Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 74.KESAL


__ADS_3

Adit selalu memotong jawaban dari Kiran karena kesal.


"Apa kamu sekarang tinggal disini? " tanya Kiran pada Aldi.


"Resto di sebelah sana adalah salah satu Resto milikku, silahkan mampir, " jawab Adit.


"Benarkah? " Kiran tidak percaya.


"Jadi kau benar- benar menjadi chef sesuai cita-cita mu! "


"Iya benar, dan bagaimana denganmu, bukankah kau bercita-cita menjadi designer terkenal? " Tanya Aldi penasaran.


"Ah.. kau masih ingat itu, tapi aku sudah mengubur cita-cita ku itu" sesal Kiran.


"Kenapa begitu? "


"Aku sudah tidak ingin menjadi designer lagi" lirih Kiran.


"Sayang sekali..baiklah, aku permisi dulu, kapan-kapan kita ketemu lagi Sya.. berikan nomor ponselmu.. " mohon Aldi membuat Kiran menatap pada Adit seolah meminta persetujuan.


"Boleh kan.. Pak Adit? " tanya Aldi pada Adit sehingga diangguk i oleh oleh suami mantan kekasihnya itu.


__ADS_1


"Baiklah aku permisi dulu Sya.. Tuan Adit semoga hari kalian menyenangkan" ucap Aldi sebelum beranjak pergi.


"Setelah kepergian Aldi suasana Adit menjadi buruk, ia hanya diam tidak bersemangat lagi.


" Sayang.. are you oke? " tanya Kiran.


"Iya.. " jawab Adit singkat sambil menyesap minumannya.


"Ya ampun.. apa dia marah, kenapa ekspresinya jadi begitu datar? " tanya Kiran dalam hati.


"karena matahari sudah mulai terik maka mereka memutuskan untuk segera kembali, di jalan Adit hanya diam saja menatap jalan tanpa mengeluarkan kata apapun membuat Kiran jadi merasa bersalah.


" Fix dia benar-benar kesal, ini akan sangat sulit untuk merayunya. " batin Kiran sambil memijit pelipisnya.


" Ya ampun mulai lagi dia" Kiran menarik nafasnya dalam. Setelah lama menunggu Adit tak kunjung keluar dari kamar mandi sehingga membuat Kiran merasa khawatir dan akhirnya ia berniat mengetuk pintu kamar mandi, tapi sebelum itu terjadi Adit sudah membuka pintu dan membuat pandangan mereka bertemu di depan pintu. Tanpa memperdulikan Kiran Adit langsung berjalan ke kamar ganti, dia masih sangat kesal pada istrinya.


"Sayang.. jangan diem gini dong! " mohon Kiran yang tiba-tiba memeluk suaminya dari belakang, membuat Adit menarik nafasnya.


"Sayang.. maaf kalau aku ada salah" bisik Kiran dari balik punggung suaminya.


Adit berbalik dan menatap istrinya " apa ada yang ingin kau jelaskan padaku" akhirnya Adit mengeluarkan suara sambil melangkah menuju ranjang mereka.


"Jelasin apa sayang.. " tanya Kiran yang mendapat tatapan tajam dari suaminya.

__ADS_1


"Siapa Aldi itu? "


"Dia... "


"Siapa? " Adit memberi penekanan pada pertanyaannya.


"Dia mantan aku" jelas Kiran takut


"Itu masa lalu yang.. dan sudah lama kami gak pernah ketemu, itu cuma cinta waktu SMP aja" jelas Kiran lagi sebelum Adit mengeluarkan suaranya.


"Begitu.. tapi dia tampan, mapan dan sepertinya dia sangat mengenalmu.. berapa lama kalian pacaran? " sinis Adit.


"Sayang.. tolong jangan bahas lagi ya"mohon Kiran sambil mendekap suaminya, ia tidak mau membuat Adit semakin kesal.


" Kenapa, apa ada cerita lagi di masa lalumu yang tidak aku ketahui? "


"Jangan tanyakan lagi kalau nantinya akan membuatmu semakin kesal " lirih Kiran dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


"Dia hanya masa laluku sama seperti mantan mu juga, masa depanku adalah kamu Sayang.. " Kiran mengecup lembut bibir Adit tapi Adit tidak membalasnya.


"Aku hanya ingin kamu percaya padaku " pinta Kiran dan menyandarkan kepalanya di dada suaminya.


"Sayang.. "

__ADS_1


__ADS_2