
Dimobil Adit benar2 merasa bersalah, tangan kanannya mentetir dan tangan kirinya terus memegang tangan Kiran sambil sesekali menciumnya. Kiran terkekeh melihat tingkah Adit.
"Tolong fokuslah ke jalan aku tidak mau terjadi apa2 nanti" senyum Kiran
"Iya sayang.. iya.. ini fokus kok, "
"Kalau fokus lepasin dong tangan aku"
"jangan lah.. biarkan seperti ini saja ya"Adit mengerling manja.
"Ih.. sok imut banget, "ucap Kiran dan Adit tertawa terbahak2. tidak ada pembicaraan serius di dalam mobil hingga sampai di apartemen. Adit menggandeng tangan Kiran saat memasuki lift.
" Pak.. tolong lepasin.. ini ditempat umum..malu.. "bisik Kiran
" Sampai kapan kau akan memanggilku pak? "
Senyum Kiran mengembang, " maaf aku sudah terbiasa, memangnya aku harus memanggil apa? "
"Panggil nama aja, atau panggil sayang bagus tuh, " celetuknya
"Apa.. sayang, "
"Jangan kaget begitu dong, kau harus terbiasa sebelum kita menikah" mereka memasuki apartemen.
"Sekarang masuklah bebersih, besok bikin janji dengan kakakmu, aku ingin minta maaf"
"Iya baiklah"sesampainya dikamar Kiran mendapat tlp dari kakaknya.
" Hallo.. iya kak"
"Dek.. bagaimana kabarmu? "
"Aku baik2 saja Kak"
__ADS_1
"Apa tadi kekasihmu, sepertinya dia sangat mencintaimu ya, sampai2 Kakakmu ini jadi korban kecemburuan nya" Marcel terkekeh.
"Kakak... dia hanya tidak tau kalau Kakak adalah Kakakku, dia memang benar2 pencemburu, " Kiran menghembuskan nafas panjang. "besok dia ingin bertemu denganmu Kak"
"Baiklah, sekarang istiratlah"
"Iya, kakak juga istirahat ya"Kiran menutup tlpnnya. malam itu mereka beristirahat dengan damai hingga pagi menyapa.
Pagi hari setelah sarapan seperti biasa Adit mengantar Kiran ke kampusnya. saat akan beranjak turun Adit menahannya.
"Ada apa lagi "
"Salam perpisahannya mana"ucap Adit sambil menunjuk bibirnya. Kiran menatapnya lekat ia mendekat dan " cup"sebuah kecupan kecil dipipi ia sematkan sebelum beranjak pergi.
"Cukup.. nanti kalau sudah halal baru boleh minta lebih" ucap Kiran.
Adit tersenyum"Baiklah, semoga aku sabar sampai waktu itu tiba"celetuknya.
******
"Apa kau sudah selesai"
"Iya sudah, ini sudah mau pulang, tp aku mampir dulu ya nongkrong sama teman2,boleh kan?"Oh ya nanti malam kita akan bertemu dengan Kakakku, jangan lupa ya. "
"Iya sayang sebentar lagi aku pulang ya, ini baru selesai meeting, kamu hati2 ya pulangnya, ingat jauh2 dari cowok2 disekelilingmu, aku gak suka" ancam Adit.
"Sekalian aku mau ijin di boncengin sama Raka" ucap Kiran santai
"Tidak sayang, aku kan udah bilang jangan deket2 ini malah mau di boncengin" kesel Adit
"Iya.. iya.. bercanda kok" udah ya nanti jam 5 sore aku pulang.. dah.. "Kiran menutup tlpnnya. Tak terasa sampai sore Kiran nongkrong sama temen2 nya.
" Udah ya gue mau balik dulu, ada janji "pamit Kiran pada teman2 nya.
__ADS_1
" Sekalian aja kita cabut bareng, yuk aku anter pulang, kita kan searah.
"Ok, baiklah" kali ini Kiran pulang bareng sama Bisma, mudah2 sampai rumah si pawang gak marah2 nanti. Sampai diaparteman kebetulan Kiran berpapasan dengan mobil Adit. .
Adit yang masih di dalam mobil sangat geram melihat Kiran keluar dari mobil laki2. "Roy , kau bisa langsung pulang. "
"Baik Bos, " Adit keluar dari mobil menatap Kiran dari jauh dengan melipat tangannya ke dada.
"Makasih ya..hati2 dijalan ya Bis, " ucap Kiran melambaikan tangannya. saat berbalik ia kaget melihat Adit berada dibelakangnya.
"Ya ampun bikin kaget aja" baru pulang juga ya?"tanya Kiran Kikuk seperti orang yang keciduk selingkuh.
"Enak ya dianter cowok ganteng sampai rumah? "kesel Adit.
"Cuma anter doang masak gak boleh sih! "ayo kita masuk sebentar lagi ketemu sama Kakak."
mereka masuk untuk bebersih dan bersiap2 ke sebuah pusat pembelanjaan untuk bertemu dengan Kakaknya. Dijalan Adit diam saja dia benar2 masih kesal pada kekasihnya itu.
"Kenapa dia jadi jutek gini,"aku harus bisa jinakin dia sebelum sampai tujuan.
" Sayang... kok jutek gitu, gak seneng ya mau ketemu kakak ipar? "goda Kiran, tapi Adit masih saja tidak merespon. "Ya ampun kenapa susah banget jinakin dia, " Ok Kiran jadilah wanita penggoda untuk malam ini."Kiran mencoba meraba dada Adit sok merapikan dasinya,dia juga membelai rambut Adit.
"Kenapa dia.. apa dia mau menggoda ku? "Ok.. kita lihat sampai dimana kau bisa meluluhkan hatiku, " ucap Adit tersenyum dalam hati.
Kiran terus saja melanjutkan aksinya sampai tiba2 reflek Kiran mencium lembut pipi Adit .
"Ya ampun Kiran.. murahan banget kamu hari ini, Ok lah semoga si macan ini segera jinak, " batinnya
Adit tiba2 menghentikan mobilnya membuyarkan konsentrasi Kiran yang sedang terpejam menikmati perannya. Adit menatapnya sendu
"Kau mau menggodaku ya?" ucapnya sambil mendekat ke arah Kiran.
"Tidak.. aku hanya ingin memastikan kalau kau tidak ngambek lagi.. itu aja kok! "
__ADS_1
"Tapi yang dibawah sana sudah terlanjur tergoda... gimana dong? "senyum semirk Adit
" Hah.. apa...!