Janda Kembang

Janda Kembang
Mengamuk lagi??


__ADS_3

''Rani...''


''Rani...''


''Rani... akkkhhhh...aaarrggghhhttt... Tidaaaaakkk... anakkuuuu... jangan pergiiiiii... ibu ikuuuuttt... haaaaa..... Raniiiiii.....'' pekik ibu Saras setelah sadar jika Rani telah pergi meninggalkan nya.


Reza yang terduduk di lantai terkejut. ''Ibu!'' pekiknya.


Paman Ali, duluan berlari saat mendengar ibu Saras menjerit kuat. Reza memeluk ibu Saras yang meronta-ronta ingin mengejar Rani.


''Tidaaaaaakkkkk... anakkuuuu... putrikuuuuu... Raniiiiii..... jangan pergiiiiii haaaaa... akkkhhhh... arrggghhhtt...'' pekik ibu Saras lagi.


Ia terus menerus menjerit memanggil nama Rani. Paman Ali kalang kabut dibuatnya. Sedangkan Reza mendekap ibu Saras dengan kuat dengan terus berbisik di telinga nya.


''Nggak! nggak! Rani nggak boleh pergi nak! Bawa Rani pulang! Ibu nggak mau tau! kamu harus bawa Rani pulang! Putrikuuuuu... Rani kuuuuu... ibu ikuuuuttt... jangan tinggalkan ibu... haaaaa... arrggghhhtt... Raniiiiii...'' lagi Ibu Saras memekik kuat.


Reza yang melihatnya menangis. Inilah yang ditakuti nya. Jika ibu Saras kambuh lagi. Susah payah Reza mengobati ibu Saras selama ini.


''Bu... jangan gini... ini Reza Bu... ingat Bu... ada Reza.. kita akan cari Rani bersama-sama ya?? Ibu jangan gini.. Reza nggak kuat Bu... Jika ibu seperti ini?? Siapa yang bisa menahan Reza lagi?? Ibu nggak sayang lagi kah sama Reza?? Bu... Reza juga sayang Rani.. tapi Reza juga sayang ibu... sadar Bu... Reza butuh ibu...'' lirih Reza dengan sesegukan.


Ibu Saras berhenti mengamuk. Ia melihat Reza yang memeluk dirinya begitu erat. Ia mengusap kepala Reza dengan sayang.


''Bawa Rani pulang! Ibu mau Rani! Kamu jangan tinggalin ibu ya?? Seperti ayah mu?? Bangun! Kita harus cari Rani! Kamu harus kuat! jangan cengeng! Ayo!'' titahnya


Membuat Reza mengangguk dan menatap ibu Saras dengan berlinang an air mata. Ibu Saras yang melihatnya, tercubit hatinya.


Ia mengusap air mata di wajah Reza. Reza memegang tangan ibu Saras dan menciumi nya.


''Jangan begini Bu.. Reza butuh Ibu..'' lirih nya lagi.


Ibu Saras terisak. Lagi ia mengingat Rani. Tubuhnya kembali bergetar hebat, dengan keringat dingin mencuat di dahinya.

__ADS_1


Melihat itu Reza gelagapan. ''Bu! ibu! sadar Bu! Ini Reza! Nggak! ibu nggak boleh kambuh lagi! Susah payah aku mengobati nya! Paman! Ibu!'' Ucap Reza begitu ketakutan.


''Aaaakkkkhhhh... pergiiiiii!!! pembunuh.... kamu pembunuh... mas Alaaaaaammmm... aaaaa... aaaaa... Kalian pembunuh... aaaakkkhhhh....'' lagi trauma ibu Saras kembali lagi.


Reza menangis lagi. ''Nggak! nggak boleh! ibu nggak boleh kayak gini! Bangun ibu! Bangun!!'' sentak Reza, membuat ibu Saras terkejut.


Ia menyentak Reza dengan kuat, hingga pelukan itu terlepas. Ibu Saras menatap Reza dengan nyalang.


''Kamuu!!! pembunuh!!! pergiii!! kamu pembunuhh!! aakakhhh... pergii!! kamu bukan anakku!! anakku sudah pergiii!! Pergi kamuu!!'' pekik nya dengan mendorong Reza ke depan.


Hingga membuat Reza terjungkal ke belakang. Paman Ali terkejut.


''Bangun nak! Kita harus bawa ibu mu kerumah sakit! jangan dibiarkan berlarut-larut seperti ini! kamu mau hal yang sama terulang lagi?? Apakah kamu mau pengorbanan mu selama ini sia-sia?? hah?!'' sentak Paman Ali yang melihat Reza berdiri mematung.


Ibu Saras yang melihat Reza semakin ketakutan. Di pikiran nya, bahwa Reza adalah Rustamsyah.


