
"Sayang.. tunggu" Adit mengejar Kiran yang sudah masuk ke dalam lift.
"Sial.. dia salah faham" ucap Adit merasa gusar.
"Ada apa Bos" tanya Roy menghampiri.
"Kiran salah faham denganku Roy" keluh Adit memijat pelipisnya.
"Maaf saya baru dapat info kalau Nona Viona menerobos masuk ke ruangan Bos"
"Sekarang kau urus Viona aku akan mengejar istriku sebelum dia jauh" ucap Adit beranjak pergi.
"Siap Bos"
Sementara itu Kiran yang sudah berjalan jauh meninggalkan mobilnya tidak tau lagi hendak kemana, hatinya begitu sakit meratapi kisah rumah tangganya, bagaimana tidak saat kandungannya sudah tinggal menghitung hari ia telah di khianati oleh suaminya.
"Maafkan Bunda sayang kalau harus menbawamu jauh dari ayahmu, dia benar-benar tidak pantas di panggil Ayah" tangis Kiran kian menjadi sehingga pandangannya menjadi sedikit kabur dan hampir tertabrak mobil.
"Akh.. " teriak Kiran menutup matanya dan untung saja si pengendara menghentikan mobilnya tepat waktu karena kalau tidak mungkin saja Kiran sekarang sudah tidak bernyawa.
"Sya.. " panggil seseorang dari dalam mobilnya setelah itu ia keluar.
__ADS_1
"Sya.. kamu gak apa-apa, kenapa jalan sambil melamun? "
"Al.. apa itu kau? "tanya Kiran pada orang yang memanggilnya dengan tatapan sendu.
"Iya ini aku, ada apa.. sepertinya kau sedang tidak baik-baik saja hmm.. " tanya Aldi mendekat dan khawatir melihat Kiran begitu rapuh hari ini.
"Al.. bawa aku pergi saja" pinta Kiran memeluk erat tubuh Aldi mengharapkan perlindungan.
"Kamu kenapa.. suamimu mana? "
Kiran tidak menjawab malah semakin mengencangkan pelukannya.
"Apa yang terjadi Sya.. apa kau sedang ada masalah dengan suamimu? " Aldi mulai membuka percakapan dengan hati-hati, sepertinya mantan kekasih yang masih ia kagumi itu sedang mengalami masalah yang sangat rumit.
"Aku tidak tau harus memulai cerita dari mana Al.. ini sangat menyakitkan buat aku" Kiran tidak bisa membendung air matanya lagi dan akhirnya ia pun menceritakan semua penghianatan Adit darinya.
"Apa kau yakin dia melakukan itu Sya? "
"Awalnya aku belum yakin saat ada yang mengirimkan foto-foto tidak senonoh nya dengan mantan kekasihnya karena aku tau mantannya itu masih terobsesi dengannya, sampai tadi aku melihatnya sendiri sedang bermesraan di kantornya" cerita Kiran dengan tangisan pilunya.
"Bagaimana dengan anak yang kau kandung kalau kau berniat meninggalkannya Sya? "
__ADS_1
"Aku sudah tidak mau berhubungan dengannya lagi Al.. aku akan membesarkan anakku seorang diri saja, kau mau membantuku kan Al..? " mohon Kiran.
"Aku akan selalu mendukung semua keputusanmu Sya" jawab Aldi menggenggam tangan Kiran.
****
Sementara itu Adit yang sedang mencari istrinya mulai kebingungan karena tidak menemukan Istrinya hingga sampai kerumah pun tidak menemukan keberadaan Istrinya.
"Sayang.. kamu kemana sebenarnya? " lirih Adit frustasi sambil menyugar rambutnya kemudian mencoba menghubungi Istrinya tapi sepertinya Kiran telah memblokir nomornya.
"Ya Allah sayang.. kok di blokir sih, aku belum menjelaskan semua kesalahfahaman ini" kesal Adit. Apalagi saat ia menemukan sebuah amplop coklat diatas nakas dan membukanya membuat Adit semakin tidak bisa menahan amarahnya.
"Viona kau sudah mencoba bermain-main denganku rupanya" ucap Adit meremas foto-foto kebersamaannya dengan Viona.
"Hallo.. Roy kau selidiki apa saja yang dilakukan Viona sewaktu di Surabaya kemarin? "
"Siap Bos" jawab Roy dari sebrang.
"Aku akan membuatmu membayar semua ini dengan mahal" geram Adit
"Sayang tolong jangan pisahin aku dengan anak aku" sendu Adit
__ADS_1