Janda Kembang

Janda Kembang
Hidup Mandiri tanpa nya


__ADS_3

Hari dimana hari ia kerumah sakit bersama Alisa. Hari itu juga Rani tidak pernah menjumpainya lagi.


Pak Rahmat selalu datang untuk mengambil rantang makanan selama seminggu untuk Reza.


Karena itu adalah janjinya. Setelah seminggu, jangan kan melihat Reza mendengar namanya pun Rani sudah tidak mau.


Berulang kali Alisa membujuk bahkan memaksa nya untuk mau berbicara dengan Reza.


Tapi Rani menolak. Hari dimana ia mengetahui jika Reza sudah menyentuh Karin, hari itu juga ia memutuskan untuk hidup mandiri tanpa bantuan Reza.


Entah apa yang terjadi pada Reza, Rani pun tidak tau. Bahkan tak mau tau. Baginya, hubungan kedua nya usai saat Reza menikahi Karin.


Rani memilih hidup sendiri, walau masih diawasi oleh Alisa. Rani tetap bekerja pada nya sebagai pegawai nya.


Walau Rani tidak tinggal dirumah Alisa lagi. Berat Alisa melepaskan nya, tapi apalah daya jika Rani bersikeras.


Dengan terpaksa Alisa mencari tempat yang tidak jauh dari rumah dan tokonya. Beruntungnya Rani, pemilik rumah itu begitu mengenal Alisa.


Karena beliau adalah pelanggan tetap di toko kue Alisa. Hingga tak terasa sembilan bulan sudah berlalu saat pertemuan terakhir nya bersama Reza.


Dan juga Rani saat ini sudah tinggal dirumah nya sendiri. Walaupun masih ngontrak, tapi itu lebih membuat nya tenang.


Kadang ia berpikir, Alisa saja bisa bertahan di tengah carut marut nya ibukota Medan yang notabene nya kota kedua setelah Jakarta. Kenapa dirinya tidak bisa??


Kota Medan sering disebut dengan kota Jakarta kedua. Entah benar atau tidak Rani pun tidak tau hal itu.


Yang jelas hiruk pikuk kota Medan sama dengan kota Jakarta. Tapi beruntung nya Alisa, ia punya seseorang yang menyokong segala usahanya.


Walaupun demikian, Rani tidak berkecil hati. Baginya, Alisa juga penolong sekaligus kakak untuknya.


Memikirkan itu Rani tersenyum haru. Tak terasa ia menitikkan air matanya. Dirinya tak menyangka jika akan di pertemukan dengan janda beranak tiga namun begitu baik hatinya.

__ADS_1


Dan beruntung nya lagi, ternyata Gilang adalah suami sah Alisa. Rani sangat bersyukur akan hal itu.


Hari ini Alisa buka cabang baru lagi toko kue nya. Alisa menyuruh Rani langsung untuk menangani pembukaan toko kue Alisa, sementara Alisa belum tiba disana.


Karena Alisa masih sibuk dengan Annisa yang sedang aktif-aktif nya. Rani salut dengan Alisa, wanita dewasa itu begitu tangguh menghadapi cobaan hidup.


Dari mulai pernikahan pertama nya hingga yang sekarang. Walaupun ia belum terikat secara sah, tapi Gilang tetap menafkahinya tanpa sepengetahuan Alisa.


Rani terkekeh memikirkan hal itu. ''Ck! Dasar kamu Gilang, jika sampai Mbak Alisa tau, jika akulah yang jadi perantara nafkah mu, pasti ia akan marah pada ku. Tapi tak apa! Aku ikhlas membantu nya! Sampai nanti kamu kembali dan juga saat aku sudah memiliki suami.'' Setelah mengatakan hal itu, Rani terkekeh kecil.


Namun itu hanya sebentar. Setelah nya, wajah itu berubah menjadi sendu kembali. Rani menghela nafas pasrah.


