
Kiran menatap sengit, "tau ah.. " Kiran bergegas ke kamar mandi sambil mendengus"dasar suami gak peka, lihat istri susah jalan digendong kek, ini malah pura2 g ngerti, gimana sih dia"omelnya.
Tanpa dia sadari suaminya sudah berdiri dibelakangnya sedari tadi mendengar ocehannya.
"Apa yang bikin susah jalan emangnya? " Adit tersenyum menggoda istrinya sambil bersedekap tangan didadanya.Kiran terlonjak kaget menoleh ke arah suara"sejak kapan kamu disitu? "untung aku gak jantungan" kesalnya.
"Sejak kamu ngomel2 aku bukan suami peka" jawab Adit sambil mendekat."mana sih yang sakit coba aku periksa"godanya sambil menarik tangan istrinya mendekat.
"Tidak.. tidak usah diperiksa" cengir Kiran merasa malu.Ia mendorong tubuh Adit agar keluar dari kamar mandi dan menguncinya.Kiran bersandar di pintu dan memegangi dadanya, "apa2 an dia mau periksa segala" kesal Kiran.Setengah jam berlalu Kiran tak kunjung keluar membuat Adit khawatir.
"Sayang.. kamu gak papa kan! kok lama banget? " tanya Adit sambil mengetok pintu kamar mandi. Tidak lama kemudian Kiran membuka pintunya perlahan dan menyembul keluar dengan muka merah karena malu, Adit bersedekap di dada melihat istrinya dari atas sampai bawah sambil tersenyum menggoda.
"Kenapa muka kamu begitu, ada yang kamu sembunyikan dari aku ya? "
"Gak kok, " Kiran menggelengkan kepalanya,"udah ah kamu masuk sana bebersih"
Setelah Adit masuk ke kamar mandi Kiran duduk di depan meja rias sambil melepaskan handuk dari kepalanya.Ia melihat bekas kemerah2 an di sekitar lehernya. "Kalau kayak gini gimana cara nutupin nya.. masak iya harus pakek syal sih!" dengus Kiran.
"Apasih sayang..yang harus ditutupi? "sahut Adit baru saja keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk sebatas pinggang dan handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya. Ia berjalan mendekati istrinya sambil tersenyum.
" Ini gimana nutupinnya, aku kan mau kuliah.. malu "Kiran cemberut sambil menunjuk bagian lehernya.
__ADS_1
Adit terkekeh geli, " gak usah ditutupin gak papa, kalau ada yang nanya bilang aja itu maha karya suami kamu tercinta ini"goda Adit sambil menaik turunkan alisnya. Spontan Kiran melempar sisir ke arah Adit, "Sayang serius dong, nyebelin deh ah" kesel Kiran
"Bercanda sayang, ya udah sini aku bantuin tutup pake foundation aja biar samar, gimana? " ucapnya sambil meletakkan handuk kecilnya dan mengambil foundation di meja rias. Adit menbungkuk memeriksa area leher Kiran sambil berucap lirih"harusnya kamu bangga dong dengan hasil karya suami kamu,ini malah ngomel2 kek gini."Kiran menatap suaminya yang lagi asyik mengomel, hembusan nafas Adit membuat area leher Kiran meremang, sepersekian detik tatapan mereka bertemu tanpa kata lalu tiba2 "Cup" Adit mencuri kecupan singkat dibibir Kiran yang sedang diam terpaku. Kiran kaget mendapat serangan mendadak itu"Apasih.. selalu ngagetin"teriak Kiran sambil memukul bahu Adit.
"Fokus dong, jangan melamun.. nanti kesambet gimana? "
"Siapa juga yang melamun" sanggah Kiran.
"Dah selesai.. tuh kan dah gak kelihatan, lain kali aku bikinnya di daerah tertutup deh.. janji"
"ish.. kamu, sini duduk gantian biar aku keringin rambut kamu, " ucap Kiran sambil beranjak menarik Adit untuk duduk ditempatnya dan mulai mengeringkan rambut suaminya.
"Makasih sayang.. seneng deh ada yang urusin" senyum Adit mengembang.
Pagi itu terasa berbeda, ini hari pertama mereka sarapan pagi sebagai pasangan.
"Sayang nanti berangkatnya mau bareng aku apa gak" tanya Adit
"Emangnya kamu gak telat kalau nganter aku dulu"
"gak papa kan kita searah berangkatnya, kebetulan hari ini gak ada meeting pagi kok"ucapnya
__ADS_1
" ok deh bareng aja"ucap Kiran sambil menghabiskan sarapannya.Pagi itu mereka berangkat bersama, Adit menurunkan istrinya di gerbang kampus.
"Yang pinter ya, jauh2 dari cowok aku g suka" ancam Adit.
"Ih.. ngancem, siap Bos..makasih sayang, selamat bekerja," jawab Kiran seraya memberi hormat dan beranjak keluar tapi dengan sigap Adit menariknya tangannya.
"Tunggu dong, buru2 banget deh.. hadiahnya mana? "
"Hadiah apa maksudnya? "
Adit menunjuk pipinya, "ih mesum kamu"
"Ayo buruan keburu telat nih" rengek Adit
"Oke, Kiran mendekatkan diri dan mencoba mengecup singkat pipi suaminya tapi Adit menoleh dan bibir Kiran terasa basah.
Kiran melotot kaget" ih curang deh kamu"kesel Kiran.
"makasih sayang, selamat belajar" pamit Adit melajukan mobilnya.
Sesampainya dikantor Adit selalu mengukir senyum pada semua orang yang ia temui.
__ADS_1
"Si Bos kenapa ya, auranya beda hari ini" ucap salah satu karyawannya.
"Iya bener kata kamu, tapi itu bagus .. semoga memberi energi positif bagi para bawahannya" ucap yang lain.