Janda Kembang

Janda Kembang
Mengabaikan


__ADS_3

Sedari siang Rani tidak makan bahkan hingga malam hari. Reza dibuat gelisah dengan semua itu.


Sedang ibu Saras, biasa-biasa saja! Ck! Boleh menyayangi putra lain tapi jangan sampai mengabaikan putri sendiri.


Contohnya saat ini, mereka berdua sibuk makan malam dengan lahap dengan masakan yang dibuat Rani.


Sedang sang empu tak menunjukkan batang hidungnya. Sedari tadi Reza terus saja memandangi kamar Rani yang tertutup rapat.


Makan malam Reza terasa hambar, tapi karena ibu yang memintanya terpaksa Reza mengikuti perintah beliau.


''Kamu kenapa?? Apakah Abang ada buat salah??'' gumamnya, tapi masih terdengar oleh ibu Saras.


''Sudahlah Nak.. biarkan saja Rani.. toh, kalau lapar kan dia akan makan! ini kan rumahnya sendiri??'' ucap ibu Saras.


Seseorang berdiri di balik pintu mengepalkan tangannya.


''Tega Ibu berbicara seperti itu! Apakah segitu tidak berharga nya aku di mata Ibu?? Sebenarnya siapa anak kandung Ibu? aku? atau Bang Reza??'' tanya Rani di sebalik pintu.


Reza semakin cemas dengan perkataan Ibu Saras. ''Bu.. aku kenal Rani sedari kecil Bu.. ia tidak akan berbuat seperti ini jika kita tidak melakukan kesalahan.. aku takut Bu... kedatangan ku kesini malah membuat Ibu mengabaikan nya...'' lirih Reza


Deg.


Ibu Saras terkejut dengan pemikiran Reza. Ia mematung dengan perkataan itu. Apakah benar jika ia mengabaikan Rani karena kedatangan Reza.


Jika dipikir-pikir, memang iya. Ibu Saras mengabaikan Rani dan lebih mementingkan Reza.


''Bu... jangan sampai karena Ibu lebih memperhatikan ku.. Ibu malah melupakan Rani anak kandung Ibu.. aku merasa.. jika Rani seperti itu Ibu.. jangan sampai karena hal ini, Rani jadi salah paham.. tolong mengertilah Ibu.. Ibu dan Rani segala nya untukku.. aku tidak akan membeda-bedakan kalian berdua dalam hal kasih sayang...'' lirih Reza lagi.


Lagi, ibu Saras tertegun dengan ucapan Reza.


''Alah.. sudahlah! biarkan saja! toh pada akhirnya, ia akan keluar juga nanti!!'' ucapnya tanpa memandang Reza sama sekali.


''Maafkan Abang sayang...'' lirih Reza.


Setelah selesai makan mereka berdua masuk kekamar masing-masing. Rani keluar untuk berwudhu, kemudian masuk lagi.


Reza yang melihat nya mengejar Rani, tapi sayang terlambat. Pintu Rani kembali tertutup rapat.

__ADS_1


Reza yang cemas pun, akhirnya memilih untuk tidur diluar sembari menunggu Rani keluar lagi tengah malam nanti.


Untuk sekarang ia akan istirahat dulu. Karena semenjak kepulangan nya dari Inggris, Reza belum sempat mengistirahatkan tubuhnya yang lelah.


Begitu ia mencium bantal, Reza langsung saja terlelap. Dan tersadar saat mendengar suara gemericik air di dapur.


Reza bangun dan menuju dapur. Ia melihat Rani sedang menyiapkan makan nya dan juga segelas teh hangat untuk minumnya.


Saat melihat itu, Reza mendekati Rani dan berdiri tepat di belakangnya. Saat Rani ingin berbalik, ia terkejut karena ada seseorang berdiri tepat di belakangnya.


''Astaghfirullah!!'' kejut Rani. Ia sampai mengelus dadanya, membuat Reza terkekeh.


Sedangkan Rani berwajah datar. Ia berbelok melewati Reza dan duduk di meja makan dan makan.


Ia mengabaikan Reza yang berdiri mematung melihat nya. Ia tak peduli. Ia sibuk dengan makanan nya.


Tak tahan diabaikan, Reza mendekati Rani. ''Dek... kamu Kenapa??'' lembut suara Reza menyentuh gendang telinga nya.


