Janda Kembang

Janda Kembang
Di sekap 2


__ADS_3

Selesai dengan Karin, Rani berjalan menuju ruang dimana Reza dan Fatih di sekap. Satu ruang tapi disekat dua dengan dinding pembatas yang sengaja Rani buat untuk menyekap empat orang itu.


Tiba di dalam sana, Rani menarik kursi dan duduk di depan dua karung itu. Suara kursi berderit terdengar hingga ke telinga Reza dan Fatih.


Dengan segera mereka bergerak dari karung itu. ''Uhukk.. ada orang diluar? Tolong lepas kan kami! uhuk!''


''Lah? Kamu ngomong sama siapa Dek? Dari tadi kita hanya berdua loh.. uhukk! Ini siapa sih yang jahil banget karungin kita gini? Ck! Dasar nggak punya kerjaan! Kalau mau ngarungin orang tuh, mbok ya di bilang dulu gitu?''


Reza terkekeh mendengar gerutuan Fatih. ''Mana ada orang bilang, kalau kita akan dikarungin? Kamu aneh bang! uhuukk!''


''Ck! kamu nggak tau apa karungnya ini bau banget loh.. kayak bau kencing kucing!'' seru Fatih masih dengan terbatuk-batuk.


''Hahaha.. punya ku enggak loh Bang! Nasib kamulah Bang! Hahaha...'' Reza sengaja menertawai Fatih.


Karena dengan adanya Fatih saat ini bisa mengurangi rasa takut dihatinya. ''Ya... nasib aku! Semua ini pun gara-gara kamu!'' ketus Fatih.


Rani terkikik geli. Ia menutup mulutnya agar suara itu tidak terdengar oleh Reza dan Fatih.


''Lah.. kok aku sih Bang! Kita kan kerja sama untuk membuat kedua orang tua kita mengakui nya? Tapi belum sempat kita lanjut, kita udah di karungi gini! Kayak yang sengaja banget gitu nyiksanya!'' ketus Reza pula.


Hihihi....


''Astaghfirullah! Nyai Kunti Za!'' pekik Fatih masih dalam karung.


''Mana ada nyai Kunti Abang! Ini kan masih sore? Woy! Lepasin napa?! saya mau mandi ini! Mau sholat Maghrib juga! ishh....'' gerutu Reza.


Masih dengan menggerakkan karung itu agar bisa terlepas. Rani bangkit dan menuju mereka berdua.

__ADS_1


Ia berjongkok tepat dihadapan Reza. Harum semerbak dari tubuh Rani tercium hingga kedalam karung milik Reza.


Reza tertegun sejenak. ''Rani? Sayang? Kau kah itu?''


''Ck! ini lagi! Mana pula Rani ada disini! Mana mungkin istri kesayangan kamu itu ada disini? Ck! Yang benar saja!'' sungut Fatih.


Lagi, Rani terkikik geli. Reza semakin yakin jika itu adalah Rani. ''Sayang??''


''Ar Reza Rustam Syah! Sadar kamu Woy!!'' seru Fatih dari dalam karung.


Tubuhnya terus saja bergerak-gerak tak karuan. ''Apa sih Bang?! Diam napa?! Orang aku lagi ngomong sama Rani juga!'' ketus Reza lagi.


Ia menjadi kesal karena Fatih selalu saja meledeknya. Rani yang sudah tidak tahan akhirnya tertawa terbahak.


Buahahaha...


Sementara Reza dan Fatih terdiam. ''Lah? Ini kamu Dek! Kok tega sih ngarungin kami kayak makanan sapi gini?!''


Lagi, Rani terbahak. Suara tertawa Rani seketika membangunkan dua orang yang sedang tertidur lelap itu dari ruangan sebelah.


Reza terdiam. Ia tidak mau bersuara setelah tau jika itu Rani. Jika tebakannya ini benar, maka Rani lah dalang di balik penyekapan ini.


Reza sudah sadar sedari tadi saat Rani masuk kedalam ruangan itu. Bau Harum dari parfum Rani tercium hingga ke dalam karung miliknya.


Ia tidak mungkin salah menerka. Jika orang yang menyekap nya ini adalah istrinya sendiri. Dan ya, semua itu terbukti.


Dan benar seperti dugaan nya. ''Kita harus bicara sayang! Lepaskan dulu kami dari karung ini!'' ucap Reza.

__ADS_1


Membuat Rani terdiam dari tertawa nya. Ia berbalik dan mendekati Reza yang masih berada di dalam karung.


''Sudah sadar suamiku? Bagaimana dengan cara kerjaku? Menakjubkan bukan?''


''Sayang! Buka karungnya!'' titah Reza.


Rani bergeming. ''Nggak akan! Aku harus menyiksa kalian dulu yang sudah berani membohongi ku!''


''Kamu salah paham Dek ..''


''Aku sudah paham semuanya! Tapi sayang, aku sudah terlanjur sakit hati dengan kalian berdua! Maaf! kali ini tidak lagi!'' ujar Rani dengan suara dinginnya.


Aura Rani begitu berbeda sekarang ini. Reza dan Fatih bisa merasa kan itu. ''Sayang.. please... Buka dulu karung nya! Abang engap Dek!''


''Sekali tidak tetap tidak! Nikmati hari kalian sebelum kalian menyusul kedua orang tua kalian di neraka!''


Deg!


Deg!


Reza dan Fatih membeku mendengar ucapan Rani. Keduanya terdiam di dalam karung itu. Rani tersenyum tipis.


Dengan segera ia pergi dan meninggalkan Reza dan Fatih dan memasuki ruangan sebelahnya.


''Sudah bangun?''


''Kamu?!''

__ADS_1


''Ya, ini aku!!''


__ADS_2