
Rani menatap Reza dengan tatapan kosong nya. Alisa masih saja mengelus bahu Rani, untuk menenangkan gadis muda itu.
Ia menyusut ingusnya, kemudian menatap Reza dengan tegas. ''Oke. Aku sudah tau jawabannya apa! Sekarang waktunya Abang untuk melepasku! Lepaskan aku dari belenggu pernikahan yang tidak seharusnya ini. Sah kan pernikahan kalian berdua! Aku mendukung mu! Aku tak mau merebut mu dari Kak Karin. Hiduplah bahagia bersama nya dan juga anak-anak mu nanti. Selamat bang Reza! Selamat menempuh hidup baru! Semoga sakinah mawadah warohmah. Aku tunggu surat pengadilan nya dari mu! Besok aku akan mengantarkan makanan untukmu selama seminggu ke depan! Ayo Mbak, kita pulang! Assalamualaikum!''
''Waalaikum salam..'' sahut Reza dengan tersenyum puas.
Rani pergi secepat mungkin dari ruangan itu. Di ikuti oleh Alisa di belakang nya. Sepanjang jalan wajah Rani nampak begitu dingin.
Alisa hanya bisa diam. Mereka melangkah dengan cepat untuk keluar dari rumah sakit itu.
Di dalam ruangan.
Setelah kepergian Rani, Reza tertawa pelan. ''Akhirnya aku akan tau yang sebenarnya. Tunggu saja Rani.'' Ucapnya kemudian terkekeh.
Paman Ali, Airin dan Fatih menatap Reza dengan tatapan bingung nya. Sedangkan Pak Rahmat terkekeh.
Karena ia tau, apa yang sedang di rencanakan Reza. Ia berjalan keluar ruangan untuk melihat Rani.
Melihat pak Rahmat keluar, Airin mendekati Reza. ''Sebenarnya ada apa ini Bang? Kenapa Abang sengaja membiarkan kak Ai pergi? Apa yang sedang Abang rencana kan?'' selidik Airin.
Fatih menatap Reza yang juga kini sedang menatap nya. Reza tersenyum puas mengingat apa yang baru saja ia lakukan terhadap Rani.
__ADS_1
''Abang sengaja melepas nya agar tau apa maksud dan tujuan nya pergi meninggalkan Abang. Dia tau jika kita berdua sudah terikat, tapi tetap memaksa pergi. Apakah kalian tidak berpikir? Kenapa Rani ingin pergi, sementara status nya kini sudah sah di mata hukum, kalau dia adalah istri sah dari Reza putra Alamsyah?'' sahut Reza masih dengan senyum manis tersungging di bibirnya.
Fatih menghela nafasnya. ''Abang tidak tau ada masalah apa antara kamu dan Rani. Tapi Abang heran, kenapa kamu bisa tega mengatakan jika kamu sudah menyentuh Karin, sedangkan kamu tidak pernah menyentuh nya sama sekali? Apakah dengan mengatakan hal itu pada nya, Rani pasti akan kembali pada mu Reza? Sedang hatinya saja sudah kau buat terluka! Sebenarnya apa yang sedang kamu cari dengan cara menyakiti nya seperti ini? Cukup, Dek! Cukup sudah Abang saja yang melukai nya, jangan lagi kamu Za...'' lirih Fatih.
Reza tersenyum. ''Memang itulah tujuan ku. Membuatnya terluka dan akhirnya kembali kepada ku.'' sahutnya masih dengan menyunggingkan senyum manis.
''Apa sih yang Abang cari?! Heran deh! Kalau seperti itu caranya, sama aja Abang tidak akan pernah mendapatkan Kak Ai kembali? Ck! Dasar!'' sungut Airin begitu kesal.
Reza tertawa. Paman Ali menatap nya dengan dalam. ''Jelaskan, Za! Paman ingin tau apa tujuan mu yang sebenarnya! Sebelum Paman kembali ke Bogor, paling tidak Paman lega meninggalkan mu dan Rani disini.''
