capek-capek" pesan Adit pada istrinya sebelum memasuki mobilnya.
"Hati-hati sayang.. " ucap Kiran mencium tangan suaminya dan melambaikan tangan sebagai salam perpisahan.
Di dalam mobil Adit tidak ada hentinya diteror oleh Viona bahkan dia mengancam akan memberitahu Kiran tentang kejadian semalam jika Adit tidak datang ke Apartemennya.
"Dasar brengsek, dia juga mau main-main rupanya" kesal Adit sambil menghubungi Roy.
"Roy aku ingin kau menyelidiki sesuatu" perintah Adit.
"Siap Bos"
__ADS_1
"Kalau sampai kau sengaja melakukan semua ini untuk mengancamku kau akan tau akibatnya nanti" lirih Adit
***
Sedangkan di apartemennya Viona benar-benar geram karena hingga sampai siang Adit tidak juga mengunjunginya.
"Sepertinya aku akan cari cara ekstrem untuk membuatmu jera Dit" kesal Viona, ia pun mengirim foto keberaamaannya dengan Adit pada Kiran.
Saat sedang bersantai di taman belakang Kiran tiba-tiba dikagetkan dengan suara belum pintu.
"Bik.. tolong bukain pintunya dong" perintah Kiran.
"Baik Non.. " jawab Bibik berjalan keluar
Beberapa menit kemudian Bibik datang menghampirinya.
"Non ini ada paket buat Non" ucap Bibik memberikan sebuah amplop coklat.
"Tidak ada pengirimnya Non"
"Baiklah.. aku ke kamar dulu ya Bik"
"Silahkan Non"
Kiran naik ke kamarnya dan segera membuka amplop coklat tersebut karena penasaran, begitu terbuka Kiran sangat syok dan menjatuhkan foto2 yang dipegangnya, Ia terduduk sambil merasakan rasa nyeri di bagian perutnya.
"Gak.. ini gak mungkin, kamu gak mungkin khianatin aku kan mas" tangis Kiran histeris hingga ia mendapatkan ponselnya berdering.
"Hallo.. " Kiran mengangkat telponnya.
__ADS_1
"Gimana.. apa kau menikmati perselingkuhan suamimu denganku" ucap Viona dari sebrang sana sambil tertawa mengejek.
"Kau pasti bohong, foto itu pasti editan" Kiran tidak mempercayai Viona.
"Terserah kau mau percaya atau tidak, yang jelas selama ini suamimu itu masih sering menemuiku" tawa Viona menggema.
"Aku tidak percaya padamu" tangis Kiran mulai tak tertahan lagi.
"Kalau kau masih tidak percaya kau boleh menyelidikinya, dan satu lagi suamimu itu sudah selingkuh denganku" ejek Viona sebelum menutup ponselnya.
Kiran yang begitu sangat emosi mencoba menghubungi suaminya tapi tidak diangkat, akhirnya dia berangkat ke kantor untuk bertanya langsung pada Adit.
"Sementara itu Viona sengaja ke kantor Adit setelah menghubungi Kiran, karena ia tau Kiran akan menyusul suaminya siang itu.
" Kalau kau benar-benar melakukan ini aku tidak akan memaafkanmu lagi" ucap Kiran dalam hati.
Viona yang sudah sampai di kantor Adit langsung menerobos masuk ke ruangan dengan paksa.
"Sayang.. " panggil Viona saat masuk ke ruangan Adit.
"Kau.. untuk apa kau datang kemari? " umpat Adit.
"Tentu saja aku kangen denganmu sayang" goda Viona langsung duduk dipangkuan Adit.
"Viona hentikan.. dan keluar dari sini, ini di kantor" teriak Adit lagi.
"Memangnya kenapa.. apa kau tidak mau mengulang keromantisan kita semalam sayang" bisik Viona di telinga Adit kemudian menciumnya lembut, belum sempat Adit menolak keburu Kiran datang dan memergoki mereka.
"Menjijikkan.. " teriak Kiran di ambang pintu membuat Adit terlonjak dan mendorong Viona.
__ADS_1
"Sayang.. aku bisa jelasin.. " lirih Adit.
"Stop.. aku tidak mau mendengar apapun darimu lagi" ucap Kiran mengintimidasi.