
Sampai ditaman hiburan karena Kenzo tertidur maka mereka memutuskan untuk istirahat di sebuah cafe sambil menunggu Kenzo terbangun.
"Kenapa kau melihatku seperti itu" ucap Kiran saat menyadari Adit telah melihatnya dengan intens.
"Aku hanya sangat merindukanmu saja" jawab Adit lirih.
"Rindu.. kalau kau memang merindukanku dan Kenzo seharusnya kau mencari kami " kesal Kiran.
"Aku sudah mencoba mencarimu setiap hari, tapi sepertinya Aldi begitu pandai menyembunyikan luka" jawab Aldi membela diri.
"Benarkah kau mencariku atau malah asyik dengan Viona" sungut Kiran.
"Kiran tolong jangan bahas ini lagi, bukankah aku sudah menjelaskannya padamu! " kesal Adit.
Kalau memang kau mau bersama Aldi silahkan, aku tidak akan memaksamu lagi.. tapi tolong jangan bahas itu lagi karena membuatku jadi merasa semakin bersalah padamu" lirih Adit kecewa dan mengalihkan perhatiannya pada Kenzo yang sudah mulai terbangun.
"Ayah apa kita sudah sampai" tanya Kenzo mulai mengerjapkan matanya.
"Iya sayang.. kau ingin naik itu? " tunjuk Adit pada bianglala yang sedang berputar dengan lampu kerlap kerlip mengelilingi.
"Mau.. aku ingin naik itu bersama Ayah dan Bunda" rengek Anak itu manja.
"Pergilah dengan Ayah sayang.. Bunda sedang tidak ingin" ucap Kiran mencoba memberi pengertian.
"Yah Bunda gak mau main sama kita" bisik Kenzo pada Adit.
"Tidak apa-apa sayang, kita akan bermain berdua gimana? "
"Iya deh, ayo Yah" ajak Kenzo menarik tangan Adit sambil berlari menuju bianglala.
__ADS_1
"Sebenarnya aku masih sangat mencintaimu tapi entahlah kenapa aku masih enggan untuk mempercayaimu" batin Kiran.
Deringan ponsel membuyarkan lamunan Kiran, ia pun mengangkatnya.
"Iya kenapa Al..? "
"Kau Dimana Sya.. aku datang ke apartemenmu tapi kalian tidak ada di rumah" Tanya Aldi dari sebrang.
"Maaf aku sedang keluar sebentar Al" jawab Kiran sambil melirik ke arah Adit dan Kenzo.
"Kemana Sya.. aku akan menjemputmu" tanya Aldi kemudian.
"Tidak usah, aku sedang keluar dengan.. " Kiran tidak melanjutkan kata-katanya.
"Apa kau sedang bersama Adit? "
Kiran terdiam, ia bingung mau jawab apa pada Aldi.
"Aku rasa Adit tulus ingin memperbaiki hubungannya denganmu Sya, kuharap kau mau membukakan hatimu kembali untuknya demi Kenzo" sirius Aldi.
"Al.. " lirih Kiran.
"Jangan membantah untuk saat ini Sya" mohon Aldi membuat Kiran bungkam.
"Aku masih belum bisa meyakinkan hatiku" lirih Kiran.
"Jangan sampai dia nanti lelah menunggumu dan memilih pergi, dan pada saat itu kau tidak akan pernah bisa meraihnya kembali.." Aldi memperingatkan.
Kiran memikirkan ucapan Aldi sampai ia tidak mendengar panggilan Aldi dari sebrang telponnya.
__ADS_1
"Sya.. apa kau masih disana? " teriak Aldi setelah beberapa saat Kiran diam tidak bersuara.
"Bunda.. " panggilan dari Kenzo yang mendekat padanya membuyarkan lamunannya.
"Eh iya Al..nanti kita sambung lagi ya, Kenzo sudah memanggilku" ucap Kiran mengakhiri panggilannya.
"Baiklah, jangan lupa kau pikirkan perkataanku tadi ya.. " pinta Aldi.
"Iya.." jawab Kiran mematikan ponselnya.
"Kenzo sudah mengantuk, ayo aku antar kalian pulang" ajak Adit berubah datar.
"Iya.. " jawab Kiran singkat.
Dimobil Adit tampak diam tanpa kata, tidak seperti pas berangkat tadi yang sangat antusias menggodanya.
"Apa dia marah karena ucapanku tadi" batin Kiran karena ia sangat mengenal bagaimana sikap Adit kalau dia sedang marah. Kiran sedang asyik dalam pikirannya sehingga dia tidak menyadari kalau sudah sampai dirumah dan Kenzo sudah tertidur.
"Turunlah.. biar aku yang mengangkat Kenzo" ucap Adit singkat dan di angguk i oleh Kiran.
Saat sudah tiba dikamar Adit menidurkan Kenzo dan menghampiri Kiran yang sudah menunggunya di sofa.
"Kenzo sudah tidur dengan nyenyak aku pulang dulu" ucap Adit datar membuat hati Kiran terasa nyeri. Adit sudah akan membuka pintu keluar saat Kiran tiba-tiba memeluknya dari belakang membuat seluruh tubuhnya menghangat.
"Maafkan aku yang sudah sangat egois selama ini.. " ucap Kiran dibalik punggung Adit.
"Tolong jangan mendiamkan aku seperti ini" pinta Kiran.
"Kenapa.. bukankah kau sudah tidak percaya lagi padaku? " ucap Adit datar.
__ADS_1
"Aku.. " Kiran semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Adit.