Janda Kembang

Janda Kembang
Pesan Rindu


__ADS_3

''Mak.. Abang mau Papi.. Papi Gilang..'' Isak Lana dengan memeluk erat perut Alisa.


Alisa menangis melihat putra nya sangat merindukan Gilang. Ia pun sama, tapi harus gimana lagi? Memang seperti itulah takdirnya.


Rani mematung melihat seorang anak kecil begitu mirip kelakuannya seperti Gilang. Bocah berusia sembilan tahun itu terus saja terisak dalam pelukan Mak nya.


''Sabar Nak.. belum saatnya kita bertemu Papi.. Eh? Maaf saya lupa jika ada tamu. Maaf ya Neng??'' Alisa terkekeh setelah memanggil Rani dengan panggilan neng.


''Tak apa Mbak.. apapun sekiranya yang membuat Mbak nyaman.'' Sahut Rani


''Ayo, kita duduk di dalam. Abang? Abang dengerin Mak kan??'' Ucapnya, membuat putra semata wayangnya itu mengangguk patuh.


Shhhuuutt..


Putra Alisa itu menghirup ingin nya. ''Ih! Abang mah jorok! Iyyyuuuuhhh...'' ucap Putri tertua Alisa.


Rani hanya tertawa saja. Pantas Gilang sangat betah dengan keluarga ini, ternyata keluarga kecil ini sangat menyenangkan! Bisik Rani dalam hati.


''Kamu kenal dimana sama Gilang??'' tanya Alisa setelah mereka duduk didalam stand toko kue nya.


Ternyata di dalam toko kue itu begitu lebar. Ada sofa bed. Ada juga tv dan juga sebuah gagang besi untuk ayunan anak kecil.


Rani mematung melihat foto yang terpajang disana.


''Itu...''


Alisa tersenyum, saat Rani melihat kearah foto keluarga yang di cetak Ira beberapa saat yang lalu sebelum mereka membuka toko roti itu.


''Semua itu keinginan Gilang. Bahkan toko ini pun dia yang memilihnya.'' Ucap Alisa dengan leher tercekat.


Rani bisa merasakan nya. Sungguh dalam cinta kalian berdua.. usia tak menjadi penghalang untuk hubungan kalian.. tapi bagaimana dengan ku?? Belum mulai saja, sudah kalah duluan! Ishh.. gerutu Rani di dalam hati.


Alisa tersenyum melihat wajah Rani yang kusut. ''Siapa nama mu?'' tanya Alisa.

__ADS_1


Rani menoleh dan tersenyum. ''Aisyahrani Mbak..''


''Wooaahh... adiknya Syahrini dong??'' celutuk Lana.


Membuat Alisa membulatkan matanya. Sedangkan Rani sudah tertawa lepas. ''Hooh Bang! Kok bisa ya nama Ibuk jadi Aisyahrani?? Ibuk pun bingung!'' Seloroh Rani.


Membuat Alisa juga ikut tertawa. ''Baiklah, apakah tujuan mu kemari ingin bekerja disini??''


Rani semakin tersenyum lebar. Memang itulah yang ia mau sekarang. ''Iya Mbak.. sebenarnya saat ini saya sedang kabur dari calon suami saya!'' ujarnya dengan sedikit kesal ketika mengingat Reza.


''Kabur??''


''Ya, kabur! Aku kesal dengan Abang sepupu sekaligus calon suami ku itu, katanya ingin nepatin janji sama almarhum Ayah. Tapi malah dia yang mengingkari nya! Kesal aku Mbak! Dan untungnya aku kabur kemari, dia nya nggak ada di tempat. Lagi balik ke Bogor dia. Lagi asik sama istri barunya!'' ketus Rani.


Membuat Alisa tergelak keras. Rani tersenyum melihat Alisa tertawa.


Benar kata Gilang. Mbak Alisa ini sangat baik. Apalagi jika orang itu jujur, pastilah ia langsung menerimanya. Aku sangat beruntung bertemu dengan istrimu Gilang.. Terimakasih.. lirih Rani dalam hatinya.


''Terus, kok bisa ketemu Gilang??'' selidik Alisa, membuat Rani terkekeh.


Alisa semakin tertawa mendengar ucapan Rani. ''Huss.. nggak boleh ngomong gitu! Kalau tau orang nya, habis kamu di labrak olehnya!'' seloroh Alisa pula.


Sekarang gantian, Rani pula yang tertawa. ''Haha... Mbak bisa saja!''


''Sekarang kamu mau tinggal dimana nih??'' tanya Alisa, karena ia merasa jika Rani gadis yang baik.


''Hehehe.. itu dia Mbak.. yang aku tidak tau.. aku mah bukan orang sini euyy.. aku orang Bogor Mbak.. kemari karena ingin ziarah ke makam Ayah yang ada di mesjid raya Medan. Dan sekarang, si calon sialaaaannn itu pergi pulang ke kampungnya! Dan menikah dengan wanita pilihan Ibunya!'' ketus Rani dengan kesal.


Alisa terkekeh mendengar ucapan Rani. ''Ya sudah, kamu tinggal dirumah Mbak aja ya? Disana hanya ada kami dan menantu Mbak! Suami Ira.''


''Eh? Ira putri Mbak yang ini? Sudah menikah? Tidak sekolah kah??'' cecar Rani.


Ira yang mendengar nya terkekeh. ''Pernikahan rahasia saat masih SMP, Ai..'' sahut Alisa

__ADS_1


Membuat Rani terpaku. ''Mbak manggil aku Ai??''


''Ya,'' sahut Alisa.


''Kenapa??'' tanya Rani dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


''Karena aku melihatmu seperti aku memiliki seorang adik perempuan. Lagipun nama kamu itu kan Aisyahrani??'' sahut Alisa semakin membuat Rani ingin memeluknya.


''Mbak... hiks..''


''Lah? Kok nangis?? Malu ah! sama Ira dan juga Lana!'' celutuk Alisa, sengaja menggoda Rani.


''Aku senang jika Mbak menganggap ku sebagai adik. Karena itu yang memang aku mau. Gilang bilang, jika Mbak sangat baik dan murah hati. Dan juga ia menitip pesan buat Mbak!'' imbuh Rani masih dengan sesekali menyusut air bening yang mengalir di pipinya.


''Pesan??''


''Ya, Pesan!'' sahut Rani.


''Pesan apa??'' tanya Alisa lagi.


''Pesan rindu buat Mbak.. katanya, jika aku sangat merindukan nya.. tunggu aku lima tahun lagi. Dan selama itu, aku mohon jangan berubah .. itu isi pesan nya untuk Mbak! Sangat romantis! Pengen... hiks, Aku tak punya pasangan apalah daya, hiks!'' seloroh Rani


Membuat Ira dan Lana tertawa. Tapi tidak dengan Alisa. Saat mendengar kan pesan Gilang dari Rani untuknya, Alisa memejamkan matanya.


Ia ingin merasa kan suara Gilang hingga sampai kehati nya. Rani yang melihat Alisa memejamkan matanya tersenyum haru.


Segitu kuatnya cinta kalian berdua.. Aku doa kan semoga kalian bersatu selama nya. Hanya maut yang dapat memisahkan kalian berdua .. Amiiin..


💕


Hiks, pesan rindu dari orang tersayang.


Othor masih kangen deh sama babang Gilang! 🤧🤧

__ADS_1


TBC


__ADS_2