
"Sayang.. "
"Stt.. maafkan aku ya, tapi kamu tadi salah faham "bisik Kiran di telinga Adit.
" Aku.. "
"Ya udah deh.. kamu selesaikan mandi kamu dulu terus kita bicara" ungkap Kiran sebelum beranjak.
Adit menarik tangannya dan langkah Kiran terhenti.
"kenapa lagi? " gemas Kiran
"Aku tidak suka kamu dekat-dekat dengan pria lain selain aku" tegas Adit
"Iya sayang, aku mengerti suamiku ini sangat pencemburu" ucap Kiran sambil terduduk dan mengecup lembut tangan suaminya.
"Dihatiku sudah penuh akan namamu jadi tidak akan bisa diisi oleh nama siapapun lagi" rayu Kiran sambil tersenyum tapi suaminya itu masih terlihat ngambek.
"Selesaikan ritual mandimu aku akan menyiapkan makan malam" ucap Kiran melepaskan genggamannya. Saat sudah keluar kamar mandi Kiran mendengar dering di ponselnya.
"Hallo Met.. "
__ADS_1
"Ran gue udah dapatkan tiketnya" ucap Meta dari sebrang.
"Baiklah kita lakukan sesuai rencana" jawab Kiran tersenyum dan menutup ponselnya.
Sementara itu Adit yang sudah menyelesaikan ritual mandinya dengan perasaan yang masih dongkol mencari keberadaan istrinya di dapur, tapi ia hanya menemukan makan malam yang sudah tersaji tanpa keberadaan istrinya itu.
"Kemana dia.. " ucap Adit clingak clinguk
"Aku disini sayang.. " jawab Kiran mendekati suaminya dan memeluknya dari belakang dan tanpa jawaban dari suaminya ia pun mendudukan suaminya di meja makan dan menyiapkan makan malamnya. malam itu Adit lebih pendiam dari biasanya tapi Kiran memahami kalau suaminya itu masih ngambek dan Kiran berencana membiarkan itu sampai kejutan yang ia persiapkan itu siap.
Malam itu mereka tidur tanpa sayang2 an seperti biasanya, Adit masih merasa dongkol walaupun Kiran sudah menjelaskan kalau laki-laki tadi adalah dosennya. Kiran meghembuskan nafas panjangnya dan mencoba mengerti isi hati suaminya yang sangat posesif itu, ia merekatkan pelukan di balik punggung suaminya yang membelakangi nya.
"Selamat malam sayang.. semoga mimpi indah ya.. I love you" ucap Kiran sambil mencoba memejamkan matanya dibalik punggung suaminya yang sebenarnya masih terjaga.
"Maafkan sifat cemburuan ku ini sayang.. itu dikarenakan aku takut kehilanganmu" ucapnya lagi. Saat terdengar nafas teratur dibalik punggungnya, Adit membalikkan badannya dan mencuri kecupan singkat di bibir istrinya dan mulai memejamkan matanya.
Pagi itu Adit terjaga lebih dulu dan beranjak kekamar mandi karena hari ini dia ada meeting pagi, tanpa membangunkan istrinya ia pun berangkat ke kantor.
***
Matahari mengintip dari balik gorden membuat Kiran membuka matanya, ia meraba tempat disampingnya tapi sudah kosong sehingga membuatnya terbangun.
__ADS_1
"Mungkinkah dia sudah berangkat kerja sepagi ini? " batin Kiran, Kiran beranjak mencari suaminya ke kamar mandi tapi nihil, lalu turun kebawah juga kosong tidak ada siapaun selain Mbak Marni, asisten rumah tangganya yang selalu datang setiap pagi.
"Mbk Mas Adit sudah berangkat ya? " tanya Kiran pada asisten rumah tangganya yang sedang asyik membersihkan rumah.
"Sudah Non,Tuan titip pesan katanya dia ada meeting penting pagi ini" jawab Mbk Marni
"Meeting, kok dia gak ada bilang ke aku sih, fix dia masih ngambek" batin Kiran memijit pelipisnya.
"Baiklah.. makasih Mbk, saya mau mandi dulu ya" pamit Kiran.
"Baik Non, sarapan sudah saya siapkan"
"Terima kasih Mbk" ucap Kiran beranjak ke kamarnya untuk ber siap-siap ke kampus.
Tiba di kampus Kiran langsung menemui Meta di kantin.
"Gimana Met? "
"Beress Ran.. " semangat Meta
"Kamu tinggal kasih kejutan aja sama suami kamu selebihnya biar gue yang kerjain, tapi lo butuh bantuan asisten suami lo buat bisa bikin acara ini lancar Ran" usul Meta.
__ADS_1
"Gampang itu mah, nanti biar gue kordinasi sama dia" jawab Kiran yakin.
"Maaf Mas mungkin ini akan sedikit menyakiti perasaanmu" batin Kiran.