
''Sandiwara yang kalian buat saat itu sukses sekali! Hingga aku keluar dari rumah ini dengan status jandaku! Status yang tidak pernah aku sangka-sangka selama hidupku. Dan aku terpaksa harus menerima nya.
''Dan sekarang... aku ingin balas dendam kepada kalian berdua yang telah tega membunuh ayah ku tanpa belas kasih! Menjebak ku! hingga membuatku menjadi janda dalam waktu dua hari! Kalian harus mati di tangan ku!'' ucap Rani dengan lugas dan terkesan sangat dingin.
Papa Rustam tertawa. ''Hahaha.. kau ingin membunuhku dirumahnya sendiri? Huh! mimpi kamu!'' ucap Papa Rustam masih dengan tertawa keras.
Bukan rumah mu! Tapi rumahku!
Terdengar begitu menggelegar di seluruh rumah saat ini. Rani tersenyum tipis. Sangat tipis sekali.
''Ya, aku akan membunuh kalian berdua! dengan cara, aku bakar rumah ini hingga menjadi abu! Kalian berdua ikut serta di dalamnya!''
''Hahaha.. kamu ingin membunuh ku Rani? Di rumahku sendiri?'' ulang nya Lagi.
Buahaha...
Suara tawa menggelegar di seluruh penjuru kamar milik Papa Rustam. Tawa yang begitu mengerikan saat ini.
Rani tau itu.
Ia tetap tenang menghadapi pria paruh baya ini. Menghadapi orang licik, kita juga harus lebih licik darinya.
__ADS_1
''Hahaha .. sampai kapanpun aku tidak akan pernah mati Rani! Kamu tau kenapa? Karena umurku abadi! Tidak seperti Ayahmu yang lemah itu!''
''Benarkah? Pakde tidak akan mati? Baik! Berarti pakde Tuhan ya?'' sahut Rani sambil mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti.
''Ya, aku tidak akan pernah mati Rani! Selama dua puluh tahun ini aku sengaja membunuh orang termasuk kau Rani. Untuk dijadikan tumbal pesugihan panjang umur. Kau tidak akan mampu membunuhku Rani! Hahaha...''
Tawa yang begitu menyeramkan saat ini. ''Pantas saja! Hawa rumah ini begitu tidak enak ketika pertama kali aku masuk kerumah ini! Padahal dulu mendiang ayahku selalu melakukan pengajian dirumah ini! Hmmm.. ternyata ini penyebabnya! Tapi sayang! Aku tidak takut pada iblis seperti mu!'' balas Rani membuat Papa Rustam terdiam.
Ia menyeringai. ''Kau akan mati di tangan ku Rani! Kau akan menjadi tumbal berikutnya! Jangan salahkan aku, jika kematian mu kali ini benar-benar akan sangat menyakitkan untuk mu! Aku akan mencicipi dulu tubuh mu itu baru setelah nya aku membunuh mu!''
Deg!
Jantung Rani berdegup begitu kencang. Ia melihat mata Papa Rustam begitu berbeda saat ini.
''Jangan terlalu sombong Pakde! Anda bukan Tuhan yang tak pernah bisa mati walau bumi ini kiamat! Kau manusia! Sama seperti ku! kita tercipta dari air yang sama. Kau ingin menjadi Tuhan Pakde? Hahaha.. itu tidak akan pernah terjadi! Tidak ada sejarah nya manusia bisa hidup kekal abadi di dunia ini! Semuanya akan mati dan musnah! Semua yang kau punya akan habis dalam sekejap mata jika tuhan berkehendak! Jangan menyangkal takdir Pakde! Sudah terlalu jauh ternyata kau selama ini! Pantas saja Reza dan Airin tidak betah tinggal dirumah ini!''
''Ternyata kaulah penyebabnya Pakde! Kau iblis berwujud manusia! Kau ingin membunuhku? Silahkan! Aku tidak akan melawan!'' tukas Rani dengan seringai licik muncul di bibir tipisnya.
''Hahaha... sudah bosan hidup ternyata kamu ya? Hem.. baiklah! Karena istriku sudah tidur, waktunya aku bermain dengan mu sebelum kau, ku bunuh Rani!'' balas Papa Rustam begitu menyeramkan.
Rani tidak takut sama sekali. Ia masih duduk dengan tenang di kursinya. Pakde Rustam semakin bersemangat melihat Rani.
__ADS_1
Ia mendekati Rani dan berdiri menjulang di depannya. ''Tidak ada siapapun disini Rani! Sekarang kita hanya berdua saja di kamar ini. Bude mu sudah kubius tadi! Hahaha...''
Rani tertawa kecil namun licik. ''Lakukan! Seperti yang kau inginkan bandot tua!''
''Apa katamu? Bandot tua? Baik! Akan ku buktikan padamu jika bandot tua ini lebih perkasa dari mantan suami Al Fatih putraku itu! Bude mu saja kewalahan menghadapi ku! Hahaha...''
''Silahkan! Lakukan sekarang!!''
Brraaakkk..
''Siapa kalian??''
''Aku adalah malaikat pencabut nyawa mu Rustamsyah!''
Deg!
💕💕💕💕
Mau Lagi?
Besok ye!
__ADS_1
Hihihi...
TBC