Rani tetap diam tidak menyahuti ucapan Reza. Lagi Reza di abaikan.


''Sayang... kamu kenapa?? Apakah Abang ada salah pada mu?? Jika memang ada tolong maafkan.. Abang tidak tau apa yang telah Abang perbuat pada mu.. hingga kamu jadi seperti ini.. maafkan Abang, Dek...'' lirih Reza.


Rani menghentikan makannya sebentar dan minum. Tapi tatap tak peduli dengan Reza.


''Sayang.. jawab Abang.. Abang juga lapar loh.. ambilin ya??'' rayu Reza.


Rani bangkit, ia mengambilkan nasi untuk Reza. Dan juga minumnya teh hangat. Setelah selesai, Rani kembali ketempat dimana terlihat Reza sedang menikmati nasi di piringnya.


Ia makan dengan lahap tanpa Melihat Rani yang sudah menetap nya dengan tatapan yang sulit di artikan.


Rani mendekati Reza dan meletakkan piring berisi nasi itu di depan Reza. Entah karena lapar atau memang sengaja, Reza menyantap semua makanan itu tanpa sisa.


Rani melihatnya saja tapi tidak menegurnya sama sekali. Di tangan nya masih ada susu coklat hangat.


Ia meminum itu sedikit demi sedikit sembari melihat Reza makan. Reza makan dengan lahap.


Setelah kenyang, ia pun minum teh buatan Rani. Setelah nya ia menatap Rani dengan instens.

__ADS_1


''Terimakasih sayang untuk makanan nya... Abang kenyang sekali...'' ucapnya masih dengan melihat Rani.


Rani tetap sama. Ia cuek kepada Reza. Membuat Reza kecewa.


Setelah selesai, Rani bangkit dan berdiri untuk menuju kamarnya. Biarlah esok pagi aja ia mencuci bekas makan Reza.


Sedang Reza menatap nanar pada Rani. Ia menghela nafasnya.


''Sangat sulit meluluhkan hati mu sayang.. jika Abang tau seperti ini, Abang tidak akan mau kembali kesini. Jika hanya untuk di abaikan seperti ini...'' lirih Reza.


Rani memejamkan matanya sejenak untuk menetralisir rasa sesak yang mendera dadanya.


''Maaf bang... sekali ini Aku harus tegas pada mu.. kau hanya orang lain disini .. tapi Ibu begitu menyayangi mu! bahkan Ibu mengabaikan ku demi dirimu yang notabene hanya seorang anak pembunuh ayah Alam. Aku kecewa dengan kalian berdua. Biarlah seperti ini, maka ini lebih baik. Dari pada setiap hari harus melihat, kau yang selalu di anggap oleh ibu.'' gumam Rani seraya berlalu meninggalkan Reza yang masih duduk termenung disana seorang diri.


Setelah Rani masuk ke kamarnya, kini Reza pun menyusulnya. Ia berdiri tepat di depan pintu Kamar Rani.


''Maafkan Abang sayang, jika kehadiran ku disini melukai hati mu.. tidak ada sedikit pun niat di hatiku untuk merebut kasih sayang Ibu dari mu... hah.. jika aku tau seperti ini.. lebih baik aku tidak usah kesini saja..'' lirih Reza sembari berlalu dan tidur di tempat dimana tadi ia tidur.


Waktu subuh hanya tersisa satu jam lagi. Ternyata Rani bangun karena ingin puasa esok hari.


Reza melupakan itu, karena ia sibuk memikirkan keadaan Rani dan juga segala sesuatu nya yang menyangkut dengan Rani.


Keesokan paginya.


Rani sudah siap dengan tas selempang nya. Ia melihat Reza sedang berbincang dengan Ibu Saras begitu akrab.


''Bahkan kehadiran ku saja tidak kalian anggap. Baiklah, aku akan pergi! agar kalian berdua bisa bebas berbicara tanpa di ketahui oleh ku!'' ucap Rani sembari menarik sebuah koper mini dan membawa nya ke depan.


Reza yang melihatnya terkejut begitu juga dengan ibu Saras.


''Mau kemana kamu Rani??'' tanya ibu Saras.


Rani menoleh. ''Aku akan pergi dimana ada orang yang menerima ku setulus hati! Tanpa di abaikan karena kedatangan orang lain!''


''Apa?!''


💕

__ADS_1


Hayoo kenapa lagi itu??


TBC


__ADS_2