
Setelah Kiran masuk ke kamar mandi Roy datang membawa paperbag dan beberapa malanan.
"Sore Bos.. bagaimana keadaan anda? " ucap Roy sambil menaruh paperbag itu diatas sofa.
"Sudah lebih baik Roy, apa kau yang membawanya kemari? " tanya Adit penasaran.
"Siapa lagi yang akan membawaku kemari kalau bukan asisten setia yang tidak mau kehilanganmu itu" sahut Kiran keluar dari kamar mandi.
"Anda benar Nona saya tidak mau kehilangan Bos yang selalu galau oleh wanita itu" Roy terkekeh dengan kata-kata nya sendiri.
Adit menatapnya tajam"dia atau aku Bos mu Roy" sentak Adit.
"Maaf Bos" ucap Roy sambil menahan tawanya.
"Aku tidak menyangka seorang Aditya CEO yang tegas dan galak bisa segalau ini saat ditinggalkan istrinya. " cibir Kiran
"Sayang.. jangan bercanda dong, aku benar-benar tidak mau kehilangan lagi" sendunya.
"Iya.. iya aku hanya bercanda, I love you" ucap Kiran sambil menangkup kedua pipi suaminya dan mengecupnya singkat.
"Tau ah.. " ngambek Adit
"Ih ngambek nih ceritanya.. ya udah aku pergi lagi" ucap Kiran beranjak.
"Jangan dong sayang" Adit menarik tangan Kiran dan memeluk perutnya erat.
"Ehm.. ehm.. " Roy berdehem
"Pergilah Roy jangan ganggu" ucap Adit sambil merekatkan pelukannya.
__ADS_1
"Baiklah.. permisi Bos"dan Roy meninggalkan Bosnya.
" Jangan gitu dong.. kasihan Roy dia udah khawatir banget sama kamu kemarin, sampai g sadar gitu kamu gak mau makan? "
"Aku gak laper, pinginnya ketemu kamu" ucap Adit manja.
"Ck.. tapi kalau kamu gak mau makan malah gak bisa ketemu aku lagi gimana? " Kiran berdecak kesal.
"Ih serem banget kata-kata nya"
"Aku itu sayang sama kamu, tapi kalau kamu bohong lagi aku gak bakalan mau kembali" sebal Kiran.
"Stttt.. Jagan ngomong gitu, jangan pernah ada fikiran mau tinggalin aku lagi ya.. janji" sendu Roy berkaca-kaca.
Disini Kiran bisa melihat titik kerapuhan suaminya itu, dan dia janji pada dirinya sendiri gak bakalan tinggalin suaminya apapun yang terjadi nanti.
"Sayang.. kok ngelamun sih, katanya mau suapin aku" rengek Adit.
"Kenapa.. kok natapnya gitu sih" tanya Kiran
"Seneng aja bisa ketemu kamu lagi" sendu Adit
"Kok jadi mellow gini" sedih Kiran
"Berjanjilah kau tidak akan pernah meninggalkan aku lagi" Adit mulai berkaca-kaca.
"Iya sayang.. aku janji, dan berjanjilah tidak akan membohongiku lagi ya" pinta Kiran
"Aku janji"
__ADS_1
Setelah beberapa saat Dokter pun datang untuk memeriksa Adit.
"Selamat sore, bagaimana kabarmu? " tanya Dokter menggoda.
"Aku sudah baikan, kapan aku boleh pulang" ketus Adit.
"wow jutek banget pak, yang udah nemu pawang" ejek Dokter yang tidak lain adalah teman Adit dimasa SMA itu.
"Udah lah jangan mengejekku" kesel Adit.
"Baiklah.. aku harap ini yang terakhir kau datang kesini sebagai pasien ku ya" Dokter itu terkekeh geli.
"Ish.." Adit melempar bantal pada temannya itu.
"Nona Kiran tolong jaga dia baik-baik ya.. kalau dia nakal lagi jangan ragu-ragu buat ninggalin dia lagi" goda Dokter sambil berlari keluar.
"Diam kau" teriak Adit
"Sudah sayang.. gak usah marah- marah dong" ucap Kiran.
"Dia yang mulai duluan sayang"
"Iya.. iya.. kalian sama saja"
Setelah 3 hari dirawat akhirnya Adit diperbolehkan pulang. Kiran dengan senang hati merawat suaminya.
"Kamu gak ke kampus hari ini? " tanya Adit
"Gak.. hari ini aku mau jagain kamu aja" jawab Kiran sambil tersenyum manis.
__ADS_1
"Makasih.. "