Padahal saat ini, ia begitu merindukan duluan Reza. Tapi apalah di kata, jika itu tidak mungkin lagi.


Ingin menghapus Reza di ingatan nya, tapi itu tidak mungkin. Memang Rani profesor apa, yang bisa menghilangkan separuh memori dengan hanya sekali suntikan serum?


Ck! Dasar Rani!


Rani terkekeh lagi. Lagi, Rani masih mengingat Reza. Rasa cinta yang sengaja ia kubur bukannya tambah tenggelam, malah tambah menumpuk diruang hatinya.


Ia terkekeh geli setelah berbicara pada diri sendiri. Hanya di temani si belang Katty untuk menemani kesunyian nya selama sembilan bulan ini.


Siap dengan dirinya, ia bergegas ke tempat cabang kue yang akan segera di buka. Tiba disana, sudah ada beberapa orang yang sudah menunggu nya.


''Sudah selesai??'' tanya Rani. Ia masuk ke toko bertingkat dua itu, di ikuti oleh karyawan Alisa di belakang nya.


''Belum Bu manager.. sedikit lagi.'' Sahut pegawai toko Alisa yang lama.


''Oke! mari kita siapkan segera, karena Bos akan segera sampai kesini. Mungkin sekitar setengah jam lagi mereka sampai.'' Ucap Rani lagi, sembari melihat jam yang melingkar di tangan nya.


Sebelum Rani berangkat tadi, ia sempat menghubungi Alisa dan bertanya apakah mereka sudah datang atau belum.

__ADS_1


Dan ternyata, Alisa dan ketiga anaknya sudah dalam perjalanan. Setengah jam lagi mereka akan tiba.


Rani mengiyakan, sambil menunggu Alisa datang ia dan para pegawai Alisa sibuk memperbaiki letak kue di toko itu dan juga bunga-bunga segar.


Semuanya sudah siap sedari pagi. Hanya menunggu Alisa datang saja ke tempat itu. Cabang Ketiga milik Alisa setelah tiga bulan yang lalu ia buka lagi.


Saat ini Rani sedang menyiapkan sesuatu di dalam toko itu, sementara menunggu Alisa datang.


''Bu.. ini saya letakkan dimana ya?'' tanya salah satu pegawai baru di toko yang baru buka.


Rani menoleh, ''Letakkan di sudut itu saja. Jika di sebelah sana akan tertutup nanti.'' Sahut Rani, sembari memperbaiki hijab nya yang miring akibat ketarik tangkai bunga hias.


''Baik Bu.'' Ucap pegawai itu, setelah nya ia beranjak pergi dan mulai menyusun lagi karangan bunga segar itu di sudut ruangan yang di perintahkan oleh Rani.


Setengah jam kemudian, Alisa dan ketiga anaknya tiba. Rani berlari mendatangi Alisa dan memeluknya dengan erat.


Sebelumnya mencium pipi kiri dan kanan Alisa. Alisa tertawa dengan tingkah Rani ini. Semua pegawai Alisa yang melihatnya terharu.


Bagi mereka, Alisa ini adalah majikan yang sangat baik kepada mereka. Sangat sulit mencari bos yang begitu baik dan pengertian seperti Alisa ini.


Rani pun merasakan hal itu. Ia pun sangat bersyukur, karena pertemuan nya dengan Gilang hingga di berujung tinggal dirumah Alisa.


Gara-gara kabur mendapatkan hikmah yang baik untuknya. Kadang ia berpikir, jika tidak ada rugi nya Rani kabur dari Reza saat itu.


Hingga ia bisa di temukan oleh Gilang dan diantarkan kepada istrinya. Rani sangat, sangat bersyukur akan hal itu.


Sungguh! nikmat mana lagi yang ia dustakan??


💕


Hidup mandiri itu memang harus! Tapi jika mandiri demi menghilang kan rasa cinta apakah itu bisa dikatakan dengan mandiri?

__ADS_1


Ikuti terus kelanjutannya!


TBC


__ADS_2