Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 38.ADIT SAKIT


__ADS_3

Malam itu Kiran benar2 tidak pulang ke apartemen, ia pulang ke kos nya.


"Aku rasa ini keputusan yang tepat" biarkan aku menenangkan diriku dulu disini, kenapa sesakit ini ,"ratap Kiran berkaca2, apa dia tidak mengerti kalau aku paling tidak suka dikhianati, "sesalnya


Dirumah Adit yang uring2 an tidak mau makan. tak terasa 3 hari sudah Kiran tidak pulang, ia benar2 masih merasa sakit hati, no. tlp Adit pun di blokir nya tanpa tau yang disana kalang kabut mencari keberadaannya.


pagi itu seperti biasa Roy datang menjemputnya, setelah setengah jam menunggu Adit tak kunjung keluar Roy berinisiatif masuk dan melihat apa Bos nya itu baik2 saja mengingat semalam ia tidak mau makan, saat masuk Roy tidak menemukan Bosnya.


"Bos, anda tidak apa2 kan? "tanya Roy membuka kamar bosnya dan alangkah terkejutnya ia melihat Bosnya itu tidak sadarkan diri.


" Bos, anda kenapa"panik Roy, ia pun segera menelpon dokter langganannya, dan 15 menit kemudian Dokternya pun datang.


"Dia kenapa lagi Roy, apa dia tertekan lagi? "


" Saya tidak tau dok, tadi saya menemukannya dalam keadaan tidak sadarkan diri.


"Roy sepertinya dia terserang lambung, apa kau tau kenapa dia tidak memperhatikan kesehatannya. "tanya Dokter itu serius


" Sepertinya dia kehilangan seseorang dalam hidupnyalagi. "cerita Roy


"Lagi, " Roy apa kau ingat bagaimana kita bekerja keras untuk mengembalikan semangat hidupnya setelah kejadian itu kan? "


"Iya Dokter, aku akan berusaha memperbaiki ini" tekad Roy.


"Aku percaya padamu Roy, "baiklah berikan obat ini padanya, aku permisi" pamit Dokter.


"Baik dokter, Terima kasih"Roy masuk kembali menatap wajah pucat bos nya itu, " nona kenapa anda tiba2 pergi meninggalkannya? "sesal Roy


Pagi itu Roy bertekad mencari keberadaan Kiran, Roy sengaja menunggu Kiran di kampusnya, dan setelah menunggu akhirnya Roy bertemu juga dengan Kiran.


"Nona tunggu.. teriak Roy saat melihat Kiran masuk bersama Meta.


" Aku masuk duluan ya Ran"


"Iya" jawab Kiran, Asisten Roy, ada apa kau mencariku? "ketus Kiran


"Nona.. kenapa anda pergi begitu saja? "


" Memangnya kenapa ?"aku berniat berhenti bekerja? "jawabnya


" Kenapa nona, apa anda tau Bos sakit setelah kepergian anda"lirih Roy

__ADS_1


"Sakit.. lalu apa hubungannya denganku? "kau panggil saja kekasihnya itu? "


" Kekasih yang mana maksud anda nona, setau ku Bos hanya mencintai anda saja! "


"Benarkah begitu.. lalu bagaimana dengan wanita yang bernama Bella? "


"Bella.. apa maksud anda Bella Anastasya? "model itu? "Kiran mengangguk, " mereka itu sepupu nona. Adit memegang pelipisnya"apa anda tau anda hampir saja membunuh Bos dengan kecemburuan anda yang tidak mendasar itu. "


"Apa" kaget Kiran, sepupu.. tapi bagaimana mereka bisa seromantis itu? "Kiran terduduk di bangku.


"Mereka sudah lama tidak bertemu ,nona Bella tinggal di luar negri. dengar nona Bos punya trauma yang sangat berat, dia pernah mengalami kejadian seperti ini saat ditinggalkan nona Diana dulu. dia hampir seperti mayat hidup dan butuh waktu lama untuk mengembalikan semangat hidupnya itu" cerita Roy


"Maafkan aku, apa dia sekarang baik2 saja? "


" Sebaiknya anda melihatnya sendiri nona"Kiran mengangguk mengikuti Roy masuk ke dalam mobilnya. sesampainya di apartemen Kiran meneteskan air matanya melihat Adit dengan wajah pucat nya terbaring tak berdaya di ranjangnya.


