
Pagi hari Kiran sudah berada di apartemen Bos nya, ia tidak mau kena hukuman tambahan karna telat datang, dia masuk ke kamar Bosnya dan tidak seperti biasanya tempat tidur bosnya itu sudah kosong, terdengar suara gemericik air dari kamar mandi.
"Mungkin dia sedang mandi, tumben sekali dia bisa bangun lebih awal, biar aku siapkan saja bajunya setelah itu baru memasak. " celetuknya
Saat sedang asyik memilih2 baju di lemari tiba2 Adit datang dengan hanya memakai handuk saja dan berdiri di belakang Kiran.Dia sengaja ingin menggoda Kiran.
"Astagfirullah.. apa yang Bapak lakukan ini, anda sudah mengagetkan saya saja. "
" Ini hukuman buat kamu karna seharian tidak memberikan kabar padaku.
"Hah.. apa.. hukuman.. tolong jangan begini Pak.. maafkan saya , " mohon Kiran
Adit mulai mendekati Kiran tanpa jarak dang mengungkungnya di tembok.
"Kenapa anda seperti ini Pak, bagaimana kalau nanti ada yang melihat kita, "
"Maka aku akan menikahimu."
"Apa" Kiran membulatkan matanya. "dengar pak aku tau anda sudah punya kekasih, jadi aku harap anda bisa menjaga hati anda, " tegas Kiran
"Kekasih, " ucap Adit merenggangkan tangannya.
"Dari mana kau tau" selidik Adit
"Bukankah kemarin kalian berpelukan dengan mesra di kantor? "dan aku melihat itu, jadi anda tidak bisa mengelak, " ucap Kiran
__ADS_1
"Apa kau cemburu, " senyum Adit mengejek
"Aku, cemburu.. tidak mungkin,siapalah aku sehingga harus cemburu,"sanggah kiran sambil memalingkan wajahnya.
" Benarkah begitu? "tanya Adit sambil melirik wajah Kiran yang bersemu merah.
"Lucu sekali dia" tawa Adit dalam hatinya.
"Baiklah, berikan bajunya aku akan bersiap2"
Kiran memberikan bajunya setelah itu pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan, dia membuat nasi goreng mentega untuk bosnya.
"Hmmmm.. wangi sekali, apa yang kau masak"
" Mulai saat ini aku akan menyukai apapun yang kau masak" ucap Adit mengerlingkan matanya.
"Apaan sih dia"Kiran bergidik ngeri
" Kenapa kau tidak sarapan juga"
"Nanti saja Pak, oh ya.. saya mohon ijin nanti mau mengunjungi ibu saya"
"Kapan itu? "aku akan mengantarmu"
"Tdak Pak, saya tidak mau merepotkan anda"
__ADS_1
"Tidak direpotkan kok, kau tunggu aku sepulang kerja ya."ucap Adit sambil me lap bibirnya dengan tisu.
" Baiklah aku berangkat dulu .. jangan lupa kirimkan makan siangku, aku ingin makan siang denganmu"
"iya baiklah, nanti kusiapkan"
****
Dikantor Aditya ada meeting dengan koleganya sampai siang tiba, saat memasuki ruangannya ia melihat Kiran sudah berada di sana dan menunggunya sambil memainkan ponselnya.
" Kau sudah datang,"Kiran mengangguk
"Baiklah ayo siapkan," dan disaat bersamaan ponsel Adit berbunyi, dia mengangkatnya dan duduk di sofa.
"Iya hallo, " Adit memberi isyarat pada Kiran untuk mendekat dan menyuapkan makanannya.
Kiran melotot"apa, yang benar saja dia minta disuapin, "Adit terus saja memberinya isyarat. dan dengan terpaksa Kiran melakukannya. sampai makanannya habis Adit belum menyelesaikan obrolannya, dia memberi isyarat lagi minta minum pada Kiran, dan setelah itu dia baru mengakhiri panggilannya.
"Terima kasih ya, hari ini aku sangat menikmati makan siangku, " ucap Adit menggoda
"Malah ngelunjak.. " lirih Kiran hendak beranjak untuk mencuci tangannya. tapi dengan sigap Adit menarik tangannya dan Kiran pun terjatuh ke pangkuan Adit, mata mereka bertemu, mengunci begitu lama sampai Adit membuka suaranya.
"apa yang kau katakan tadi aku bisa mendengarnya.. "
"Mengatakan apa.. aku tidak bicara apa2 kok" Kiran berusaha melepaskan diri dari Adit dan dia berlari ke kamar mandi.
__ADS_1