
"Mana adik mu, Al? Kamu janji kalau adikmu sadar akan menelfon Mama. Tapi kenapa sampai saat ini Mama juga belum bertemu dengan Zakia" Tanya Zalia pada anak sulungnya.
"Ma, Kia sadar langsung berangkat ke luar negeri"
"Kamu bukan pembohong, Al. Jadi tak usah menipu Mama, katakan dimana adik mu dan apa yang terjadi" Alesha gelagapan sendiri mendengarnya. Tak mungkin jika dirinya jujur bahwa Zakia menghilang bahkan menutup rapat akses dirinya.
"Kia sedang ditangani oleh Xavier dan timnya Tante. Efek dari Zakia terlalu over melakukan donor darah" James datang dengan wajah tenangnya.
"Apa Zidan ikut? " Tanya Zalia cepat. James mengangguk kaku sebelum menjawab.
"Zidan berkunjung setiap hari, karena tak memungkinkan jika harus menemaninya Tante. Zidan harus mengurus bisnisnya dan bisnisnya Zakia, tanpa kita tahu jika Zakia sedang menjalankan proyek baru. Zidan terpaksa mengambil alih, sebenarnya ingin Zidan tinggal namun ini merupakan salah satu proyek yang Zakia inginkan. Dan Zakia sendiri yang meminta Zidan untuk mengambil alih" Jelas James dengan nada tenangnya.
"Kamu yakin dengan itu James? "
"Yakin tante" Jawab James mantap.
"Kali ini Tante percaya, Tante harap ini bukan skenario kebohongan yang kalian perankan. Tante mau jenguk anak Danis dulu"
Ini hari ketiga dan hari kepulangan Danis beserta buah hatinya. Para kaum muda masih membungkam rapat mulutnya perihal dimana keberadaan Zakia. Bahkan Zidan juga tak menampakkan barang hidungnya. Keberadaan keduanya masih menjadi teka-teki.
"Keberadaan Zidan berhasil kita lacak. Namun untuk keberadaan Zakia itu sulit" Jelas James.
"Posisi Zidan berpindah-pindah, kemungkinan dia juga mencari Zakia" Jelas Albert.
"Kemungkinan Zakia bukan diculik, tapi dirinya sengaja menghilang. Dilihat dari jejak infus terakhir yang gue periksa itu dicabut paksa oleh Zakia sendiri, ada jejak darah yang tertinggal. Jika memang Zakia di culik mereka akan membuka secara perlahan" Jelas Xavier yang baru saja bergabung.
"James lo bisa lacak CCTV disini kan? " Tania langsung bertanya pada James.
"CCTV secara merata mati saat Zakia menghilang" Jawab James lesu.
"Tak usah khawatir, itu pasti ulah Za sendiri. Dia pasti baik-baik saja" Ucap Gabby diujung sana. Gabby juga diberitahu, bahkan kabar ini sempat membuat keluarganya heboh.
"Tapi, Gab? "
__ADS_1
"Percayalah Al. Za adalah wujud manusia ajaib yang pernah aku temukan. Dia sosok wanita kuat yang pernah ku jumpai, dia bukan menghilang, namun menenangkan diri. Ada beban berat yang membuat dia harus menjauh sejenak dari keramaian untuk menjernihkan pikirannya" Jelas Gabby diujung sana.
"Yang harus kalian khawatirkan saat ini bukan Zakia, namun Zidan. Dimana suami Za saat ini, jangan sampai dia larut dalam emosi dan egonya" Tambahnya lagi.
"Maksudnya? " Tanya Alesha.
"Za mengirimkan pesan singkat tentang apa yang terjadi pada rumah tangganya. Tolong pantau Zidan, dia bisa menghancurkan keluarganya sendiri katanya. Aku akan mengirimkan nya padamu Al" Gabby langsung mengirimkan isi pesan yang Zakia kirimkan.
Alesha menutup mulutnya tak percaya, Tania bahkan langsung terdiam membaca itu semua.
"Kita tahu segila apa Zidan jika sudah bertindak, tolong jaga dia agar tidak melakukan hal-hal yang merugikan dia kelak. Itu pesan Za, dia masih menenangkan diri entah dimana. Bahkan saat ini Daddy sudah mengerahkan tim untuk melacak keberadaan Za. Namun hasilnya nihil" Jelas Gabby lesu.
...****************...
Sudah hampir satu bulan Zakia juga belum menunjukkan dimana keberadaannya. Zidan semakin dingin tak tersentuh. Bahkan keluarganya juga menjadi imbas dari kemarahannya. Kondisi perusahaan Al Fatih sedang tidak baik-baik saja setelah Zidan menyerang database mereka dengan brutal.
