Jalan Hidup Kiran

Jalan Hidup Kiran
BAB 22.CEMBURU


__ADS_3

Kiran membuka pintu dan kaget melihat sesosok wanita dari masalalu Adit datang ke apartemen.


"Kamu..sedang apa di apartemen Adit? dia ada gak? "tanya wanita itu sambil nyelonong masuk begitu saja menuju ruang tengah.


"Adit.. sayang..kamu dimana ? "ini aku Diana.." teriak Diana sambil berjalan dan akhirnya menemukan Adit sedang bersantai di ruang tengah.


"Hallo sayang aku kangen.... banget, ucap Diana manja sambil memeluk dan mencium pipi Adit dihadapan Kiran." ini kesempatanku untuk melihat bagaimana perasaannya padaku, "ucap Adit dalam hati. sekilas Adit melirik ke arah Kiran yang sedang menuju dapur.


"Apa dia juga pembantu dirumahmu sayang?"tanya Diana sambil nunjuk ke arah Kiran. tapi Adit tidak menjawabnya, dia tetap asyik nonton TV dan membiarkan saja Diana bermanja2 dengannya untuk melihat reaksi Kiran yang saat ini sedang gondok dibelakang sana, " Adit terkekeh melihat gerak gerik Kiran.


Kiran menyajikan minuman untuk tamunya dan beranjak pergi memasuki kamarnya dengan cepat."sampai dikamar Kiran memegang dadanya, "kenapa rasanya sakit saat melihat dia dengan perempuan lain, "apa iya aku cemburu, tidak... tidak mungkin, dia bukan siapa2 mu Kiran kau tidak berhak untuk cemburu!"keluh Kiran


sedangkan di luar sana Adit mulai risih dengan Ke agresifan Diana." Ada apa kau kemari?"kalau tidak ada yang penting sebaiknya kau pergi saja karna aku mau istirahat, " ucap Adit dengan wajah datarnya.


"Kamu mengusirku ya, Dit jangan bilang kalau kau tinggal serumah dengan gadis itu, selama pacaran dulu kita tidak pernah tinggal berdua," ucap Diana marah.

__ADS_1


"Itu bukan urusanmu dan segeralah keluar dari sini. "pintunya disebelah sana.


Diana kesal sambil beranjak pergi, setelah kepergian Diana Adit ke dapur untuk mengambil minuman dingin, tapi tanpa sengaja ia menjatuhkan gelas dan mengenai kakinya.


" pyarrrrrr... auh! "teriak Adit


Dikamarnya Kiran kaget mendengar teriakan Adit dari dapur dan keluar menghampirinya.


"Ada apa? " tanya Kiran khawatir dan melihat pecahan kaca dibawah, dan juga kaki Adit yang berlumuran darah."kenapa kau ceroboh sekali, kenapa kau tidak memanggilku kalau membutuhkan sesuatu dan kenapa kau keras kepala sekali ," Kiran mengomel sambil memapah Adit ke ruang tengah. Adit melihat mata Kiran berkaca2 dengan kemarahannya, ia terkekeh dalam hati melihat kepanikan Kiran.


Kiran mengambil kotak obat dan mulai membersihkan luka Adit dengan air mata berlinang, ia tidak bisa melihat orang lain terluka di depannya.Adit tersenyum memandang kepanikan Kiran.


"Lain kali jangan seperti ini ,aku tidak mau kau membahayakan dirimu lagi" ucap Kiran sendu


Adit mengusap air mata Kiran"jangan menangis dong, ini hanya luka kecil.. kau tidak perlu hawatir seperti ini"ucap Adit lirih sambil memeluk Kiran.

__ADS_1


"Kenapa kau suka sekali membuatku khawatir!"curhat Kiran


Adit melonggarkan pelukannya"benarkah kau sering hawatir padaku,? kenapa? tanya Adit beruntun.Kiran memukul dada Adit bertubi2" kau jangan menggodaku,"tangis Kiran


"Baiklah2 maafkan aku, ngomong2 kenapa kau hawatir padaku? "goda Adit


"aku...


Kiran tidak dapat melanjutkan kata2 nya karna Aditya tiba2 membungkam mulutnya dengan bibirnya.. awalnya Kiran kaget tapi selanjutnya dia menikmati dan membalas ciuman itu, setelah beberapa detik Kiran mendorong dada Adit.


" apa kau ingin membunuhku ?"aku tidak bisa bernafas."


Adit terkekeh.. "maafkan aku ya.. aku tidak tau perasaan apa ini, tapi aq marah saat kamu bersama laki2 lain dan aku juga g mau jauh2 dari kamu.. apa kau bisa jelaskan perasaan apa ini?"tanya Adit sambil memeluk erat tubuh Kiran.


" Apa... "

__ADS_1


__ADS_2