
Adit mengikuti Viona masuk ke dalam ruangan VVIP.
"Tunggu sebentar ya aku pesankan minum dulu" pamit Viona membuat Adit mengangguk, setelah kepergian Viona Adit duduk di sofa sambil mengecek ponselnya berharap ada notifikasi dari istrinya, ia hendak menghubungi istrinya tapi melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukkan pukul 9 malam makan ia mengurungkan nya.
"Mungkin dia sudah tertidur" batin Adit
Beberapa menit kemudian Viona datang membawa beberapa minuman dan camilan.
"Apa kamu mau makan Dit? " tanya Viona
"Gak usah, aku gak laper" tolak Adit.
"Oke.. kalau begitu kita minum saja yah" ajak Viona sambil menyerahkan segelas minuman kepada Adit.
"Apa ini.. " tanya Adi dahulu.
"Ini minuman soda biasa saja" jelas Viona tanpa Adit sadari ia telah memasukkan sesuatu ke gelas Adit dan tanpa curiga Adit pun meminumnya hingga setengah gelas tersisa membuat Viona tersenyum puas dalam hatinya.
"Kamu disini sedang apa Dit? " tanya Viona basa-basi.
__ADS_1
"Ada perlu soal kerjaan" jawab Adit singkat karena merasa kepalanya mulai pusing dan pandangannya kabur.
"Vi aku mau pulang" pamit Adit hendak berdiri tapi kepalanya terasa berputar dan tubuhnya memanas.
"Kamu gak apa-apa Dit" tanya Viona memegangi tubuh Adit yang oleng.
"Aku pusing" keluh Adit.
"Ya udah biar aku antar aja kembali ke hotel" tawar Viona sok iba membuat Adit mengangguk karena tidak ada pilihan lain.
Dan akhirnya Viona mengantarkan Adit ke hotel dan memapahnya sampai ke kamar, Adit merasa tubuhnya semakin panas dan kepalanya pusing.
"Kau istirahat dulu, aku numpang ke kamar mandi sebentar ya" pamit Viona berjalan menuju Kamar mandi, Viona sudah merencanakan semuanya dan tidak akan menyia-nyiakan malam ini untuk bisa bersama laki-laki pujaan hatinya. Di dalam kamar mandi Viona sudah mengeluarkan lingerie **** berwarna maron dari dalam tas nya, ia berdandan cantik untuk menyerahkan seluruh jiwa raganya pada laki-laki impiannya. Saat keluar dari kamar mandi ia melihat Adit masih memijat pelipisnya.
"Sayang.. Kiran kemarilah" lirih Adit penuh dengan kabut gairah. Adit menarik tangan Viona ke dalam pangkuannya.
"Sayang aku kangen sama kamu" ucap Adit membelai wajah Viona yang ia rasa itu adalah istrinya.
"Sialan.. disaat seperti ini pun kau masih saja ingat pada istrimu " kesal Viona dalam hati.
__ADS_1
"Iya sayang aku juga merindukanmu" jawab Viona membuat Adit semakin menggebu dan membawa Viona ke dalam dekapannya, Adit benar-benar sudah tidak dapat melihat dengan benar siapa yang sedang di cumbunya saat ini, Viona yang lebih agresif dan lebih mendominasi kegiatan yang tidak seharusnya terjadi itu, Saat Adit sedang mencumbu nya tiba-tiba Viona melihat ponsel Adit bergetar dan ia meraihnya terlihat nama Kiran disana membuat Viona geram dan mematikan ponselnya.
Sedangkan dirumah Kiran sudah mulai gelisah karena belum mendapatkan kabar dari suaminya. entahlah malam itu ia terbangun karena tiba-tiba perasaannya tidak enak dan ingin segera menghubungi suaminya, tapi ponselnya malah tidak aktif.
"Sayang..tidak biasanya kamu seperti ini, apa yang sebenarnya terjadi.. perasaanku jadi tidak enak" lirih Kiran mondar-mandir di kamarnya merasa khawatir.
Adit yang dikhawatirkan malah sedang bercumbu dengan mantan kekasihnya di dalam sebuah kamar hotel tempatnya tinggal.
"Sayang aku mencintaimu" bisik Viona di telinga Adit sambil membuka satu persatu kancing kemeja kemudian celananya meninggalkan boxer nya saja, ia yang sedari tadi sudah menanggalkan lingerie nya sudah tidak sabar menanti penyatuan dirinya dan Adit.
*****
Menjelang pagi Adit mengerjapkan matanya dengan bingung, ia merasa kepala nya masih sedikit pusing, Adit terbangun karena mendengar sayup2 isakan dari seorang wanita.
"Apa yang terjadi denganku dan siapa kau? " lirih Adit sambil memijat pelipisnya dan alangkah kagetnya dia melihat Viona berada disampingnya tanpa sehelai benang pun dalam keadaan menangis.
"Viona .. ada apa ini" teriak Adit geram.
"Tega sekali kamu Dit.. " ucap Viona mendrama membuat Adit semakin takut.
__ADS_1
"Gak.. jangan bilang kalau kita.. " Adit beranjak ke kamar mandi dan mengusir Viona dari kamarnya.
"Pergi kau.. " teriak Adit