
Kiran menatap lekat wajah Adit dalam tidurnya, adem banget dia rasa,"entah mengapa saat di dekat Bapak saya merasa tenang dan entah sejak kapan perasaan aneh itu tiba2 ada,"Kiran terdiam sejenak.
" Begitupun juga saya merasa tidak suka Bapak dekat2 dengan wanita lain, Pak tolong bangun dong.. jangan buat saya takut,nanti gak ada orang yang buat saya kesel. "sendu kiran
Adit terkekeh dalam hati tapi dia menahannya,Ia begitu menikmati kata demi kata yang terucap dari bibir Kiran.
"Kalau Bapak tidak mau bangun aku akan benar2 pergi," ancam Kiran beranjak
Tapi dengan cekatan Adit menahan tangannya, menggenggamnya erat, tapi tetap menutup matanya."coba katakan lagi!"seneng deh dikhawatirin." goda Adit
"Katakan apa..?jadi dari tadi bapak cuma pura2 aja ya, " kesel Kiran dengan wajah memerah bercampur malu. Adit tersenyum
"Kalau gak gini kamu gak bakalan mau ngakuin perasaan kamu kan?"tanya Adit serius
Kiran salting sambil berusaha melepaskan tangannya.
" Tapi ngomong2 apa bener yang kudengar tadi? "
"Yang mana? "
"Kalau ada yang cemburu saat ada perempuan deket2 dengan aku" Adit mengerlingkan matanya.
"Apa sih.. gak ada kok yang ngomong gitu, pak.. tolong maafkan saya, saya benar2 tidak tau kalau Bapak alergi dengan seafood, " mohon Kiran sendu
"Dimaafkan kok, dengan adanya ini juga aku jadi tau perasaan kamu," Adit mengangkat alisnya
"Perasaan apa sih Pak..?" muka Kiran bersemu merah, apa Bapak ada keluhan? apa perlu saya panggilkan dokter? "
"Aku hanya perlu kamu!"tatap Adit serius
__ADS_1
"Hah..
" Kiran dengar aku serius!"
"Tapi.. Bapak sudah punya kekasih lo.. Bagaimana kalau nanti saya dikira rebut pacar orang? "
" Siapa?.. yang sering nemuin saya itu maksud kamu? dia hanya masalalu ku.., dia benar2 sudah terhapus dari hatiku"jujur Adit
"jadi... bagaimana? "
" Biar saya pikirkan dulu pak, saya permisi, semoga Bapak lekas membaik dan sekali lagi tolong maafkan saya"jawab Kiran beranjak
"Tunggu... apa tidak ada kesempatan untukku? "
"Akan saya pertimbangkan Pak, permisi" Kiran undur diri bersamaan dengan Roy masuk ke ruangan Bosnya.
"Ada apa bos, apa ada masalah? "
"Kenapa Bos tiba2 konsumsi seafood? "
" Aku tidak menyadarinya, aku tidak tau kalau Kiran memasak nasi goreng seafood "
"Dia ceroboh sekali"gemas Roy
" Tidak, ini bukan salahnya Roy, dia tidak tau apa2.Sudahlah lupakan saja.. dia akan lebih berhati2 kedepannyanya."
Baiklah Bos terserah padamu saja, apa benih2 cinta itu sudah benar2 tumbuh dihati pak Bos." goda Roy.
"Aku tidak tau itu perasaan apa, tapi yang jelas hidupku lebih berwarna semenjak dia datang dalam hidupku." terawang Adit
__ADS_1
"Fix" teriak Roy
"Fix apa"tanya Adit bingung
" Fix Bos saat ini sedang jatuh cinta"jawab Adit bersemangat.
"Apa iya..?
" Sudahlah Bos.. ungkapkan saja segera sebelum diambil orang.. nanti nyesel lo."Roy memperingatkan.
"Baiklah, nanti aku fikirkan, ada apa kau kesini? "
" Begini Bos nanti malam ada pertemuan dengan tuan Bagas di cafe Star one, "
"Baiklah, kau siapkan saja semuanya, kau temani aku".
" Apa anda sudah sehat Bos?"
"Sepertinya siang ini aku sudah baik2 saja"
"Baiklah, permisi Bos"
Roy pergi meninggalkan ruangan Bos nya, sedangkan Adit mengambil benda pipihnya dan menghubungi seseorang.
"Hallo, kau mulai kerjakan tugasmu, awasi kemanapun dia pergi dan kabarkan padaku, "Adit menutup ponselnya. sedangkan dirumah Kiran mendapat notifikasi dari seseorang.
" Ran.. aku ingin bertemu denganmu sekarang, aku mau berpamitan karena aku mau pergi ke Belanda besok pagi, tolong ya"bunyi notifikasi itu
Kiran menarik nafas dalam2, "apa aku harus pergi? "tanya Kiran dalam hati. akhirnya dia membalas notifikasi itu.
__ADS_1
"Baiklah, kita bertemu di cafe biasa jam 7 malam.
kira2 apa yang akan terjadi.. ?