Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 75.KESAL 2


__ADS_3

"Sayang.. " rayu Kiran lagi karena tidak mendapatkan respon dari suaminya.


"Susah sekali sih ngerayu kang ngambek ini" batin Kiran dan mulai melonggarkan pelukannya pada Adit.


"Baiklah ..kalau begitu kamu istirahat aja aku ingin berenang dulu sebelum kita pulang ke rumah" ucap Kiran sambil mengambil baju renangnya dan keluar menuju kolam renang.


Adit yang masih kesal berjalan ke balkon melihat istrinya berenang dari atas, sore itu ia melihat istrinya sambil menikmati secangkir kopi susu, sampai saat ia melihat kebawah tapi tak menemukan istrinya di kolam lagi.


"Kemana dia, cepat banget ilangnya? " batin Adit bertanya-tanya. dia tidak menggubris sampai teedengar seorang tukang kebun berteriak minta tolong.


"Tolong.. "


"Tolong.. "


Adit menengok kebawah dan melihat seorang wanita sedang mengambang di tengah kolam.


"Oh syitt.. " Adit berlari ke bawah dengan panik dan langsung menceburkan dirinya ke kolam untuk menolong wanita yang tidak lain adalah istrinya kemudian membawanya ke tepi.


"Sayang.. bangun, jangan main-main kamu! " teriak Adit dengan takut, tapi Kiran tidak mau membuka matanya. Adit sudah mulai berkaca-kaca dan berusaha membangunkan istrinya.

__ADS_1


"Lebih baik dibawa ke atas aja Pak, diganti bajunya sekalian, dan semoga cepat sadar" ucap tukang kebun yang masih berada di dekat mereka, Adit langsung mengangkat istrinya dan membawanya ke atas.


"Terima kasih Pak, permisi" pamit Adit


Kiran tertawa dalam hati melihat ke khawatiran dari suaminya.


"Aku tau se kesal-kesalnya kamu sama aku kamu gak bakalan tega lihat aku terluka" batin Dea senang. Adit membawanya ke kamar dan membalur tubuhnya dengan minyak kayu putih serta mengganti baju istrinya.


"Sayang maafkan aku, aku tidak sengaja ingin marah padamu, aku cuma kesal saja kalau kamu dekat dengan laki-laki lain selain aku, dan aku juga sangat cemburu kalau ada laki-laki yang lebih tau tentang kamu daripada aku..I love you" curhat Adit sebelum dia beranjak meninggalkan istrinya dan meninggalkan kecupan manis disana, tapi belum beberapa langkah Kiran sudah menarik tangan Adit.


"I love you too" lirih Kiran manja sambil mata tetap terpejam dan menahan tangan Adit.


"Enggak, aku beneran kram tadi, tapi aku seneng kamu masih perduli sama aku" jawab Kiran beranjak duduk dan bersandar dengan wajah pucat nya.


"Jelas aku perduli sama kamu, kamu itu istri aku.. tolong jaga hati kamu hanya buat aku ya " mohon Adit.


"Kok kamu jadi melow gini Yang..aku rela kok buat tenggelam kayak tadi kalau itu yang bisa buat kamu perhatian sama aku.."


"Sttt..jagan ngomong kayak gitu" Adit membungkam bibir Kiran dengan bibirnya.

__ADS_1


"Aku gak suka kamu ngomong itu lagi" mohon Adit.


"Aku janji akan selalu jadi milikmu dan di hatiku ini hanya ada nama kamu tidak ada yang lain, kalau kamu gak suka aku menjalin komunikasi sama orang-orang dimasalalu..aku gak bakal lakuin itu, tapi tolong jangan diemin aku kayak tadi ya..aku gak kuat sayang" ucap Kiran sungguh-sungguh dan memeluk suaminya.


"Iya sayang.. tolong maafkan aku" bisik Adit di telinga Kiran. Saat tengah asyik bercengkrama tiba-tiba ponsel Kiran berdering, terlihat disitu dari nomor tidak di kenal, Kiran menggeser tombol hijaunya dan meng loudspeaker agar suaminya juga bisa mendengar nya.


"Hallo.. " Dea mengangkat telponnya sambil menatap Adit yang masih menggenggam tangannya.


"Hallo cantik.. ini aku Aldi" jawab orang dari sebrang. Kiran menatap Adit karena merasa suaminya itu sudah melonggarkan genggaman tangannya.


"Iya Al.. ada apa? " tanya Kiran ragu.


"Aku ingin mengundangmu makan malam sebelum kamu kembali, gimana? " tanya Aldi antusias.


Adit sudah memalingkan wajahnya sambil menahan kekesalannya dan Kiran pun sudah menyadari kalau suaminya tidak suka jika ia bertemu dengan orang di masa lalunya itu.


"Emmm.. maaf Al aku gak bisa, ini aku sudah siap-siap buat balik, maaf ya.. dah.. " Kiran menutup telponnya sepihak karena menjaga perasaan suaminya. Adit sudah hendak beranjak tapi Kiran tidak melepaskan genggamannya.


"Sayang.. kamu gak apa-apa kan? " tanya Kiran Sendu

__ADS_1


__ADS_2