Janda Kembang

Janda Kembang
Karinita Bramantyo


__ADS_3

''Apa yang sebenarnya yang kau inginkan Karin??'' tanya Reza sembari menatap istri sirinya itu.


''Aku hanya ingin dirimu Za.. sudah sedari dulu aku menyukai mu. Tapi kamu selalu mengatakan jika Aisyahrani yang menjadi calon istrimu! Apakah aku tidak pantas menjadi istrimu Za??'' tanya Karin sembari berdiri di depan Reza.


Karin berjalan mendekati Reza hingga berdiri di hadapan nya. Ia menatap tenang pada pria pujaan hatinya itu.


Reza menatap datar dan sendu pada Karin. ''Za... aku...''


Reza menghela nafasnya, ''Bukan kamu tidak pantas, tapi aku yang tidak pantas bersanding dengan mu!'' Karin terkejut mendengar ucapan Reza.


''Kenapa??''


Reza diam. Karin semakin mengikis jarak pada Reza. ''Kenapa kamu tidak pantas dengan ku?? Apa kekurangan mu??'' tanya nya semakin mendekati Reza dan berdiri dihadapan pemuda tampan nan jangkung itu.


Reza menatap dalam pada Karin. ''Aku tau siapa dirimu Karin! Jangan coba-coba membohongi ku! Menikah dengan mu saja suatu kesialan untukku! Apalagi aku harus berbagi kehangatan dengan mu! Gadis yang sudah pernah di cicipi oleh pria lain, jangan harap bisa ku sentuh!''


Deg!


Karin terpaku dengan ucapan Reza. Reza tersenyum mengejek. ''Kenapa kamu diam?? Hem?? Aku bersedia menikah dengan mu karena keinginan kedua orang tuaku! Aku bisa memiliki anak, tanpa harus menyentuh mu Karin!''


Ddddduuuaaarrrr...


Karin oleng ke belakang.Tubuh nya limbung, kakinya gemetar. Lututnya lemas hingga ia jatuh terduduk.


Reza duduk jongkok di depan Karin. ''Tubuh mu sudah tidak suci lagi Karin! Kau sudah memberikan mahkota mu pada kekasih yang sangat kau cintai. Tapi sayang nya kekasih mu pergi tanpa tanggung jawab sama sekali kepada mu! Dan sekarang? Kamu ingin menjadikan aku pria pengganti dan penutup dari aib yang kamu lakukan?? Jangan bermimpi Karin! Sampai kapan pun, aku tidak sudi menerima istri yang sudah terlebih dahulu digarap oleh lelaki lain! Aku bisa melakukan bayi tabung atau inseminasi. Tapi sel telur dari Rani. Bukan sel telur dari tubuh mu! Kau! hanya akan mengandung nya saja Karin!''


Deg.

__ADS_1


Deg.


Mata Karin berkaca-kaca mendengar ucapan Reza. Karin terisak di depan Reza. Reza bangkit dan berdiri lagi di hadapan jendela kamarnya.


''Jika bukan karena Ibu Saras, aku tidak sudi menikah dengan mu! Aku sudah terikat dengan Rani sejak Rani masih dalam kandungan! Jangan coba-coba untuk menjebak ku dengan akal licik mu Karin! Sebelum kamu bertindak, aku sudah lebih dahulu tau seperti apa dirimu!'' ucap Reza lagi semakin membuat Karin menangis.


''Apakah aku ini sangat hina dimata mu Za?? Hingga kamu tidak mau menerima diriku yang sudah terjamah oleh lelaki lain??'' tanya Karin, mencoba untuk menegarkan hatinya untuk bisa mendengar jawaban dari Reza.


''Tanpa aku bicara pun kamu sudah tau jawabannya apa Karin!'' tegas Reza.


''Aku ingin mendengar jawaban mu, Za!''


Reza tersenyum sinis melihat Karin yang mengiba pada nya. ''Aku akan ingatkan padamu Karin! Saat kita masih sekolah dulu, apa yang pernah kamu katakan pada Fandi kekasihmu gelap itu? Kamu masih ingat??''


Karin melamun, setelah mengingatnya Karin mematung lagi. Air mata jatuh tanpa di pinta. Reza tersenyum sinis melihat tingkah laku Karin.


