
Setelah sarapan Adit berangkat ke kantornya dijemput asistennya, di perjalanan Adit senyum2 sendiri dan dia tidak menyadari kalau asistennya memperhatikannya dari tadi, "Ada angin apa bos, bahagia banget kayaknya, " ejek Roy sambil menahan tawanya.
"Mau dipecat kamu, jangan ikut campur, " jawab Adit dengan tatapan tajamnya. "masak iya sih aku senyum2 sendiri dari tadi, " Keluh Adit dari hati.
"Tapi saya senang lo melihat Bos sebahagia ini.. senyum Roy mengembang, saya berharap anda bisa melupakan masalalu yang kelam itu Bos.
" Sudah lah Roy jangan seformal ini kalau diluar kantor, kau adalah sahabatku sejak kecil,kau paling mengenal aku, masalaluku dan semua kehidupanku bahkan kulewati bersamu.
"Iya baiklah, " Roy sangat ingat bagaimana Bos nya itu berjuang menata hidupnya selama 2 tahun keterpurukannya.karena Roy tidak pernah melewatkan sedikitpun hari dimana Aditya bisa bertahan sampai sekarang ini karena wanita yang tidak layak untuk diperjuangkan."sesal Roy berkaca2.
"Ada apa denganmu Roy, kenapa kau jadi diam begitu, bukankah aku sudah mulai bangkit.. jadi tersenyumlah.. jangan bersedih lagi."hibur Aditya
****
Adit sangat sibuk hari itu, banyak pekerjaan yg harus ia kerjakan, sampai menjelang makan siang Adit tiba2 memikirkan sesuatu. ia mengambil ponselnya.
"Halo, aku ingin kau siapkan makan siangku, antarkan kekantor, setelah ini akan ada supir yang menjemputmu,"Adit menutup tlpnya.
__ADS_1
Dirumah..setelah Kiran menutup tlp dari Bosnya ia sibuk menyiapkan makan siang dengan menggerutu. " apa2 an sih dia, seenaknya saja main perintah2 dadakan gini, aku kan jadi repot, "huh... dengusnya.Setelah beberapa menit supir datang dan membawa Kiran ke kantor.
*****
Dikantor..saat Adit selesai meeting dia segera masuk ke ruangannya dan dia dikagetkan dengan kedatangan seseorang di masa lalunya, seorang wanita yang telah lama namanya dikubur oleh Adit. wanita itu mendekati Adit yang masih diam diambang pintu.
"Dit, bagaimana kabarmu"? ucap wanita itu
" bagaimana kau bisa masuk keruangan ku"? jawab Adit sambil berjalan menuju jendela kaca di ruangannya..
"Dit aku kesini hanya ingin minta maaf saja, tolong maafkan aku.., " ucap wanita itu dengan berkaca2.
" Tapi dit aq sakit, aku hanya ingin jika nanti aku meninggalkan dunia ini kau sudah memaafkan aku."ratap wanita itu sendiri
"Apa? sakit.. jangan mengada2 ya kamu karna ucapan adalah do'a."
"Aku tidak mengada2.. ini buktinya, " jawab wanita itu sambil menunjukkan surat keterangan dari dokter. Adit membaca surat itu dengan teliti.
__ADS_1
"Tidak mungkin..
" Itu benar.. kau sudah membaca sendiri kan?" tangis wanita itu berada dipelukan Adit.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang telah menatap mereka dari kejauhan,Kiran berdiri diambang pintu melihat adegan di dalam ruangan itu saat melihat pintunya tak tertutup sempurna, dia berbalik dan menitipkan makan siang Bosnya pada sekretarisnya.
" Mbk tolong titip makanan ini buat Bos ya, sepertinya dia sedang menerima tamu,"ucap Kiran.
"Baiklah," kalau Bos tanya dari siapa? "
"Bilang saja dari orang rumah"
"Baiklah, akan saya sampaikan
Kiran pulang begitu saja tanpa menemui Aditya, dia kembali ke kosnya dulu untuk sementara waktu," aku akan pulang ke kos saja sekarang"Kiran berharap bos nya itu tidak mencarinya untuk sementara waktu.
"Setelah kepergian wanita yg menemuinya, Adit baru teringat tentang Kiran. " kenapa dia belum sampai juga"ucapnya sambil mengangkat tlp nya.
__ADS_1
"Rani, keruanganku sekarang"