Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 47.PERMINTAAN


__ADS_3

Adit menurunkan istrinya diranjang, Ia memandangi istrinya itu penuh cinta.


"Apa kau sudah tidak marah lagi padaku" tanya Kiran sendu.


"Tergantung"jawab Adit terkekeh.


" Kok tergantung? "


"Tergantung bagaimana kamu menjaga hati aku kedepannya.


" Tergantung bagaimana kamu memprioritaskan aku daripada yang lain.


"Dan... " Adit menggantung ucapannya.


"Dan apa maksudnya? " serius Kiran.


"Dan... bagaimana kamu membuatku puas"jawab Adit dengan suara paraunya.Kiran memicingkan matanya.


"Puas apa sih.. aku gak ngerti deh" kilah Kiran hendak beranjak tapi Adit sudah menarik tangannya.


"Mau kemana? "


"Ke kamar mandi sebentar boleh gak? " dengus Kiran.


Adit terkekeh geli dan melepaskan tangan istrinya itu yang hendak beranjak ke kamar mandi.Adit membuka laptopnya dan melanjutkan pekerjaan yang belum terselesaikan. Kiran keluar dari kamar mandi dengan muka masam,Ia merangkak ke atas ranjang menggunakan paha Adit sebagai bantalan. Adit tersenyum melihat tingkah istrinya itu.


"kenapa sayang..tidurlah dulu,aku masih banyak pekerjaan,posisikan tidurmu dengan benar biar tidak pusing." ucap Adit sambil terus mengotak atik laptopnya.


Kiran mendongak, "apa ada yang lebih penting dari istrimu"dengus Kiran. Adit menghentikan kegiatannya."Kamu juga penting dalam hidupku"cup"Adit mengecup singkat bibir Kiran yang mengerucut itu dengan gemas.

__ADS_1


" Tunggu sebentar lagi akan selesai sayang, " ucap Adit sambil mengelus rambut Kiran.


Satu jam kemudian Adit menutup laptopnya ia melihat tidak ada pergerakan dari istrinya.


"Kamu manis sekali saat tertidur begini" lirihnya.


Adit membenarkan tidur istrinya menggunakan tangannya sebagai bantalan dan memeluknya erat. "selamat malam.. semoga mimpi indah" ucap Adit lalu memejamkan matanya.


Tengah malam Kiran terjaga dari tidurnya, Ia mengerjapkan matanya menetap sosok laki2 yang selama ini mengisi hari2 nya, Ia meraba wajah suaminya itu menikmatinya dari dekat sehingga terbit senyum kecil dari bibirnya.


"Kamu gemesin banget kalau lagi tidur kayak gini, " lirihnya. Adit sebenarnya sudah mulai tersadar saat belaian tangan Kiran mengusap halus wajahnya, namun dia masih pura2 memejamkan matanya menikmati sentuhan yang jarang ia rasakan itu, sampai beberapa menit Adit sudah tidak tahan untuk menggoda istrinya.


"Apa kau sudah puas? " suara Adit mengagetkan istrinya.


"Ya ampun.. sejak kapan kamu terbangun? "


"Tidak perlu malu begitu dong" ucap Adit sambil memeluknya dari belakang dan mengeratkan pelukannya.


" Sayang boleh aku mengajukan 1 permintaan? "tanya Adit serius masih dalam posisi mendekap istrinya.


" Katakan.. apa permintaanmu, kalau aku mampu akan aku kabulkan"jawab Kiran keheranan.


"Bisakah mulai saat ini tidak ada apapun rahasia diantara kita? "


"Iya baiklah.. dan aku juga punya 1 permintaan! "


"Katakan.. "


"Aku hanya ingin kau percaya sepenuhnya padaku apapun yang terjadi, begitu juga denganku akan berusaha percaya padamu" ucap Kiran sambil berbalik dan memeluk erat suaminya. Adit mengangguk sambil mengecup keningnya.Kiran memejamkan matanya merasakan sensasi yang tiba2 muncul, Adit mulai membelai rambut Kiran dan ******* bibir merah muda itu dengan mesra.

__ADS_1


"Apa aku boleh melakukannya sekarang" tanya Adit dengan suara seraknya. Kiran mengangguk lemah lalu memejamkan matanya menikmati sentuhan2 lembut dari suaminya.Malam menjelang subuh itu menjadi saksi bisu dua orang yang menyatu untuk pertama kalinya. getaran2 aneh mereka rasakan.


"e ughh.." lenguhan panjang terdengar saat Adit mulai menuruni lembah kenikmatan, Ia merasakan gelenjar aneh dalam dirinya.


"Sayang apa kamu sudah siap, ini akan sedikit sakit tapi setelahnya kamu akan merasa nyaman" bisik Adit. Setelah menhujamkan senjatanya pada tempat yang sudah selayaknya Adit berusaha bergerak halus supaya tdk menyakiti istrinya.


"Boleh aku bergerak lebih? " tanya Adit


Kiran mengangguk pelan tanda ia telah siap menjadi wanita seutuhnya. Adit mulai menggerak2 kan pinggulnya dan merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Sayang ini sangat nikmat sekali" desah Adit saat semuanya sudah ia tuntaskan,ia menelusup kan wajahnya di ceruk leher istrinya dengan nafas yang masih memburu. Kemudian mengusap peluh di kening istrinya dan mengecupnya singkat.


"Terima kasih sayang kau telah menjaga ini semua buat aku suamimu, " senyum Adit mengembang melihat muka Kiran yang memerah karena malu.


"Bagaimana perasaanmu, apa masih sakit? "


"Ih apaan sih tanya begitu"ucap Kiran sambil menutup wajahnya dengan selimut.


" Baiklah mari kita lanjutkan tidur"ucap Adit lagi terkekeh geli memeluk istrinya.


Tepat jam 5 pagi Kiran terlonjak mendengar bunyi alarm dari ponselnya.


"Ya ampun aku ada jam pagi, "Ia meloncat begitu saja menuju kamar mandi tanpa sengaja menginjak perut Adit.


" Auwww.. sayang pelan2 dong"keluhnya sambil merintih kesakitan memegangi perutnya.


"Aduh.. kenapa ini ngilu sekali" keluh nya merasakan perbedaan dipusat intinya.


"Kenapa tidak jadi pergi? " heran Adit melihat Kiran terdiam ditempatnya

__ADS_1


__ADS_2