
Malam itu selesai makan malam Adit sedang menyelesaikan pekerjaannya yang ia bawa ke rumah.Adit duduk santai lesehan di ruang tengah di depan TV sebelum tiba-tiba Dea datang menghampirinya. Dea duduk di atas sofa dan mengalungkan tangannya keleher Adit dari arah belakang sambil memberikan kecupan singkat di pipinya.
"Jangan merayuku, katakan ada apa? " tanya Adit sambil menarik tangan Kiran dan mengecupnya singkat dengan tatapan fokus ke laptopnya.
"Sayang aku tidak merayumu, aku hanya kangen cerewetmu saja" Kiran mengerucutkan bibirnya. ia pun duduk disebelah suaminya dan tidur di pangkuannya. "Bolehkah aku minta sesuatu" lirih Dea takut sambil mendusel di perut Adit menunggu respon suaminya. Hening membuat Kiran mendongakkan kepalanya dan kaget saat melihat tatapan tajam suaminya, ia pun menyeringai.
"Aku sangat mengenalmu.. jika manja seperti ini pasti ada yang kau mau" ledek Adit membuat Kiran mengerucutkan bibirnya.
"Katakan" tegas Adit
"Ehmm.. sayang besok sabtu aku ijin liburan ya? " ijin Kiran memelas.
Adit membola" Bagaimana mungkin dia akan pergi padahal minggu nya adalah hari ulang tahunku" batin Adit kesal.
"Kemana? "
"Ke Bali"
"Apa.. No" bentak Adit
"Ayolah sayang.. aku gak sendiri kok ini acara teman kampus aku yang ngerayain ultahnya di Bali, aku bakalan jaga diri kok.. janji" ucap Dea sambil mengacungkan jari dua.
"Boleh.. tapi.. " ucapan Adit terjeda
__ADS_1
"aku tidak percaya padamu! " teknik Adit
"Tidak percaya kenapa sih, " kesal Kiran
"Pokoknya aku bakalan tetap pergi besok.. titik" Kiran beranjak dan masuk ke kamarnya.
"Ih malah ngambek dasar perempuan " Adit menghela nafasnya.
Di dalam kamar Kiran yang pura-pura ngambek menghubungi asisten Roy, ia membuat rencana bersama asisten dari suaminya itu untuk melancarkan rencananya. Malam itu Kiran tertidur lebih dulu sehingga ia tak tau kapan suaminya itu sudah tidur disampingnya. Sekitar jam 4 pagi Kiran terjaga dan bersiap-siap pergi, ia pun meninggalkan sepucuk surat di atas nakas untuk suami tercintanya.
"Maafkan aku ya sayang.. ini akan sedikit membuatmu kesal.. aku pergi dulu ya..I love you" pamit Kiran lalu mencuri kecupan singkat di seluruh wajah suaminya sehingga meninggal bekas lipstik di mana-mana dan Kiran terkekeh melihatnya.
****
Pagi harinya saat terbangun Adit tidak menemukan istrinya, ia duduk di ranjang dan menemukan sepucuk surat dari istrinya.
Setelah membaca surat dari istrinya Adit sempat uring-uringan, tapi ketika melihat bayangannya dikaca tampak begitu banyak bekas lipstik di mana-mana membuat Adit tersenyum kecil" dasar istri bar-bar, kapan dia melakukan semua ini" lirih Adit bicara di depan kaca.
Setelah membersihkan diri Adit segera menghubungi seseorang.
"Hallo.. Boy istriku akan berangkat ke Bali,kau awasi dia tapi jangan sampai dia menyadarinya dan kirimkan info kegiatannya padaku" ucapnya lalu menutup ponselnya.
***
__ADS_1
Sementara itu Kiran yang sudah sampai di Bali sudah menyiapkan kejutan ekstrem untuk suaminya.
"Ran apa gak apa-apa kamu lakuin ini, gue takut terjadi sesuatu dengan rumah tangga lo, gue tau suami lo itu sangat pencemburu akut" khawatir Meta.
"kamu tenang Met gue bisa jinakin dia kok pas lagi mode marah" Kiran terkekeh
"Tapi gue khawatir sama temen gue, takutnya malah dihajar sama suami lo"
"Udah ah ayo kita siapkan kejutan ini buat nanti malam, gue harap ini akan sukses Met" semangat Kiran
Seharian itu Kiran sengaja tidak menghubungi suaminya sama sekali karena ingin membuat suaminya semakin kesal.
Adit yang uring-uringan karena tidak mendapat kabar dari istrinya tidak bisa fokus bekerja.
"Kenapa Bos, apa ada masalah? "tanya Adit sok bodoh.
" Kenapa Kiran tidak menghubungiku sedari pagi" keluh nya.
"Mungkin disana susah sinyal Bos"
"Apa ada agenda malam ini Roy? "
"Malam ini kita ada makan malam bersama klien Bos "
__ADS_1
"Baiklah" jawab Adit lesu membuat Roy terkekeh geli.
"Sepertinya Nona sengaja membuat Anda kesal Bos" batin Roy sebelum beranjak pergi