
"Aku..
Adit bangun dari tidurnya dan duduk menghadap istrinya.
" Kenapa kamu gitu ngomongnya? " tanyanya serius.
"Aku.. " Kiran mulai berkaca-kaca
"Aku hanya takut tidak bisa memberimu keterunan dan aku juga takut kau tidak bahagia bersamaku" sendu Kiran lagi
"Sayang dengar" Adit menangkup wajah Kiran. " Kita menikah bukan hanya untuk mendapatkan keturunan kan, tapi kita menikah karena kita saling membutuhkan satu sama lain, jadi berhentilah berfikir kalau aku akan meninggalkanmu "Cup" sebuah kecupan singkat mendarat di pipi Kiran. " I love you..aku mohon jangan pernah mengatakan itu lagi" Adit menarik Kiran dan mendekap nya erat sambil sesekali mengecup keningnya.
"I love you too" lirih Kiran
"Baiklah, ada apa tadi kau mengganggu tidurku hmmm.. "
"Ayo kita makan, aku sudah menyiapkan semuanya" ajak Kiran.
"Baiklah, tunggulah dibawah aku akan bebersih dulu"
"Cepatlah" ucap Kiran beranjak keluar dari kamarnya.
Malam itu setelah makan malam Kiran mengerjakan tugasnya di depan televisi dan Adit tidur berbantalkan paha Kiran sambil memainkan ponselnya.
"Sayang apa ada yang tidak kau mengerti? " tanya Adit perhatian.
__ADS_1
"Sejauh ini masih bisa sayang.. nanti aku minta tolong kalau ada yang tidak aku mengerti" senyum Kiran.
"Baiklah" jawab Adit sambil memejamkan matanya, ia mengantuk karena sedari tadi tangan kiri Kiran selalu memainkan rambutnya.
"Sayang apa kau mengantuk? " tanya Kiran tapi Adit sudah tidak menjawabnya, Kiran mendengus.
"Ternyata kamu udah tidur" senyum Kiran sambil terus membelai wajah suaminya.
Tetiba saat tengah membelai wajah suaminya tangan Kiran diraih oleh Adit dan mengecupnya lama.
"Kirain dah tidur tadi" lirih Kiran membiarkan suaminya mengecupnya lama.
"Gimana bisa tidur kalau digangguin gini, kan geli" ucap Adit sambil terpejam.
"Maaf.. abis gemes akunya, belajar ditungguin kayak gini serasa jadi mood booster tersendiri buat aku" jujur Kiran mencuri kecupan singkat di pipi suaminya.
"Ih nakal kamu ya, gak mau ah nanti kebablasan" tolak Kiran.
"Kebablasan apa sih" goda Adit sambil mencubit pipinya sebelum akhirnya ponselnya berdering. Adit melirik dan terlihat nama Roy disana.
"Kok gak diangkat sayang, kali aja penting" santai Kiran sambil terus menatap layar ponselnya.
"Penting apaan, Roy memang sengaja gangguin kita ini mah" kesal Adit sambil mendusel di perut istrinya.
Kiran terkekeh geli melihat tingkah suaminya" sayang.. kalau kamu kayak gini aku jadi gak bisa konsen lo" keluh Kiran.
__ADS_1
"Kenapa.. geli ya? " goda Adit
"Pake nanya lagi" ketus Kiran
"Iya.. iya maaf, aku gemes banget ada istri pingin pegang-pegang tapi gak bisa, pingin manja-manja kamunya belajar aku jadi bosen kan" keluh Adit lagi.
"Kasihan banget suami tampanku" rayu Kiran mencium tangan suaminya lama agar suami nya itu gak ngambek, karena kalau sudah ngambek akan sangat sulit ngerayu nya nanti.
"Sayang.. kapan sih selesainya, aku udah kangen pingin berkunjung" mohon Adit
"Sabar dulu ya.. mungkin lusa"
"Lusa.. lama banget" keluh Adit merengut
"Ih.. kayak anak kecil aja kamu " gemes Kiran
"Nanti kamu bakalan aku manjain deh.. janji" serius Kiran kasihan lihat suaminya.
"Beneran ya.. oke deh aku bakalan sabar nunggu di manjain aja kalau gitu" ucap Adit terpaksa.
"Dan aku bakalan kasih kamu surprise spesial" Kiran mengerlingkan matanya.
"wow.. apa ya.. jadi penasaran" senyum Adit mulai terbit.
"Kalau bilang sekarang namanya bukan surprise dong"
__ADS_1
"Iya deh.. semoga hamba selalu diberi kesabaran" doa Adit membuat Kiran terkekeh.