Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 95.MEMBUKA HATI KEMBALI


__ADS_3

"Aku.. " Kiran lebih mengeratkan pelukannya pada Adit.


"Aku sudah mencoba untuk memperbaiki hubungan ini demi Kenzo, tapi sepertinya kau enggan untuk mempercayai ku lagi" lirih Adit merasa kecewa.


"Karena sebuah hubungan yang tidak di dasari oleh kepercayaan pasti akan cepat hancur, untuk itu lebih baik aku menyerah dengan hubungan ini" ucap Adit mengakhiri ucapannya dan melepaskan pelukan Kiran dan pergi.


"Bagaimana kalau aku tidak mau menyerah dengan hubungan ini? " teriak Kiran sungguh-sungguh membuat Adit menghentikan langkahnya.


"Aku juga ingin memperjuangkan hubungan ini, karena itu tolong jangan menyerah secepat ini.. ajari aku agar bisa lebih mempercayaimu bukan hanya demi Kenzo tapi untukku sendiri tentunya" ucap Kiran mendekat pada Adit yang sudah menoleh padanya.


"Sayang.. apa kau serius dengan ucapanmu ini" Adit mulai berkaca-kaca karena terharu dan memeluk Kiran dengan erat.


"Kumohon jangan menangis" sendu Kiran saat bahunya terasa basah karena air mata suaminya.


"Kau tidak tau bagaimana aku menangis setiap malam karena merindukanmu"


"Dasar cengeng" ledek Kiran.


"Biarin.. "


"Aku kangen sifat manjamu ini" lirih Kiran dalam dekapan Adit.


"Benarkah.. bukankah kau asyik dengan Aldi selama ini? " canda Adit membuat bibir Kiran mengerucut.


"Dia orang yang selalu ada untukku, aku tidak akan pernah melupakan itu karena tanpa dia aku bukan siapa2" tanpa sadar Kiran memuji Aldi di depan Adit.

__ADS_1


"Iya.. aku tau karena aku adalah suami yang tidak bertanggung jawab pada anaknya.. bener kan? " telisik Adit.


"Tidak seperti itu, maafkan aku yang tidak mau mendengarkan penjelasanmu, aku sangat cemburu melihatmu bersama wanita lain apalagi dalam keadaan seperti itu" kesal Kiran.


"Aku juga minta maaf karena kurang tegas dengan Viona sehingga dia masih terobsesi padaku, mulai sekarang mari kita membuka lembaran baru lagi dan belajar untuk saling percaya agar kedepannya lebih baik" pinta Adit.


"Iya baiklah" jawab Kiran.


"Baiklah.. aku pulang dulu ya "


"Kenapa mesti pulang, apa kau tidak mau tidur bersama anakmu? " tanya Kiran.


"Apa boleh.. " tanya Adit berbinar.


"Tentu saja kau bisa tidur dikamarnya dan aku akan tidur di kamarku" ucap Kiran sebelum beranjak pergi.


"Aku tidak mempercayaimu untuk yang satu ini" tegas Kiran.


"Baiklah aku mengalah untuk yang satu ini" Adit masuk ke kamar Kenzo.


****


Pagi harinya Aldi datang ke apartemen Kiran untuk memastikan keadaannya karena sulit untuk dihubungi.


"Hai.. " sapa Adit saat Kiran sudah membukakan pintu untuknya.

__ADS_1


"Aldi.. ada apa kau mencariku? "


"Tidak apa-apa aku hanya khawatir denganmu karena dari semalam ponselmu sangat sulit dihubungi" ucap Aldi jujur.


"Aku tidak apa-apa Al, hanya sedikit pusing saja " jelas Kiran.


"Siapa yang datang sayang.. " teriak Adit dari dalam membuat seorang Aldi mengintip.


"Jadi semalam dia tidur disini? " heran Aldi sambil menunjuk ke arah Adit dengan senyuman.


"Aldi.. kenapa tidak membawanya masuk sayang.. " perintah Adit.


"Baik pak, Terima kasih.. bagaimana apa ada kemajuan dengan hubungan kalian? " ledek Aldi pada keduanya sehingga membuat wajah Kiran bersemu merah.


"Dimana Kenzo Sya aku mau pamit padanya" ucap Aldi.


"Pamit kemana? " tanya Adit dan Kiran bersama.


"Aku akan kembali ke Singapura" jawab Aldi.


"Apa.. kenapa mendadak sekali Al.. " kaget Kiran.


"Sudah Ada Tuan Adit yang akan menjagamu, jadi aku tidak khawatir lagi melepasmu.. semoga kalian selalu bahagia" doa Aldi.


"Aku akan merindukanmu nanti" ucap Dea tidak rela.

__ADS_1


"Mulai sekarang biasakan hidup tanpa aku" sedih Aldi.


"Al.. "


__ADS_2