
***
Saat pagi tiba seperti biasa Kiran mengerjakan tugasnya mulai dari membangunkan Bosnya, menyiapkan kebutuhannya sampai berangkat ke kantor.
"Baiklah aku pergi dulu, kalau ada apa2 hubungi aku dan ingat jangan kemana mana tanpa izin ku, " ucap Adit seraya berjalan keluar rumahnya.
Setelah kepergian Bosnya Kiran benar2 tidak mengerti mengapa bosnya menjadi over protektif seperti itu, saat dalam lamunannya tiba2 ponselnya berdering. dilihatnya nomor tidak di kenal disitu.
"Hallo.. ini siapa? "terdengar jawaban dari sebrang sana..
" Baiklah kita bertemu nanti sore di cafe B, "Kiran menutup ponselnya.
Setelah menyelesaikan semua tugasnya Kiran bersiap dan bergegas mengambil tasnya lalu pergi. setengah jam kemudian tepat jam 3 sore dia sampai di cafe dan melihat orang yang tadi menelponnya sudah menunggu di salah satu sudut ruangan tersebut.
" Hai..teriak orang tersebut melambaikan tangan saat menyadari kedatangan Kiran. begitupun Kiran berjalan menuju orang yang memanggilnya. saat mereka bertemu tampak kecanggunggan diantara mereka.
**
flashback on
"Hallo.. ini siapa
" ini aku,Bayu.. "
Kiran terdiam sejenak, "dari mana kamu tau nomor tlp aku? "
__ADS_1
" Dari Ros, "
"Ada apa tiba2 ingat sama aku, "
"Aku ingin bertemu.. sekarang.. bisa g?"tolong, ini penting! " mohon Bayu
"Baiklah, kita bertemu di cafe B"
***
flasback off
Kiran duduk tepat dihadapan bayu, hening beberapa menit, bayu terdiam melihat intens pada Kiran sambil memangku tangannya.
"Ketus sekali, kita sudah lama tidak bertemu biarkan aku meluapkan rasa rindu ku dengan memandangmu beberapa saat, " senyum Bayu sambil terus menatap Kiran.
"Kalau tidak ada yang penting biarkan aku pergi, kau benar2 membuang2 waktuku, " ucap Kiran sambil beranjak, namun dengan cekatan Bayu menarik tangan Kiran.
"Tunggu, duduklah.. aku akan mulai bicara jangan marah dong.. kamu gemesin deh, "Kiran duduk kembali sambil mengerucutkan bibirnya kesal.
Tanpa mereka sadari tidak jauh dari tempat duduk mereka ada mata yang tengah fokus memperhatikan mereka dengan kesal, "
"Berani sekali dia keluar bertemu dengan laki2 tanpa sepengetahuan ku, "Adit mengepalkan tangannya. " tapi kenapa aku jadi marah begini, aku tidak mengerti dengan diriku sendiri, " lirih Adit.
Sedangkan asistennya menatap aneh pada Adit"si bos kenapa sih, kok mukanya jadi merah gitu, dia marah dengan siapa? "Roy mengikuti arah pandang Adit"ohh.. jadi dia sedang cemburu ya, "Roy terkekeh dalam hati
__ADS_1
" Anda kenapa Bos?"tanya Roy berbisik
Adit tersentak"tidak apa2, ayo kita lanjutkan meetingnya. Adit mulai tidak fokus dan setengah jam kemudian dia mengakhiri meetingnya.
"Terima kasih tuan farhan, senang bekerja sama dengan anda, " ucap Adit menjabat tangan rekan bisnisnya.
"Sama2 tuan Adit, semoga kerja sama kita berjalan dengan lancar, permisi tuan" jawab rekannya.
"Baiklah, Roy ayo kita kembali"
"Siap bos" Adit berjalan sambil melirik tempat dimana Kiran duduk dengan jengah.
Di perjalanan Adit tidak membuka suara ia nampak berfikir, tapi Roy tiba2 membuka percakapan.
"kalau suka bilang saja Bos, jangan ditunda, nanti keburu diambil orang lo" sindir Roy
"Apa maksudmu Roy" kesal Adit
"Jujur saja Bos.. saya sangat mengenal bos, " Roy menahan tawanya.
"Aku sendiri tidak mengerti dengan diriku sendiri" curhat Adit
Tapi saya mengerti Bos, anda sudah mulai jatuh cinta lagi, "
"Apa" sontak Adit
__ADS_1