Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 27.KESEPIAN


__ADS_3

Selama sepekan Kiran dan Adit tidak saling memberi kabar sehingga keduanya mulai dirundung kesepian.


"Kenapa aku merasa seakan ada yang hilang dalam hidupku ya, apa iya aku mulai takut kehilangan dia, " celetuk Kiran


Sementara di sebrang sana,"apa kamu benar2 tidak merasa kehilangan aku Kiran, kenapa sampai saat ini kau tidak pernah menghubungiku, "keluh Adit. Saat Adit masih asyik dalam lamunannya, Roy tiba2 masuk.


"Bos apa anda baik2 saja"


"Aku hanya masih bingung dengan sikap Kiran Roy." Adit menarik nafas panjang, "kenapa dia tidak pernah peka,tapi kadang2 juga dia begitu mengkhawatirkan aku."


"Buat dia menyadari perasaannya saja bos"


"Apa maksudmu, bagaimana caranya?"


"Nanti saat kita kembali coba kita jalankan misinya.


" Misi apa Roy"


"Bos cuek aja sama Nona Kiran dan lagi buat dia cemburu Bos" ucap Adit sambil memainkan alisnya.


"Apa kau yakin rencanamu itu akan berhasil"


"Kita coba saja bos"

__ADS_1


Adit mencoba mencerna ucapan Roy, "baiklah"


****


Sepekan telah berlalu, kini saatnya Adit pulang kerumahnya, ia tiba tepat jam 10 malam.


Kiran terbangun saat mendengar pintu terbuka, "Apa Bos sudah pulang ya? " Kiran beranjak mencoba meneriksa, saat tiba diruang tengah Kiran melihat Adit sedang tiduran di sofa dengan salah satu lengannya menutup matanya.


"Capek sekali kelihatannya, " Kiran melihat Roy masih memakai sepatunya, ia melepaskan sepatunya perlahan dan tanpa di duga Adit terbangun.


"Apa yang kau lakukan, " ucapan Adit mengagetkan Kiran.


"Maaf saya hanya mencoba membuka sepatu Bapak."


"Pergilah ke kamarmu, biarkan aku istirahat, " jawab Adit


"Dan satu lagi, besok kau tidak usah membangunkan aku dan mempersiapkan semua keperluan ku.. aku bisa sendiri, " Adit beranjak pergi.


"Tunggu Pak!mulai besok saya akan pergi ke kampus! "


" Apa? "jadi kau sudah mengajukan beasiswa ke beberapa universitas? "


" Benar Pak, besok pagi saya mulai masuk"

__ADS_1


"Baiklah terserah padamu saja" Adit beranjak


"Apa,semudah itu," Terima kasih Pak"senyum Kiran mengembang. Kiran kembali memasuki kamarnya.


Pagi mulai menyapa, Kiran bangun dengan semangat 45 berharap hari ini adalah hari yang indah, mengingat ini adalah hari pertama ia pergi ke kampus impiannya.


"Hmmmm.. indah sekali pagi ini, semoga semua berjalan lancar,"aku akan memasak sarapan dan kemudian berangkat ke kampus." saat sedang berkutat di dapur Kiran melihat Adit telah bersiap berangkat ke kantor dengan setelan warna navi yang dipakainya,ia terlihat begitu mempesona.


"Apa anda tidak sarapan dulu pak? "


"Aku sudah terlambat, sebaiknya aq sarapan di kantor saja, " jawab Adit tanpa menoleh ke arah Kiran.


"Baiklah kalau begitu, hati2 di jalan ya pak" teriaknya."kenapa sakit sekali rasanya kalau dicuekin begini," keluh Kiran.


"Kiran menghabiskan sarapannya sendiri tanpa Adit, setelah selesai dia membersihkan piringnya dan bersiap pergi ke kampus.


****


Dikantor Adit uring2 an seharian, dia sudah melakukan saran dari Roy tapi mengapa ia merasa Kiran masih tidak peka saja.


" Bos, meeting sudah siap, semua direksi sudah menunggu anda, "ucap Roy


"Baiklah, bawa semua berkasnya, " perintah Adit sambil beranjak dari duduknya. aura dingin terasa horor bagi Roy, "Ya ampun semoga mood nya hari ini tidak mempengaruhi hasil rapat nanti, "lirih Roy dalam hati melihat aura tidak enak dari bosnya itu.sampai diruang rapat Adit masuk dengan aura dinginnya membuat semua direksi yang berdiri menyambutnya bergidik ngeri.

__ADS_1


" Selamat siang semuanya, "ucap Adit tegas membuka rapat siang itu.


"Siang Pak.. " sahut semua direksi serentak.


__ADS_2