''Dulu, aku sangat memuja mu Karin! Aku sangat menyukai mu Karin, sebelum aku tau jika kamu sengaja menghina diriku yang tidak bisa bermain puas di ranjang. Juga saat itu kamu memcoba merayuku untuk melakukan hal yang tidak senonoh padamu, agar aku di keluarkan dari kampus. Belum lagi, kamu selalu membuli diriku, kamu selalu mengatakan jika aku cupu dan.. IMPOTEN!''


Deg!


''Kamu sudah ingat Karin? Apa yang kamu katakan dulu pada ku saat kita akan lulus kuliah?? Kamu lupa?? Jika kamu lupa, maka akan aku ingatkan! SAMPAI MATI PUN AKU TIDAK SUDI MENIKAH DENGAN AR REZA RUSTAM SYAH, KARENA REZA LELAKI YANG TIDAK PANDAI MEMUASKAN KU DI RANJANG, TIDAK ROMANTIS, TIDAK JUGA PANDAI DALAM HAL BERCIUMAN DAN LELAKI I M P O T EN!!!'' tukas Reza begitu dingin.


Karin terhenyak mendengar ucapan Reza. Sedangkan Reza tersenyum puas karena sudah berhasil mengembalikan ucapan Karin lima tahun yang lalu saat mereka masih kuliah di kampus yang sama.


''Aku tidak semudah itu tertarik padamu Karinita Bramantyo! Kamu bisa menarik perhatian Mama ku, Karin! Tapi tidak dengan ku! Aku berbeda dengan nya! Aku, Ar Reza Alamsyah, tidak sudi menerima dirimu yang sudah tidak suci lagi dan juga wanita yang sudah beberapa kali dijamah oleh lelaki lain untuk menjadi istriku dan juga ibu dari anak-anak ku! Aku menolak mu Karinita Bramantyo!!'' tegas Reza lagi.


Karin tak bisa berbicara apapun lagi pada Reza. Ia bungkam seribu bahasa. Reza berlalu dari kamar itu.

__ADS_1


Tapi sebelum keluar Reza berbalik. ''Siapkan semua barang-barang mu, kita akan berangkat ke Medan lusa. Besok aku akan membawa mu ke dokter untuk di periksa. Apakah rahim mu cocok untuk menerima bibit impoten ku atau tidak!''


Setelah mengatakan itu, Reza benar-benar menghilang dari hadapan Karin. Tinggal lah Karin termenung seorang diri.


''Ternyata hijab yang ku pakai selama ini tidak bisa menutupi kelakuan buruk ku. Apa yang harus aku lakukan agar Reza bisa menerima ku menjadi istri sah nya? Aku salah! Aku salah Reza! Aku salah menilai mu! Maafkan aku Reza.. Maafkan aku... hiks.. hiks..'' Karin terisak dengan bahu berguncang.


Tepat seperti perkataan Reza kemarin malam, jika hari ini Reza akan membawa Karin ke dokter SpOG.


Sedangkan Karin adalah seorang dokter bagian saraf. Terkadang Reza terkekeh melihat tingkah Karin.


''Pekerjaan dokter saraf, tapi saraf sendiri kejepit entah kemana.'' celutuk Reza tanpa melihat wajah Karin berubah menjadi masam.


''Cih! dokter saraf! Saraf sendiri tidak jelas! pakaian tertutup tapi kelakuan?? Nol besar!!'' tekan Reza membuat Karin lagi dan lagi terdiam tanpa kata.


Setelah mengatakan itu, Karin dan Reza terdiam karena mereka sudah masuk kedalam ruang dokter SpOG.


Reza bertanya seperti apa dan apa yang harus dilakukan. Juga apakah kira-kira rahim Karin cocok untuk menampung benih nya.


Sang dokter SpOG terkejut jika Karin menjadi ibu pengganti untuk bayi Reza. Dokter itu pikir, jika Karin adalah istri Reza.


Sempat senang saat dokter berkata demikian. Namun setelah mendengar ucapan Reza, kini Karin menjadi diam lagi seperti patung.


Ucapan Reza benar-benar melukai hati dan harga dirinya. Reza tidak peduli dengan itu. Jika kedua orang tuanya menginginkan penerus, Reza akan memberikan nya.


Tapi tidak dari seorang ibu seperti Karin.


💕

__ADS_1


Lagi, ranah konflik!


TBC


__ADS_2