Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 91.BOHONG


__ADS_3

"Kau.. " Dea menghentikan langkahnya saat Adit menoleh padanya. ia hendak berbalik tapi Aldi mengenggam tangannya untuk menguatkan.


"Pak Adit apa kabar? " sapa Aldi terlebih dahulu karena Kiran masih merasa canggung.


"Baik.. " Adit menjawab sambil terus menatap tidak percaya dengan perempuan yang ada dihadapannya.


"Kiran.. apa dia.. " tanya Adit sambil menunjuk pada Kenzo tapi si Anak sudah memotong ucapannya.


"Om ganteng ini Ayah sama Bunda aku" jelas Kenzo membuat Adit menatap tajam pada Kiran dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang..ayo kita pulang ini sudah malam" ajak Kiran pada Kenzo tapi Adit mencekal lengannya yang hendak berbalik.


"Kiran, tolong jelasin semua ini" mohon Adit.


"Maaf tolong kepaskan saya" ketus Kiran.


"Apa selama ini kalian masih berhubungan? " tanya Adit.


"Iya.. permisi" ketus Kiran menarik tangan Aldi dan Kenzo.


"Jadi hanya untuk bersama dengannya kamu tega memisahkan aku dan anakku" sinis Adit terlanjur salah faham.


"Kau fikir saja sendiri" ucap Kiran mencoba menutupi luka hatinya dan menahan air matanya agar tidak jatuh di hadapan Adit.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu maumu, tapi berikan Kenzo padaku! " ucap Adit penuh penekanan membuat langkah Kiran terhenti.


"Kau tidak akan mendapatkannya, dia anakku" jawab Kiran mulai berkaca-kaca dan pergi dari hadapan Adit.


"Kenapa kau membohonginya Sya? " tanya Aldi begitu sampai di mobil, ia melihat Kiran sudah menangis tersedu menahan kesedihannya.


"Kenapa kau tidak kembali saja padanya, kulihat dia masih sangat mencintaimu.. " lirih Aldi tidak ingin membuat hati Kiran semakin terluka.


"Aku masih belum bisa memaafkannya Al" tangis Kiran kian tersedu.


"Bunda kenal ya sama Om ganteng tadi? " tanya Kenzo tiba-tiba.


"Dia teman lama Bunda sayang.. " jawab Aldi mewakili Kiran membuat Kiran menatapnya tajam.


"Jangan Al.. " tolak Kiran.


"Kau jangan egois Sya.. setidaknya kau memikirkan Kenzo, dia masih membutuhkan sosok Ayah yang belum pernah ia lihat" jelas Aldi.


"Tapi Al.. " Kiran tidak bisa meneruskan kata-katanya karena Aldi sudah terlanjur keluar dari mobilnya dan masuk kembali ke dalam Mall tersebut. Saat akan menaiki lift ia sudah bertemu dengan Adit.


"Tuan Adit bisa saya bicara sebentar? " mohon Aldi.


"Silahkan" jawab Adit datar.

__ADS_1


"Kita bicara di sebelah sana" tunjuk Aldi pada cafetaria samping pintu keluar.


"Katakan.. jangan buang-buang waktuku" sinis Adit.


"Tuan Adit sepertinya kau dan Kiran sudah salah faham" jelas Aldi.


"Apa maksudmu, bukankah selama ini kau yang telah menyembunyikannya dariku? "


"Aku menemukannya di jalan dalam keadaan menangis.. ia bilang kalau kau sudah berselingkuh darinya dan dia ingin aku membawanya pergi darimu, sampai saat ini aku memang sangat mencintainya, asal kau tau saja 3 tahun aku mengejarnya tapi dia terus menolak ku dan aku tau kalau itu karenamu.. dia masih sangat mencintaimu" jelas Aldi mencoba tegar.


"Tapi aku tidak pernah berselingkuh, aku berniat menjelaskan ini padanya tapi dia sudah pergi dan memblokir nomor ku" Adit mulai menjelaskan.


"Kalau begitu jelaskan padanya" ucap Aldi memberi ruang.


"Apa kau mau membantuku? " tanya Adit memohon.


"Aku akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya, meskipun itu tidak bersamaku" lirih Aldi sungguh-sungguh.


"Terima kasih.. berikan nomor ponselmu" pinta Adit.


Setelah mereka bertukar nomor telpon Aldi pun mulai pamit pulang.


"Baiklah, aku pulang dulu.. dia sudah menungguku, segera hubungi aku" pamit Aldi.

__ADS_1


"Oke..


__ADS_2