Ibu Saras terus menjerit hebat. Hingga seluruh tetangga kaget.


''Ada apa Mang?? Ibu Saras kenapa?? Kambuh lagi kah??'' tanya tetangga sebelah paman Ali.


Reza masih termangu melihat keadaan ibu Saras. Ia menatap nanar pada ibu Saras yang takut melihat nya.


''Ibu...'' lirih Reza mencoba mendekati ibu Saras.


Tapi mendapat penolakan dari ibu Saras. Lagi, Reza menangis.


''Rani... tega kamu meninggalkan kami dalam keadaan seperti ini.. inilah yang ku takutkan! Maka sedari tadi Aku melarang mu untuk tidak pergi. Karena aku sudah melihat dua hari ini, ibu mulai kambuh lagi dengan cara ia mengabaikan mu. Obat nya habis Rani.. tadi pagi sengaja aku ajak ia bicara, agar mau melihat mu. Tapi malah kamu yang berulah.. Aku harus apa lagi?? Sekarang semua sudah terlambat Rani.. kamu tega meninggalkan aku sendirian.. begitu berat beban yang ku pikul! Kamu jahat sayang...'' lirih Reza dengan menyenderkan tubuh jangkung nya pada dinding rumah paman Ali.


Sedangkan ibu Saras telah dibawa oleh bibi Kasmi ke kamar, sebelum ambulan membawa nya kerumah sakit.


''Reza...'' panggil Paman Ali.

__ADS_1


Reza mendongak. ''Aku gagal paman... aku gagal.. apa yang harus aku katakan pada ayah?? Aku gagal membujuk Rani?? Aku gagal menjaga ibu... Aku harus apa Paman??'' tanya Reza begitu pelan.


Paman Ali menghela nafasnya. ''Kamu harus menyusul Rani ke Medan. Karena ia kesana ingin ke makan ayah mu. Tadi sebelum ia pergi, Rani meminta alamat makam ayah kalian pada paman. Paman tidak bisa berbohong, nak.. ia sudah tau tentang makam asli Ayah mu..'' lirih Paman Alam dengan menundukkan kepalanya.


''Ke Medan??'' beo Reza.


''Ya, Rani ke Medan. Pergilah sebelum terlambat. Biarkan ibu mu, Paman yang mengurus nya. Rani lebih membutuhkan mu disana. Ia tidak tau apapun disana. Tempat itu, tempat asing untuk nya. Ia baru pertama kali ke Medan Reza. Pergilah dengan penerbangan malam ini. Paman sudah memesan tiket keberangkatan mu malam ini. Biar Ibu mu, paman yang mengurus nya. Masalah kebun kopi disini, ada Paman! Paman bisa kok. Biasanya kan memang paman yang mengurus nya? Jika kau sedang ke Medan?? Pergilah!'' titah paman Ali.


Membuat Reza tertegun sesaat. Setelah sadar, ia bergegas berangkat ke bandara untuk menyusul Rani.


Menyusul Rani yang sedang pergi untuk mencari makam ayah Alam yang sesungguhnya.


Juga rumah yang dibeli Reza atas nama nya. Ia ingin kesana untuk melihatnya. Reza melihat status WhatsApp Rani.


Benar, jika Rani ke Medan. Baru saja ia update status, dengan gambar kota Medan. Reza tersenyum melihatnya.


''Baik! aku akan menyusul mu kesana! Karena di sana lah rumah kita yang sebenarnya! Paman! tolong jaga ibu, aku sudah menelpon dokter untuk mengurus ibu selama aku pergi. Dan paman pun harus siap kapan pun aku butuhkan! Karena Jika aku sudah menemukan Rani, aku tidak akan melepas kan nya lagi.'' imbuhnya dengan sedikit senyum misterius disana.


Paman Ali tersenyum melihat Reza. ''Ya, tentu saja! pergilah! Tapi ingat! jangan paksa seperti tadi. Rani masih butuh waktu untuk masalah itu. Kamu harus bersabar, jika memang sudah waktunya, paman dan ibu mu akan menyusul kesana. Pergilah sebelum terlambat! Penerbangan mu dua jam dari sekarang.'' ucap Paman Ali.


''Terimakasih Paman. Siapkan segala sesuatu nya Paman. Setelah aku menemukan Rani, kita harus segera pindah ke Medan. Karena waktunya sudah tiba!'' ucap nya dengan memandang lurus ke depan.


''Ya,'' sahut Paman Ali.


Setelah nya Reza bergegas pergi ke bandara Halim Perdanakusuma Jakarta. Ia harus berangkat segera.


''Tunggu Abang, Rani...''


💕


Ke Medan lagi??

__ADS_1


Ada apa memang nya di Medan?? 🤔🤔


TBC


__ADS_2