
''Kalian berdua bukan pembawa sial. Kalian itu pembawa berkah untuk kami. Kamu istimewa Rani.. biarkan saja mereka berkata apa. Yang jelas kami tau seperti apa kamu sebenarnya. Begitu juga dengan Gilang. Alisa bukanlah pembawa sial. Ia juga sama seperti mu. Mungkin benar apa yang dikatakan Gilang pada mu. Semua ini memang sudah menjadi ketentuan untuk kalian berdua. Kami berdua berani bertaruh, jika kalian berdua itu adalah wanita istimewa bukan wanita pembawa sial seperti yang mereka tuduhkan!''
Deg!
Jantung Rani berdegup kencang saat mendengar suara Reza begitu dekat dengan nya.
Matanya berkaca-kaca mendengar ucapan Reza.
''Biarkan saja mereka berkata apa. Yang penting kita tetap pada jalan kita. Toh, pada akhirnya nanti mereka juga kan yang akan gigit jari? Sabar.. semua itu butuh waktu. Jangan dengarkan tuduhan tak berdasar itu dari mereka semua. Coba kamu tanyakan pada Gilang, bagaimana ketika Alisa di tuduh menjadi pembawa sial bagi keluarga suaminya? Apakah ia melawan atau lebih memilih diam? Dek.. semua ini sudah menjadi jalan hidup kita. Berperilaku lah dengan baik. Tidak perlu memikirkan pandangan orang. Cukup kau lihat, dengar dan tutup mulutmu. Itu sudah cukup untuk mengurangi rasa sakit dihati akibat tuduhan yang tak berdasar dari mereka semua.'' Lanjut Reza.
''Biarkan pada jalannya. Jika memang sudah waktunya, mereka tidak akan berbicara seperti itu lagi. Berusahalah menjadi lebih baik lagi. Karena semakin banyak diri kita berubah maka pandangan positif itu akan mengikuti kita. Abang sayang kamu Dek..'' lanjut Reza lagi.
Setelah itu tidak terdengar apapun lagi. Rani meneteskan air matanya saat mendengar suara Reza.
''Ternyata alat yang di pasang di gigi ku, hanya dia yang bisa mendengar ucapan ku. Sedangkan aku? Tidak mendengar apapun dari alat ini tentang pembicaraan mereka. Kamu jahat Bang Reza! Tega kamu! Baru kemarin kau mencoba untuk membunuhku. Dan hari ini? Kau mencoba untuk menasehati ku? Sebenarnya apa sih yang kamu inginkan dari ku?? Apa yang sedang kamu rencanakan untukku bang Reza! Sulit sekali untuk mengetahui semua ini. Disini aku yang bodoh, atau kamu memang sengaja mengelabui ku?! Kamu dengar Bang Reza?!'' pekik Rani.
Sesaat setelah Rani mendengar ucapan Reza di telinga nya. Rani dengan segera memutuskan sambungan ponsel nya dengan Gilang.
__ADS_1
Ia fokus mendengar apa yang Reza katakan pada nya. Sementara Reza terus berkutat dengan berkas yang ada ditangannya.
Sekarang dari penemuan itu sudah menunjukkan titik terangnya. Ia menebalkan telinga mendengar suara Rani yang mengomel terus menerus untuk dirinya.
Benar kata Fatih. Ia harus kuat mendengar cercaan dan tuduhan yang tak berdasar dari istrinya itu.
''Dek??''
Reza menoleh. Ia tersenyum mendapati Fatih dan Karin di pintu ruangan nya. ''Sudah selesai?'' tanya Karin.
Ia melangkah kan kakinya untuk di sofa di ruang itu. Reza mengangguk. ''Ya, semuanya sudah terbukti. Bahwa sabotase yang terjadi puluhan tahun silam adalah akibat kedua orang tua kita. Apa kita harus bertindak sekarang? Semua bukti sudah ada ditangan kita!''
''Ya, tentu saja. Dan kita sekeluarga akan pindah dari kota kelahiran kita ini. Dan menetap tinggal di kota Medan. Entah kenapa, aku jadi betah tinggal di Medan. Bagi sebagian orang pastilah mereka tidak menyukai tinggal disana. Tapi aku menyukai kota itu ketika pertama kali menginjakkan kaki di kota Medan. Ada kebahagiaan tersendiri setelah melihat kota itu.'' Ujar Karin dengan menerawang mengenang kota Medan.
Fatih terkekeh, ''Tentu saja sayang! Bahkan aku mencetak putra kita saja disana!'' celutuk Fatih
Membuat Karin melototkan matanya. Sedangkan Reza memutar bola mata malas. ''Oke. Sudah di putuskan! Jika semua permainan ini akan segera kita mulai! Siapkan segala sesuatu nya! Aku tidak sabar ingin melihat bagaimana sandiwara' istri sah ku itu!'' imbuh Reza dengan sedikit kekehan di bibirnya.
__ADS_1
''Tentu saja! Kalian pasti akan menjadi pasangan yang klop nantinya! Lihat saja!'' imbuh Fatih dengan sedikit kekehan di bibirnya.
''Kayaknya nggak sih, kalau menurut aku.''
''Hah? Kok bisa gitu?'' tanya Fatih.
''Ya, bisa lah! Secara kan adik kamu ini udah bohongin istrinya? Yakin, masih mau dia sandiwara sama kalian?''
''Hem.. betul juga sih.''
''Kita lihat saja nanti. Seperti apa dan bagaimana, nanti akan terlihat setelah kita membuat sesuatu di rumah itu menjadi heboh,'' imbuh Reza.
''Sesuatu akan terjadi di rumah keluarga Rustamsyah besok pagi. Tunggu saja. Aku yakin, mereka akan syok mengetahui kabar ini.''
Dengan sedikit kekehan di bibirnya Reza membayangkan sesuatu akan terjadi besok di keluarga Rustamsyah.
Apa kira-kira yang sedang direncanakan oleh Reza ?
__ADS_1
Nantikan kelanjutannya!
TBC