
Seperti kata pepatah, sudah jatuh tertimpa tangga lagi. Rani akan pergi. Pergi untuk kembali. Itu sangat tidak cocok untuk kondisi Rani saat ini.
Setelah ucapan yang begitu menyakiti perasaannya, Rani harus keluar dari rumah itu.
Karena rumah itu sudah haram baginya untuk berpijak disana. Rani terisak di depan lemari baju Fatih.
''Tega kamu Bang! tanpa bertanya terlebih dahulu padaku, kau malah menuduhku. Aku bisa apa? jika memang seperti ini jadinya. Kalau ku tau jika kau menikahiku hanya untuk menceraikan ku, maka aku akan menolak lamaran mu! Malang sekali nasib mu Rani! Baru dua hari kau menikah tapi sudah di ceraikan oleh suami mu!'' serunya pada diri sendiri.
Setelah semua barang nya selesai ia masukkan ke dalam ransel, Rani bergegas keluar dari rumah itu.
Sebelum pergi, ia sempat meraba lehernya. Disana ada liontin yang tadi pagi Reza pakaikan.
Reza berpesan jika Rani tidak boleh memberi tahu kan kepada siapapun tentang liontin itu.
Bang Reza.. aku pergi.. semuanya sudah usai disini.. ku harap kita tidak akan pernah bertemu lagi. Walaupun aku adalah sepupu mu.. tapi aku sudah di haramkan untuk berpijak di rumah ini..
Selamat tinggal Abang.. aku akan selalu mengingat mu.. lirih Rani di dalam hatinya.
Ia menatap sendu kamar Reza yang tertutup rapat disana. Sedangkan sang empu sudah duluan pergi dari sana.
Rani berjalan dengan tertatih. Ia keluar dengan raut wajah datar. Rani melihat Fatih disana masih berdiri seperti saat ia tinggalkan untuk mengambil baju di kamar pemuda itu.
__ADS_1
Sesampainya disana. Ia berhenti. Rani menatap Mama mertuanya. Ah, ralat! mantan Mama mertua.
Bude Nia tersenyum sinis kepada Rani. Rani mengepalkan tangannya. Ia mengucap istighfar berulang kali di dalam hatinya.
Karena melihat senyum meledek dari bude nya itu.
Ya Allah.. ternyata.. bude Nia berpura-pura baik pada ku! Inikah yang dia inginkan?? Hah! seharusnya aku sadar, saat dia tadi pagi menyuruh ku berbelanja kepasar.
Bodoh kau Rani! Tapi.. sudahlah! Memang seperti inilah takdir ku! Aku harus kuat! aku harus bisa melawan Nyai menir itu! Allah tolong aku..
Rani mendekati Fatih yang masih berdiri disana. Wajahnya datar tanpa ekspresi. Rani menatap Fatih dan berbicara.
''Terimakasih karena Abang telah memberikan pelajaran yang berharga untukku hari ini. Aku akan mengingat kejadian hari ini! Yang mana.. tepat dua hari pernikahan ku, kau sudah merubah status ku menjadi janda! Aku hanya berpesan padamu! Sebaiknya cari dulu kebenaran nya sebelum kau menuduh! Tidak semua yang kau lihat dan kau dengar itu benar adanya. Pahamilah dari sisi orang lain. Karena jika itu terjadi, maka penyesalan lah yang kau dapati!'' imbuh Rani sembari menatap Fatih dengan datar.
''Ingatlah ini Bude.. apa yang kau tabur itu yang akan kau tuai! Sebaik-baik orang tua ialah yang mau menasehati nya dengan bijak sana. ''Terkadang seseorang dipanggil sebagai orang tua hanya karena terlahir lebih dulu, bukan karena bijaksana.'' (seperti kata othor Almaira, maaf othor saya ambil sedikit ya kata-kata indah mu 😘😁) Ingat bude.. segala tindak tanduk mu akan terbalas, tinggal menunggu waktu kapan karma itu akan menimpa keluarga mu!'' imbuh Rani dengan penuh penekanan.
Bude Nia melotot. ''Kamu?!''
''Baiklah.. sudah tidak ada yang perlu di bicarakan lagi! Terimakasih dan saya pamit! Assalamualaikum!'' imbuh Rani lagi sembari berlalu meninggalkan Fatih yang masih berdiri mematung mendengar ucapan Rani.
Apa maksudnya itu?? bisik Fatih di dalam hati.
__ADS_1
Selamat tinggal Bang.. sampai kapanpun akan ku ingat selalu. Jika dirumah ini aku tertawa dan karena rumah ini juga aku terluka.
Selamat tinggal Abang.. semoga kau bahagia.. jaga dirimu baik-baik. Bisik hati nya.
Sembari berjalan, Rani mengusap bulir bening yang mengalir di pipinya. Saat tiba diluar, Pak supir sudah menunggu nya disana.
Begitu juga dengan para pembantu rumah itu. Mereka sedih melihat Rani pergi. Padahal baru dua hari ini mereka mendapatkan majikan yang baik.
Tapi Rani harus pergi karena sesuatu yang tidak bisa di jabarkan oleh mereka. Rani berpamitan pada mereka semua.
Pak sopir akan mengantar Rani sampai ke rumahnya. Karena itu juga salah satu amanah dari Reza.
Entah mengapa, Reza seakan tau jika ini akan terjadi, sebelum pergi ia lebih dulu berpesan kepada Pak supir.
Jika terjadi sesuatu dengan Rani, maka Pak supir harus bersedia mengantar Rani kemana pun tujuan nya.
Ah, Reza sungguh baik hatimu. Akankah ia bisa bersatu dengan Rani??
💕
Ikuti terus kelanjutannya!
__ADS_1
Like dan komen!
TBC