Reza menatap Paman Ali, ''Aku sengaja mengalah Paman. Aku mengalah bukan dalam artian melepaskan. Tapi aku mengalah karena ingin mendapatkan! Apa yang seharusnya menjadi milik ku, maka akan tetap menjadi milikku. Sengaja aku memberi waktu pada Rani, Paman. Tapi hanya satu tahun saja. Aku ingin lihat, sejauh mana ia bisa melupakan ku. Dan aku pun ingin tau, ada alasan apa hingga Rani sangat ingin pergi dariku, sementara status kita sudah jelas. Sama seperti Alisa tadi. Istri Gilang.''
''Maksudnya?'' sela Fatih.
''Nggak! Nggak mungkin!'' bantah Fatih.
Reza tertawa terbahak. ''Hahaha.. Aku tau diri mu Bang! Jangan macam-macam jika tidak ingin melihat Rani mengamuk pada mu nantinya. Lupakan wanita itu, Bang! Cari yang lain!'' imbuh Reza masih dengan tertawa.
Fatih menatap nanar pada Reza. Ia menunduk membuat Airin bingung. ''Ini ada apa sih sebenarnya? Bisa di jelaskan tidak?! Kita sedang bicara kak Ai! Tapi kenapa berubah menjadi mbak Alisa sih?!'' sungut Airin. Ia sangat kesal dengan kelakuan kedua Abang nya ini.
''Hahaha.. bang Fatih menyukai Alisa istri Gilang, Dek!''
__ADS_1
''Hah? Yang bener Bang?!''
Fatih menunduk. Ia memilih duduk di sofa di ujung ruangan itu. Ia menghela nafasnya. ''Ya, pertama kali bertemu dengan nya, Abang langsung saja menyukai nya.. Tapi sayang nya nasib baik tidak berpihak pada ku. Baru saja bertemu eh ternyata punya orang!'' celutuk Fatih, membuat Airin dan Reza tertawa terbahak.
Buahaha...
Fatih pasrah akan kedua adiknya yang menertawai nya. ''Dia bukanlah jodoh mu, Nak..'' ucap Paman Ali dengan sedikit kekehan di bibirnya.
''Ya... aku tau itu, Paman...'' lirihnya begitu pasrah.
Lagi, Reza dan Airin tertawa. ''Lantas mengapa kamu membiarkan Rani pergi dari mu, Za! Sedangkan kamu tau jika Rani adalah istri mu?? Paman masih bingung di sini. Paman belum paham.'' Imbuh Paman Ali.
Reza berhenti dari menertawai Fatih. Kini ia menatap Paman Ali dengan serius. ''Inilah yang ingin aku cari tau, Paman. Aku sengaja mengalah dan melepas nya pergi ke rumah Alisa, karena aku ingin tau apa yang ia sembunyikan dari diriku. Aku tau Paman. Ada sesuatu yang tidak bisa ia katakan pada ku, takut jika aku akan tersinggung. Mungkin. Tapi aku yang akan tau, Rani tidak akan menolak ku jika tidak ada sesuatu yang mengganjal dihati dan pikiran nya.''
''Maka dari itu aku sengaja melepasnya. Agar aku bisa memantau kegiatan nya selama setahun ini. Cuma setahun Paman. Setahun itu cukup untuk aku tau apa sebenarnya yang Rani inginkan dari ku! Aku mengalah karena ingin mencari tau, bukan mengalah untuk melepas nya begitu saja. Rani istri sah ku, Paman. Sudah menjadi kewajiban ku bukan untuk melindungi nya?''
Paman Ali termenung dengan ucapan Reza, begitu juga dengan Fatih.
💕
Apa ya kira-kira yang di sembunyikan Rani dari Reza?
__ADS_1
Ikuti terus kelanjutannya!
TBC