Janda Kembang

Janda Kembang
Undangan pernikahan


__ADS_3

Setibanya mereka di Medan, Rani dan Reza tanpa beristirahat dulu mereka berdua langsung menuju ke tempat Alisa.


Untuk mengantar Landung undangan pernikahan mereka berdua pada Alisa. Dengan di supir Pak Rahmat, Rani dan Reza langsung menuju kediaman Alisa untuk menyambangi seseorang yang begitu berjasa dalam hidup Rani.


Satu jam perjalanan mereka untuk menuju toko kue Alisa. Ternyata tiba disana, toko kue Alisa sedang tutup.


Tidak tau kenapa. Rani jadi gelisah sendiri. Ia menyuruh Pak Rahmat untuk membawa mereka ke rumah Alisa yang ada tak jauh dari toko kue miliknya.


Tiba disana, terlihat rumah itu begitu ramai. Ternyata rumah itu sedang ada acara wirid hari Senin di setiap minggunya.


Rani melupakan satu hal itu. Ia terkekeh. Sementara Reza hanya tersenyum saja. Tiba di depan gerbang rumah Alisa, ia turun dan masuk melalui pintu belakang rumah keluarga kedua Bhaskara itu.


Tiba di pintu belakang uang tidak di tutup, Rani masuk mengucapkan salam. ''Assalamualaikum.. Mbak Alisa..''


Semua yang ada disana terkejut melihat kedatangan Rani yang mereka juga sudah mengenal nya.


''Waalaikum salam.. Neng Ai. Masuk Neng! Alisa nya sedang di kamar untuk menidurkan putra bungsunya. Si Rayyan. Lagi ngamuk dia. Maklum aja. hehe.. Ayo neng masuk! Di ajak atuh suaminya.'' ucap bude Yuli uang ternyata pelanggan tetap di toko kue Alisa.


''Terimakasih Bude.. kami langsung ke kamar nya aja ya. Nanti kita kumpul lagi. Aku kangen banget sama Mbak ku itu.'' imbuh Rani dengan tersenyum manis pada semua orang.


''Tentu, Neng. Silahkan! Ira dan Lana juga sedang berada di depan untuk mengurusi semua makanan untuk orang wirid.'' balas bude Yuli.


''Mari, Bude. Yang lain. Aku ke kamar Mbak ku dulu ya? Ingin beri dia kejutan!'' kekeh Rani saat terus berjalan di ikuti Reza di belakang nya.


Rani berjalan di ikuti Reza. Mereka naik keatas, dimana kamar Alisa berada. Mereka tiba disana bersamaan dengan bunyi cetekan pintu terbuka dari dalam.

__ADS_1


Rani tidak jadi mengetuk pintu kamar itu lagi. Ia tersenyum melihat Alisa yang sedang menunduk melihat amplop bawaannya yang lumayan tebal menurut Rani.


''Mbak Alisa!''


''Amplop besar beterbangan!! Eh? Loh?'' ucapan Alisa berhenti saat melihat Rani dan Reza yang sedang cekikikan bersama.


'''Dasar adik durhakim! Tega banget sih kamu ngagetin Mbak? Ishh.. bisa-bisanya amplop besar beterbangan! Ishh.. kamu Rani!!'' Seru Alia begitu kesal.


Reza tertawa terbahak melihat tingkah Alisa. Sementara Rani menutup mulutnya karena tidak ingin mengganggu acara perwiritan Alisa.


''Kapan kalian datang?'' tanya Alisa, setelah selesai mengutip amplop uang berjatuhan tadi gara-gara kedatangan Rani.


Rani pun ikut membantu, begitu juga dengan Reza. ''Naru saja, Mbak! Kita ke bawah yuk! Enaknya di bawah aja sambil ngumpul sama ibu-ibu. Abang tak apakan gabung sama kita-kita? Secara kan Abang sendiri disini yang punya terong?''


Reza melotot kan matanya. ''Kamu Dek!'' tegur Reza. Rani terkikik geli. Sedangkan Alisa, ia terkekeh-kekeh.


''Ya, tentu saja.'' balas Rani.


''Ada kami kemari bersama Reza? Pasti mau kasih Mbak surau undangan ya?'' terka Alisa, dengan mendudukkan tubuhnya lesehan dilantai. Di ikuti Rani dan Reza.


''Hehehe.. Mbak tau aja sih!''


''Ya, Taulah. Kan Mbak yang bilangin kamu, kalau tugas kamu sudah selesai di Bogor, kamu datang lagi kerumah ini pasti dengan membawa kartu undangan. Benar tidak tidak?''


'''Huhuhu... Mbak ku ini selalu benar!'' sahut Rani dramatis.

__ADS_1


Ia memeluk Alisa dengan erat. Dipeluk lebih erat lagi oleh Alisa.


''Kapan nikahnya?''


''Minggu ini Mbak. Tuh, bang Reza udah kebelet ingin kawinin janda kayak aku!''


Reza melototkan matanya. Alisa tertawa. ''Hahaha... ya iyalah Reza ngebet ingin nikahin kamu. Secara kamu kan janda kembang?''


Deg!


Reza terkejut begitu juga dengan Rani. Ia menatap Reza yang berpura-pura tidak mendengar ucapan mereka.


''Mana ada aku janda kembang! Mbak ih!Janda ya janda kali, Mbak! Mana ada kembang nya!'' bantah Rani dengan memanyunkan bibirnya.


Alisa tertawa lagi. Reza tetap mendengar kan saja. ''Za, kalau terbukti Rani ini janda kembang? Apa yang akan kamu lakukan?''


Deg, deg.


Jantung Rani berdegup kencang. Reza melirik Rani sekilas. Ia tersenyum menatap Alisa. Alisa menggoda Reza degan memainkan kedua alisnya.


Reza terkekeh, Rani merengut. ''Apapun keadaannya aku terima kok. Janda kembang itu, hanya gelar bagi gadis yang udah janda namun masih perawan! Tapi janda kembang ini juga di artikan dengan gadis ini begitu cantik dan memikat semua para kumbang yang lewat. Makanya aku tidak sabar ingin menikahi nya. Apapun dirinya, aku menerima dengan lapang dada,'' jawab Reza membuat Rani menangkupkan tangannya ke wajah Reza.


''Uu.. co cweeett...'' Reza tertawa. Egitu juga dengan Alisa.


Janda kembang adalah sebuah gelar bagi seorang gadis yang sudah menikah namun masih gadis ketika ia ceraikan oleh suami secara hidup maupun ditinggalkan oleh suami karena ia mati.

__ADS_1


💕💕💕💕


Yuhuuu... beberapa bab lagi end ya!


__ADS_2