Ayahnya hanya bisa diam tanpa bisa bertindak apapun, apalagi saat melihat perusahaan adiknya yang diujung tanduk akibat ulah anaknya yang mengamuk. Tidak ada yang bisa menghentikan Zidan jika sudah seperti ini, bahkan Dinda menjadi bulan-bulanan Zidan dengan mengungkap semua aibnya di depan keluarga besarnya.
Mereka hanya khawatir Zidan akan menyesal nantinya melihat apa yang dirinya lakukan saat ini.
"Kamu dimana, dek" Gumam Alesha.
"Kia, bentar lagi Mbak lahiran. Kamu dimana? " Gumaman Tania terdengar oleh Albert.
"Kita hentikan pencarian Zakia, semakin kita berusaha mencari dan melacakya. Zakia akan semakin apik bersembunyi. Percayalah Zakia akan muncul setelah ini" Ucap Rina dengan mantap.
"Lo tau sesuatu? " Tanya Tania cepat.
"Gue gak tau apa-apa. Cuma lo tau sendiri gue sering mengamati apapun itu, kalau memang Zakia tidak baik-baik saja pasti banyak army yang akan memposting apapun tentang dirinya. Lo tau sendiri gimana solidnya mereka. Teman Zakia bukan hanya di Indonesia tapi hampir seluruh negara" Jelas Rina.
"Gue coba chat salah satu army yang pernah memposting bahkan men-tag akun Zakia, dia hanya bilang jika Zakia baik-baik saja dan aktif di grup chat" Tambah Rina menunjukkan bukti chatingannya dengan salah satu army yang dirinya hubungi.
"Lo gak tanya Zakia ada dimana? " Tanya Alesha.
__ADS_1
"Lo bisa baca sendiri kan? Mereka juga kompak menutupi keberadaan Zakia"
"Hei bro" Zidan hanya mengangguk saat Dewa menyapanya. Zidan baru saja bergabung dengan mereka.
Zidan masih rapi sama seperti sebelum-sebelumnya. Namun tidak dengan postur tubuhnya yang kini tampak kehilangan berat badannya cukup banyak. Zidan memang tampak tenang, namun mereka tahu jika Zidan sudah beberapa kali bertolak ke luar negeri untuk mencari istrinya. Bahkan dirinya sampai terbang ke negara tempat idol yang disukai istrinya itu. Meskipun tak membuahkan hasil Zidan tanpa lelah masih mencari sang istri.
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam" Jawab mereka kompak.
"Rosa? " Kaget mereka secara serempak, Rosa hanya tersenyum tipis melihat itu.
Mereka bukan hanya kaget dengan penampilan Rosa yang telah berubah, bahkan aura dewasa juga terpancar dari wajah yang dulunya sering membuat mereka kesal itu. Rosa dengan balutan gamis dan hijab itu membuat kesan lembut tersendiri bagi mereka.
"Ini beneran Rosa kan? " Rina masih tak percaya, namun tak urung matanya menatap kagum.
Rosa hanya mengangguk dengan senyum hangatnya.
"Gue kangen. Uwah gadis nakal kita udah dapat hidayah" Rina langsung memeluk Rosa, bahkan tanpa disadari Rosa menitikkan air matanya. Dirinya terharu ketika sahabatnya masih menyambutnya dengan hangat setelah apa dirinya lakukan di masa lalu terhadap Zakia.
Benar katamu Kia, mereka orang-orang baik. Aku beruntung bertemu dengan mu, dan terimakasih telah mengubah ku menjadi pribadi yang baik. Semoga ini bisa membantu hubungan mu dengan suami mu Kia, sama seperti dirimu yang membantu ku mengenal pria terbaik menurut versiku. Batin Rosa
"Gue juga kangen kalian" Jawab Rosa dengan nada serak.
"Kagak usah nangis, lo masih jelek kalau nangis" Ucap Tania. Namun tak urung membuka tangannya agar gadis berkerudung itu memeluknya.
"Nia" Rosa langsung menghambur ke pelukan Tania.
"Gue senang lo berubah" Bisik Tania. "Tetep istiqomah ya cantik, do'ain gue bisa nyusul lo juga" Rosa hendak melerai pelukannya, namun Tania memeluknya erat.
Rosa shock dengan ucapan Tania. "Gue doakan itu segera Nia, Kia pasti bahagia dengernya. Gue berubah juga berkat dia, pelajaran hidup yang dia berikan memang tidak ada bandingannya" Balas Rosa dengan berbisik juga.
Mereka menetralkan emosi masing-masing setelah bernostalgia bertemu dengan Rosa kembali setelah sekian lama. Rosa memang lama tak muncul setelah kabar ditangkapnya sang ayah oleh pihak kepolisian. Meskipun berita itu sempat mencuat, namun entah siapa yang tiba-tiba menenggelamkan berita itu hingga tak pernah muncul lagi.
__ADS_1