
Di dalam mobil Adit terus berfikir kenapa Istrinya itu berbohong padanya, tadi ia ingin sekali memeluk tubuhnya yang kini masih terlihat ramping setelah 3 tahun terpisah.
"Kau masih tetap menarik dimataku" lirih Adit.
"Bos, apa Nona masih marah padamu? " tanya Roy.
"Dia masih sangat marah padaku Roy, itu tanda nya dia sangat mencintaiku.. " bangga Adit.
"Bagaimana kalau dia tidak mau menerimamu kembali? "
"Aku akan memperjuangkan nya Roy, demi Kenzo" yakin Adit.
"Mendengar kata-katanya sepertinya Nona sangat benci padamu Bos" ucap Roy terkekeh geli.
"Dan ya.. anak anda sangat mirip dengan anda sewaktu kecil" ejek Roy.
"Kau jangan salah, dia sangat tampan dan pintar sepertiku" bangga Adit membuat mata Roy terbelalak malas.
"Oke.. oke aku percaya itu" Roy mengakhiri perdebatannya dan melajukan mobilnya kembali ke hotel.
"Aku ingin tetap tinggal untuk beberapa hari ke depan Roy" ucap Adit saat memasuki kamarnya.
"Terserah anda Bos, tapi saya akan tetap kembali besok karena banyak pekerjaan di kantor pusat, saya permisi ke kamar" jawab Roy seraya undur diri.
"Terserah padamu" ucap Adit.
Dikamar Adit masih membayangkan wajah tampan anaknya .
"Dia tidak jauh beda denganku, aku yakin kami bisa bekerja sama dengan baik untuk menaklukkan Bundanya. " batin Sean sebelum memejamkan matanya.
Keesokan harinya karena ini hari libur Adit yang sangat bersemangat untuk datang ke rumah Kiran berusaha menghubungi Aldi untuk meminta alamat Istrinya.
Setelah mendapat info dari Aldi, Adit beranjak mencari alamat istrinya itu. Dan disinilah Adit sekarang, di sebuah apartemen elite di kotanya, Adit mulai memencet bel nya.
Sedangkan Kiran yang sedang menyuapi anaknya dikagetkan oleh bunyi bel di apartemennya.
__ADS_1
"Siapa sih yang bertamu pagi-pagi begini? " gerutunya sambil berjalan membuka pintu.
"Selamat pagi, mau cari siapa? " ucap Kiran saat pintu mulai terbuka dan menampilkan sosok yang selama ini ia coba untuk menghapus namanya dari dalam hatinya.
"Kau.. " ucap Kiran dan mencoba menutup pintunya kembali tapi Adit menahannya.
"Kiran tolong ijinkan aku masuk, aku hanya ingin bertemu dengan Anakku" mohon Adit.
"Untuk apa? "
"Aku merindukannya, selama 3 tahun aku menantikannya ijinkan aku untuk memeluknya" lirih Adit terus memohon hingga suara anak kecil menghentikan perdebatan mereka.
"Siapa yang datang Bun? " tanya Kenzo.
"Ini aku sayang" jawab Adit mendahului Kiran
"Om ganteng" teriak Kenzo senang.
"Ayo masuk Om" ajak Kenzo pada Adit membuat Kiran menatap jengah karena Adit terlihat tersenyum mrngejeknya seolah Anak-Nya ada di pihaknya. Kiran hanya duduk melihat ponselnya saat Kenzo begitu asyik dengan Adit, ada kebahagiaan karena Kenzo sudah bertemu dengan Ayah kandungnya, tapi disisi lain ia juga masih belum bisa memaafkan Adit.
"Aku sungguh sangat merindukanmu" lirihnya hingga sebuah tangan hangat menyapa tubuhnya.
"Aku juga sangat merindukanmu.. i love you" bisik Adit tepat di samping telinganya membuat tubuh Kiran berdesir.
"Lepaskan aku, untuk apa kau datang kesini? " ucap Kiran saat sudah terlepas dari delapan suaminya.
"Aku merindukanmu" jawab Kiran.
"Kita sudah tidak punya hubungan apa-apa lagi, bukanlah dulu aku sudah mengirim surat gugatan padamu.. jadi kau tidak ada hak lagi untuk menyentuhku" ketus Kiran memperingatkan.
"Kata siapa.. sampai saat ini aku belum menandatangani nya, jadi kau masih Istriku " santai Adit.
"Apa.. pergilah dan jangan ganggu aku lagi, bukankah kau kesini karena Kenzo" kesal Kiran.
"Dan aku juga ingin bertemu denganmu" ucap Adit sambil menggenggam tangan istrinya tapi Kiran menampiknya.
__ADS_1
"Pergilah bersama Viona, aku sudah merelakanmu.. jangan mempermainkan hatiku" mohon Kiran.
"Kau salah faham sayang.. aku dan dia tidak ada hubungan apapun, dia telah menjebak ku" Adit mencoba menjelaskan.
"Aku tidak percaya padamu, kau begitu menikmati sentuhan darinya dan aku tidak rela untuk itu" Kiran mulai berkaca- kaca membuat Adit tersenyum melihat kecemburuan Kiran.
"Apa kau cemburu, saat itu aku mabuk sayang.." goda Adit.
"Aku sangat marah melihat tubuhmu dipegang olehnya saat itu"
"Maafkan aku, dia memasukkan sesuatu ke minuman ku, percayalah tidak ada sesuatu yang terjadi di antara kami" jelas Adit.
"Aku masih belum bisa memaafkanmu" ketus Kiran menjauh dari Adit.
"Ya ampun susah sekali merayunya" lirih Adit memijat pelipisnya.
"Bunda kenapa Om? " tanya Kenzo pada Adit.
"Bunda hanya sedang marah Boy" jawab Adit berjongkok dan mengacak rambut Anaknya.
"Jangan panggil Om lagi, aku adalah Ayahmu" lirih Adit.
"Ayah Kenzo adalah Ayah Aldi" ucap Kenzo pada Adit.
"Aku juga Ayahmu sayang.. kalau kamu tidak percaya tanya sama Bunda"
"Bener Bun..Om ganteng ini Ayah Kenzo? " tanya nya lucu.
"Iya sayang, mulai sekarang panggil aku Ayah ya" pinta Adit pada Kenzo sambil melirik Kiran yang tidak kunjung memberinya jawaban.
"Bener Bun..? " tanya Kenzo lagi dan akhirnya Kiran mengangguk dan beranjak pergi.
"Ayah.. " panggil Kenzo berhambur kepelukan Adit.
"Boy mulai hari ini kita bekerja sama untuk merayu Bunda agar tidak marah lagi sama Ayah.. oke" ucap Adit.
__ADS_1
"Oke.. "