Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 58.PUNCAK KEMARAHAN KIRAN


__ADS_3

"Astaga" ucap Raka


"Kenapa..? "tanya Bisma


" Dia metutup telponnya"


"Jangan2 dia marah Ka" seloroh Bisma


"Mungkin aja tuh suaminya selingkuh kali, istri mana yang gak marah kalau suaminya sama wanita lain berdua gitu" Raka ikut2 an kesal


"Tau ah gak ikut masalah rumah tangga orang" ucap Bisma lagi dan melanjutkan makannya.


****


Sementara itu Jihan yang bertemu dengan Adit setelah sekian lama merasa canggung, tapi lama2 obrolan mereka mencair begitu saja.


"Apa kamu sudah menikah Ji" tanya Adit serius.


" Kenapa? apa kamu mau melamar ku" canda Jihan.


"Apa.. tidak Ji aku hanya bertanya saja."


"Lagian aku juga gak bakalan mau sama kamu, iya aku sudah menikah dan memiliki 2 anak Dit" jelas Jihan


"Benarkah? " apa kau sudah lama bekerja diperusahaan ku? "


"Iya.. aku bekerja disana sudah 4 tahun" senyum Jihan.


"Aku hanya ingin tau bagaimana keadaanmu setelah kejadian itu Ji.. karena kamu menghilang begitu saja tanpa menjelaskan padaku apa yang terjadi malam itu" ucap Adit penasaran.


"Tidak terjadi apa2 malam itu Dit.. aku jamin kamu masih perjaka" lirih Jihan sambil tertawa menggoda Adit.

__ADS_1


"Bisa kamu jelaskan padaku detailnya Ji" pinta Adit lagi.


"Cerewet sekali kamu"


"Terus terang masalah ini sangat menggangguku hingga saat ini, bahkan aku merasa bersalah pada istriku karena sudah menyembunyikan ini darinya.. "


"Menyembunyikan apa.. "


Suara yang tiba2 muncul mengagetkan Adit, suara yang sangat ia kenali siapa pemiliknya, ia pun beralih ke asal suara .


"Sayang.. " lirih Adit Terlonjak kaget mendapati istrinya disitu.


****


Flashback on


Kiran yang beberapa saat yang lalu sedang kesal dan penuh amarah sudah ada diperjalanan menyusul suaminya ke Semarang naik pesawat ,Satu jam kemudian ia sudah sampai di Semarang dan beralih menghubungi Roy.


"Saya sedang diluar hotel, tapi kalau Bos sedang makan malam di resto hotel Nona, ada yang bisa saya bantu" ucap Roy.


"Tidak usah, kirimkan saja alamat hotelnya" jawab Kiran langsung mematikan ponselnya.Setelah menerima alamat dari Roy Kiran bergegas menuju hotel tersebut.


Begitu sampai di Hotel Kiran langsung menuju resto dan melihat suaminya sedang duduk bersama seorang wanita yang tidak ia kenali itu siapa. Kiran mendekat dan samar2 mendengar suaminya berbicara.


****


Flashback off.


"Sayang.. " lirih Adit Terlonjak mendapati istrinya disitu.


"Menyembunyikan apa Pak Adit, tolong jelaskan" tegas Kiran mulai berkaca2.

__ADS_1


"Sayang... dengarkan aku... "


"Apa ini yang kau sembunyikan sembunyikan selama ini? " jawab! "teriak Kiran menggema


" Sayang tolong jangan salah faham.. duduklah nanti aku jelaskan" bujuk Adit


"Aku mau pulang.. Kita bahas ini dirumah" Kiran beranjak pergi dan Adit mengikutinya.Kiran memasuki mobilnya dengan amarah.


"Sayang biar aku saja yang nyetir" lirih Adit tapi Kiran tidak menggubris nya. Adit diam mijat pelipisnya dan masuk kedalam mobil. Adit melihat istrinya itu menyetir dengan penuh amarah dan air mata, sesekali ia mengusap air matanya itu sambil menyetir.


"Ya ampun serem sekali dia kalau marah" batin Adit. ia tidak berani membuka kata lagi takut kalau istrinya itu tambah emosi, ia melihat istrinya itu trus menangis dan dapat dipastikan pandangannya sedikit kabur, Adit takut terjadi sesuatu jika istrinya itu nekad menyetir. untung saja waktu saja jalanan yang mereka lewati sepi. tapi beberapa saat kemudian ada abang2 baso menyebrang.


"Sayang.. awaaaaassss" teriak Adit dan seketika Kiran mengerem mendadak sampai2 kepala Adit terbentur Dashboard mobil dan berdarah. sedangkan Kiran menundukkan kepalanya pada setir mobil sambil menahan nafasnya.


"Sayang kamu tidak apa2 kan? " tanya Adit


Kiran tidak mendengarkan suaminya dan keluar dari mobil, ia berlari tanpa tujuan menghindari suaminya. Adit yang melihat itu sontak saja langsung keluar dan meminta maaf pada abang baso yang hampir tertabrak itu.


"Maaf ya bang.. abang tidak apa2 kan? ini buat abang" Adit memberi beberapa lembar uang pada abang baso tersebut.


"Terima kasih mas.. Alhamdulillah saya tidak apa2.. itu istrinya ya mas..? " tanya abang baso itu.


"Iya bang"


"Lain kali hati2 mas kalau nyetir, kalau lagi ada masalah selesaikan baik2 bujuk istrinya mas"


"iya bang Terima kasih.. saya permisi" pamit Adit pada abang baso dan berlari mengejar Kiran.


Malam itu tiba2 turun hujan Adit yang begitu khawatir dan terus berjalan mencari istrinya, sampai di tepi danau ia melihat Kiran duduk terisak disana.Adit pun mendekatinya dan duduk bersimpuh dibelakang Kiran lalu memekuknya.


"Maafkan aku.. " lirih Adit memeluk istrinya dari belakang.

__ADS_1


__ADS_2