Janda Kembang

Janda Kembang
Diceraikan??


__ADS_3

Selama di perjalanan Rani hanya diam tanpa kata. Wajahnya datar tanpa ekspresi. Sangat sulit di tebak, apa yang ada di hatinya.


Inilah Rani. Ia sangat pandai menutupi perasaannya. Baik itu kepada keluarga maupun kepada orang lain.


Pak supir yang mengantar Rani merasa bersalah. Dari depan ia terus saja melihat Rani dari spion motor nya.


Sakit rasanya melihat Rani tanpa ekspresi seperti itu. Ingin bertanya takut akan tersinggung perasaan gadis itu.


Jika tidak di tanya, malah ia sendiri yang penasaran. Ada apa sebenarnya yang terjadi saat tadi ia meninggalkan nya di pasar.


Pak supir yang bernama Udin ini adalah seseorang kepercayaan Reza selama di rumah itu.


Apapun yang terjadi dengan rumah itu, ia akan melaporkan nya kepada Reza. Sekarang Reza tidak ada di tempat.


Tapi Reza sudah berpesan jika terjadi sesuatu hal yang buruk menimpa Rani, maka segera kabari. Begitu perintahnya.


Pak Udin memberanikan diri untuk berbicara setelah berkali-kali menghela nafas karena gugup.


Takut akan pertanyaan akan menyinggung gadis muda itu. Pak Udin berdehem.


''Neng.. boleh bapak bicara??'' tanya nya.


Sedangkan yang ditanya hanya mengangguk saja tanpa ekspresi. Pak Udin menghela nafasnya lagi.


''Apakah terjadi sesuatu sama Neng tadi di pasar? Saat Bapak pergi meninggalkan Neng sendiri disana??'' tanya nya hati-hati.


Rani mengangguk dan mulai menceritakan bagaimana ada seorang pemuda yang sengaja menabrak punggungnya dari belakang.


Kemudian pemuda itu memeluknya, hingga pemilik warung menegur mereka. Setelah nya Rani diseret ke tempat lain.


Pemuda itu juga mengatakan jika dirinya sudah dijual oleh seseorang untuk dinikmati tubuhnya.


Setelah puas memeluk Rani hingga menimbulkan kesalahpahaman, pemuda itu tiba-tiba melepaskan Rani begitu saja.


Dan pergi entah kemana. Rani bercerita dengan bercucuran air mata. Pak Udin yang mendengar nya pun mendengkus.


Benar dugaan ku! Pasti ini semua kerjaan nyai menir gila itu dan juga tua Bangka yang tidak tau di untung itu.

__ADS_1


Astagfirullah.. jika bukan karena Den Reza, aku tidak sudi bekerja di rumah itu! Tunggu saja sampai dimana semua bukti mereka terungkap.


Berjuanglah Den Reza.. kamu pasti mendapat kan buktinya. Untuk Rani bersabarlah.. sebentar lagi kamu akan bahagia bersama dengan den Reza. Gumamnya dalam hati.


''Ya sudah.. Neng yang sabar ya.. sekarang mau Bapak antarkan kemana??'' tanya pak Udin.


''Antarkan saya ke rumah Paman saya, Paman Ali. Beliau tinggal tidak jauh dari sini. Di jalan kenanga nomor sebelas, Pak!'' sahut Rani.


Wajahnya masih sembab. Pak Udin yang melihatnya hanya bisa menghela nafasnya. Beruntung Reza saat itu tanggap akan sesuatu yang mencurigakan.


Dan benar adanya, apa yang dipikirkan Reza kini sudah terjadi. Tepat hari dimana ia pergi keluar negeri untuk mengurus kopi kirimannya, hari ini juga Rani diceraikan dan di usir dari rumah besar itu.


Lima belas menit kemudian, sampailah Rani di kediaman Paman Ali. Beruntung nya saat itu beliau ada disana bersama istrinya. Mereka sedang duduk di teras sambil bercerita.


Dari kejauhan terlihat sebuah motor butut datang menghampiri rumah mereka. Ternyata itu adalah Rani.


Saat melihat Rani yang turun dari motor dan membawa ransel, Paman Ali dan bibi Kasmi berlari mendekati Rani.


Rani yang melihat itu hanya bisa menahan sesak di dada.


''Assalamualaikum.. Paman.. Bibi..'' ucap Rani sembari mencium kedua tangan paruh baya itu.


Tapi yang terlihat hanya seorang pria paruh baya yang mengantar Rani.


Rani hanya menunduk. Sedangkan Bibi merasa ada sesuatu yang terjadi dengan Rani. Terlihat dari matanya yang begitu sembab.


''Ayo Nak.. masuk dulu.. cerita didalam ya??'' pinta bibi Kasmi.


Pak Udin yang melihat Rani masuk, ia pun pamit kepada Paman Ali. Paman Ali mengangguk, setelah nya ia berlalu meninggalkan Rani disana bersama keluarga nya.


Sebelum pergi, pak Udin menatap Rani sekali lagi.


Bapak akan mengatakan hal ini kepada Den Reza. Bapak akan sabar menunggu Den Reza pulang dari luar negeri. Sampai saat itu tiba, Bapak akan terus memantau keadaan di rumah besar itu. Dan juga dirimu, Nak..


Pak Udin masih ingat, kala Rani mengatakan jangan sampai Reza tahu hal ini. Rani memohon agar pak Udin diam saja.


Karena Rani tidak ingin membuat Reza bertambah susah karena dirinya. Setelah nya pak Udin benar-benar pergi meninggalkan kediaman Paman Ali.

__ADS_1


Sesampainya di dalam, Bibi menyuruh Rani duduk. Sementara dirinya ke dapur untuk membuat minum.


''Ada apa Rani?? Kenapa matamu begitu sembab?? Apakah terjadi sesuatu dengan keluarga suami mu??'' tanya paman Ali.


Bukan ia tak menyadari jika telah terjadi sesuatu dengan Rani. Terlihat dari gestur tubuhnya yang begitu lemah.


Mata Rani mengembun. Tanpa dipinta buliran bening itu mengalir ke pipinya. Paman Ali yang melihat Rani, ia yakin. Pasti terjadi sesuatu dengan keponakan nya itu.


Tapi ia hanya bisa menunggu sampai Rani merasa tenang. Setelah nya baru ia akan bertanya kepada Rani.


Bibi datang saat Rani masih menangis sesegukan. Bibi Kasmi memberikan Rani teh hangat untuk diminum Rani agar merasa tenang.


Setelah dirasa tenang, Rani menatap Paman nya. Demikian juga dengan dua paruh baya itu. Mereka berdua sama-sama menatap Rani dengan dalam.


Rani menghela nafasnya sebelum menceritakan kejadian itu.


''Rani sudah diceraikan oleh Bang Fatih hari ini!''


Deg.


Paman Ali dan bibi Kasmi terkejut.


''Di ceraikan??''


💕


Masih mau lanjut??


Othor ngucapin minal aidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan batin 🙏🙏


Terimakasih karena sudah mau membaca cerita recehan othor ini..


Terhura saya 😭😭😂😂


Karena Reza dan Rani akan nongol dicerita sebelah. 😁😁


Nyambung kok ceritanya..

__ADS_1


Maaacihh... 😘😘😘


TBC


__ADS_2