"Saya permisi dulu nona" Kiran mengangguk, ia mendekati ranjang Adit meraih tangannya dan mengecupnya"cup""tolong maafkan aku yang tidak mau mendengarkan penjelasan darimu,"sekarang bangunlah, aku sudah disini.. aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi. " lirih Kiran. Tapi Adit tak kunjung sadarkan diri, sampai sore Kiran begitu telaten merawatnya hingga ia pun tertidur dengan memegang tangan Adit. tengah malam Adit mulai menggerakkan tangannya. Kiran terbangun dengan muka bantalnya. "Sayang kamu udah sadar.. " ucap Kiran antusias. Adit mengerjapkan matanya berkali2" apa benar ini kamu sayang"lirih nya. Kiran mengangguk.


"Kenapa tiba2 kau pergi meninggalkan aku" ucap Adit berkaca2, apa kau tidak tau kalau aku trauma akan hal ini?" Kiran menutup mulut Adit dengan telunjuknya,"stttt.. aku mengerti, tolong maafkan aku ya"ucap Kiran mengecup lama tangan Adit.


BONUS VISUAL


kirania syaza



"Kau mau kemana"


"aku hanya ingin memelukmu saja, aku benar2 kangen" lirih nya


Kiran naik keatas ranjang dan berbaring disamping Adit"kemarilah"ucap Kiran. Adit mendekat dan tidur dipelukan Kiran, ia mengeratkan pelukannya kangen"aku sangat merindukanmu, apa ini mimpi.. kalau ini mimpi aku benar2 tidak mau bangun.


"Kau tidak mimpi, maafkan aku ya.. sudah membuatmu jadi seperti ini! "sesal Kiran


Malam itu Adit tidur begitu nyenyak dipelukan Kiran sampai pagi menyapa dia tidak juga bangun. Kiran mencoba memindahkan Adit perlahan dan bangun untuk membersihkan dirinya. setelah itu ia membuatkan bubur dan susu hangat untuk kekasihnya itu.


"Sayang apa kau tidak ingin bangun" ucap Kiran mengelus pelan wajah Adit . Adit bergerak pindah ke pangkuan Kiran merusuh di perutnya.


"Sayang ayolah makan sarapanmu dan setelah itu minum obat ya,"Adit semakin memperdalam pelukannya. " baiklah terserah padamu kalau kau tidak ingin sembuh,"apa kau tidak mau secepatnya menikah denganku?"ancam Kiran


Adit mendongakkan kepalanya, "apa ..menikah, kapan sayang? "mau dong, aku akan segera menelpon Mama sama papa.

__ADS_1


" Tidak perlu, kami sudah disini, "terdengar suara dari balik pintu. Adit terlonjak


"Kenapa mama sama papa bisa ada disini? "Adit masih bingung.


" Saya yang menelponnya bos"muncul Roy dari balik pintu bersama Fira adik perempuan Adit.


"Kalian semua bersekongkol ya" tanya Adit


"Dasar anak nakal, kenapa kau tidak mau memperkenalkan calon menantu mama yang cantik ini" mama memukul bahu Adit dengan bantal.


"Baru aja mau dikenalin ma"sayang kenalin ini... "


"Tidak perlu kami sudah kenal.. benarkan sayang.. ? "ucap mama tersenyum.


" Apa.. kapan kenalnya.."Adit bingung.


"Saat kau tertidur dengan nyenyak nya"ucap papa disertai gelak tawa semua orang yang ada disana, Adit tersipu malu.


"Jadi kapan acara pernikahannya " tanya mama


"Nanti lah ma.. kita perlu bertemu dengan keluarga Kiran dulu" ucap Adit


"Kami sudah disini, "ucap kakak Kiran yang datang bersama ibunya.


" Kok bisa kompakan gini, Roy.. bisa kau jelaskan semua ini,"lirik Adit pada Roy, dan Roy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Baiklah karena kita sudah berkumpul langsung saja kita bahas kapan kira2 hari pernikahannya" papa membuka suara.


"Kok langsung nikah aja pa? "apa tidak kecepetan,tanya Adit.


" Kenapa.. kamu gak mau ya.. apa belum siap? "goda papa


"Mau dong pa.. siap lahir batin malah. " gimana sayang.. kamu setuju gak? "tanya Adit sumringah. Kiran mengangguk.


"Alhamdulillah, " ucap semua orang


"Kalau begitu bagaimana kalau kita adakan minggu depan saja" usul mama


"Boleh, apa kalian berdua siap"


"Siap dong... ya kan sayang, "Adit antusias

__ADS_1


Kiran hanya tersenyum simpul


__ADS_2