
Adit turun menemui Papa dan Mamanya, sudah ada Roy juga yang menjemputnya tadi.
"Mereka dimana Roy? " tanya Adit di dalam Lift
"Meraka di Resto Bos"
"Baiklah.. ayo"
Adit dan Roy berjalan menuju Resto yang disana sudah ada Papa dan Mamanya.
"Sayang.. maafkan Papa dan Mama sudah harus kembali! " seru Mama Adit saat anaknya sudah duduk di dekatnya.
"Apa ada masalah serius? " tanya Adit
"Tidak Nak, hanya saja Papa ada keperluan, bersenang-senanglah dengan istrimu, anggap saja ini bulan madu kalian. " goda Papanya.
"Roy kau ikut aku pulang" Titah Papa pada Roy.
"Siap Bos besar" jawab Roy menunduk.
"Kok Roy diajak juga Pa, kalau aku butuh dia gimana? " rengek Adit
"Apa saat kau berdua dengan istrimu juga membutuhkan tenaganya? " kesal Papa sehingga membuat Roy tertawa tertahan.
__ADS_1
"Tapi Pa, dia Asisten ku lo"
"Papa pinjam sebentar, setelah kau bulan madu akan Papa kembalikan" canda Papa
"Papa paling bisa " kesalnya.
Setelah pembicaraan selesai dan Papa Mama sudah pulang, Tepat jam 11 malam Adit mulai naik menuju kamarnya. Adit merasa ada yang aneh saat memasuki kamarnya. ia melihat banyak bunga bertebaran dan lilin-lilin kecil menyala di sekeliling nya, sangat romantis.
"Sayang.. Sayang.. " panggil Adit saat memasuki kamarnya, ia berjalan sampai ke balkon tapi tidak menemukan istrinya dimanapun.
"Hpppp..
" Sayang.. apa itu kau? " tanya Adit dalam kegelapan. tangan itu memeluknya begitu erat sehingga tercium aroma yang begitu di kenal Adit.
"Baiklah.. katakan apa ini? jangan memancing ku kalau kau belum.." ucap Adit kesal tapi tangan lentik itu menghentikan bibir nya.
"I love you" bisik pemilik tangan lentik itu yang tak lain adalah Kiran, malam ini ia benar-benar totalitas ingin memanjakan suaminya. Kiran berpenampilan menggoda khusus untuk suaminya ini. ia melepas pelukannya dan memutar tubuh suaminya.
"Sayang apa kau benar-benar mau menggodaku? " rutuk Adit karena ia melihat saat ini Kiran telah memakai lingerie hitam transparan yang sangat seksi sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya. Kiran tersenyum dan memeluk suaminya.
"Malam ini aku adalah milikmu" lirihnya di dalam pelukan suaminya.
__ADS_1
"Sayang.. kalau kau seperti ini aku tidak akan bisa menahan nya nanti" keluh Adit.
"Menahan apa sayang.. " tanya Kiran menggoda dan ******* bibir suaminya.
"Kau tidak perlu menahannya malam ini" bisik Kiran. Dan bisikan itu membuat Adit meremang dengan mata berbinar.
"Benarkah.. "ucap Adit sambil membalas ******* istrinya. Adit mengangkat istrinya menuju ranjang tanpa melepas pagutannya.
" Apa kau yang menghias semua ini? " tanya Adit saat menurunkan istrinya di ranjang.
"Apa kau suka? "
"Kenapa kau balik bertanya sayang.. kau membuang banyak waktu" lirih Adit membuat Kiran terkekeh geli.
"Benarkah aku boleh.. " tanya Adit lagi dan Kiran mengangguk sebagai jawaban. Adit tersenyum dan mulai menjelajah tubuh istrinya yang telah lama ia rindukan, malam itu menjadi saksi penyatuan cinta mereka.
"Tunggu.. " ucap Kiran di tengah-tengah tengah gelora yang membara membuat Adit menghentikan kegiatan indahnya.
"Kenapa sayang.. jangan bilang kamu berubah pikiran? " kesal Adit membuat Kiran terkekeh geli.
"Sayang aku hanya ingin bilang.. pelan-pelan" bisik Kiran ditelinga Adit membuat si empunya meremang.
"Kau benar-benar ingin mengerjai ku ya.. " Adit menciumi wajah Kiran dengan agresif.
__ADS_1
"Sayang.. jangan begini.. "