
''Aku Aisyahrani binti Muhammad Alamsyah, seorang gadis biasa yang tidak memilki kelebihan apapun. Tapi bang Reza suamiku, menerimaku, apa adanya.''
''Kami sama-sama memilki kekurangan. Bahkan dia selalu meminta maaf padaku, karena kekurangan nya itu.''
'Hah! Aku tak peduli! Bagiku, bisa menikah dengan bang Reza saja sudah sangat membahagiakan diriku. Impian masa kecil yang akhirnya terwujud.''
''Dulu, ketika aku masih kecil, aku sangat menyukai nya. Sering kali aku mengintip nya bermain bersama teman sebayanya. Tapi dasar bang Reza itu cuek sama aku, ya .. aku kesal.''
''Seringkali kami bertengkar dan ribut karena hal sepele. Tapi karena hal itulah, kami berdua menjadi dekat.''
''Yang aku tidak tau, jika bang Reza sudah lebih dulu menyukai ku. Bahkan pada saat aku masih dalam kandungan ibu! Ck! Dasar bang Reza! Tapi aku bahagia bisa bersama nya! Sangat bahagia.''
''Impian masa kecilku akhirnya terwujud juga. Walau harus melewati drama yang menguras air mata dan hati terluka.''
''Itulah yang namanya hidup. Mana ada sejarahnya hidup itu datar-datar saja tanpa ada kerikil di jalan mulus itu.''
''Sedangkan jalan aspal di dunia nyata saja banyak kerikil dijalan yang kita lewati. Baik dengan berjalan maupun dengan berkendara.''
''Tak menutup kemungkinan bukan, jika kerikil itu tidak bisa menjadi masalah untuk kedepannya?''
''Aku menerima kelebihan dan kekurangan, suamiku. Diriku yang hanya seorang gadis biasa.''
''Di beri gelar janda kembang oleh tetangga sekitar, di tuduh pembawa sial di dalam keluarga hingga gadis kutukan!''
''Aku sudah terbiasa dengan hal itu. Aku Tak peduli! Bagiku, kehidupan ku, aku sendiri yang menjalani nya. Bukan mereka.''
''Mereka hanya bisa menuduh tanpa melihat fakta yang sebenarnya. Hah! inilah hidup. Walau sering di hina dan di rendahkan tapi kehidupan itu akan terus berlanjut.''
''Apakah kalau di hina kita tidak hidup lagi? Tidak! Kehidupan akan berjalan terus. Roda terus berputar.''
''Begitu juga dengan kehidupan. Jika dulu aku dan bang Reza, di uji dengan masalah lain, kini ujian babak baru dalam rumah tangga kami baru di mulai.''
Tapi aku tak peduli. Anak? Tanpa anak pun aku bisa hidup? Aku bisa mengangkat anak dari panti asuhan? So.. jangan persulit dengan Maslah yang memang sudah sulit dari awalnya.''
''Jalani hidup ini dengan apa adanya. Sambil berjalan carilah jalan keluar agar masalah itu terselesaikan.''
__ADS_1
''Aku menerima kelebihan dan kekurangan mu, Bang Reza. Aku mencintaimu karena Allah. Karena Allah yang mengutus mu untukku, menjadi ayah, rekan, guru, penuntun, sahabat sekaligus suami untukku.''
''Aku akan menghadapi ujian hidup ini bersama mu. Hidup berdua dengan mu adalah impian masa kecilku dulu.''
Kamu, cinta pertama dan terakhirku suamiku. Seorang janda kembang sepertiku tidak pantas untuk memilih suami ataupun menuntutnya untuk menjadi baik.
''Sementara diriku saja tidak baik? Banyak kekurangan? Tapi aku menjadikan kekurangan ku itu tertutupi oleh kelebihan yang kamu miliki.''
''Begitupun sebaliknya.''
''Inilah kisahnya, si janda kembang yang selalu di sebut dengan pembawa sial di dalam kehidupan keluargaku.''
''Semoga tidak ada lagi janda kembang sepertiku yang mengalami hal semacam sama.''
''Setiap manusia itu berbeda-beda masalahnya.Tapi inilah masalahku. Masalah dari dulu sebelum aku lahir, hingga aku terlahir ke dunia.''
''Ambil hikmah dari setiap peristiwa. Bersyukur atas semua nikmat yang kita punya. Mengalah lebih baik dari pada harus balas dendam.''
''Karena dengan balas dendam hanya akan menyakiti hati banyak orang dan juga mengotori hati kita.''
''Apa yang baik dan apa yang buruk. Semua itu sudah tertulis dalam lauhul Mahfud. Kita hanya bisa mengikuti nya seperti air yang mengalir.''
''Ibarat daun yang mengapung di air, terbawa arus dan tak tau akan berhenti dimana. Dan dia tidak akan menentang arus.''
''Perumpamaan itu ibarat aku, tidak akan menentang takdir. Inilah takdirku. Sedari kecil, dianggap pembawa sial, menjadi gadis kutukan, tidak ada yang mau menikahiku karena memiliki ibu yang tidak waras.''
''Hingga aku menikah, lalu diceraikan tepat dua hari setelah pernikahan. Inilah takdirku. Takdir yang sudah tertulis.''
''Begitu juga dengan takdir hidupku sekarang ini. Aku harus menerima dengan lapang dada Jika suamiku, Tidak bisa memiliki keturunan.''
''Bukan tidak bisa, Bisa. Dan kemungkinan itu sangat kecil. Aku percaya pada kekuasaan Allah SWT.''
''Apa yang tidak mungkin terjadi, Jika Tuhan sudah berkehendak? Aku percaya dengan takdirku.''
''Inilah takdirku. Hidup bersama dengan orang-orang yang menyayangiku setulus hati. Walau tanpa kehadiran seorang anak, aku akan setiap setia kepadanya.''
__ADS_1
''My Husband Ar Reza Alamsyah. I love you So much! π''
''Penantian panjang ku akhirnya berakhir sudah. Inilah kisahku, seorang gadis biasa diberi gelar sebagai janda kembang.''
''Akhirnya aku bisa hidup bahagia dengan jodoh masa kecilku dulu. Cinta masa kecilku menjadi Cinta Terakhirku.''
Aisyarani Ar Reza Alamsyah.
End.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Benar-benar end ya!
Sedari awal othor udah bilang, jika cerita ini tidak panjang-panjang dan berbelit-belit.
Othor tidak suka. Jika masalah utamanya sudah selesai, maka ceritanya pun selesai.
Rani dan Reza sudah hidup bahagia sekarang ini. Tidak perlu di perpanjang lagi.
Tapi tenang.. othor akan berikan extra part nya nanti.
Bagaimana kehidupan Rani setelah menikah, sampai ia hamil nanti.
Sudah othor sediain semua nya.
So.. ikutin terus ye! Jika klean ingin tau tentang sekuel cerita ini, jangan lupa follow akun othor.
Agar kalian bisa tau, jika sekuel cerita ini sudah rilis.
Selamat membaca. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah, dan selalu diberikan kemudahan.
Dipanjangkan umurnya dan di lancarkan rezekinya. Amiiin...
See you again.. πππ
__ADS_1