
''Selamat sore Pakde Rustamsyah!" seru Rani pada dua orang yang sedang bergulung dalam selimut.
Deg!
Mama Nia tersentak ketika mendengar suara familiar itu. Ia membuka kedua matanya secara paksa. Matanya melotot melihat Rani sedang berdiri memandangi nya dengan tersenyum manis.
Begitu juga dengan Papa Rustam. Ia bahkan Samapi terduduk saking terkejutnya. Melihat itu Rani terkekeh, namun menyeramkan di mata mereka berdua.
"Ra-rani!!" serunya terkejut. Dua paruh baya itu mematung di tempat melihat sesosok manusia yang mereka anggap telah mati.
Rani tersenyum, " Ya, ini saya Bude Nia. Apa kabar? Saya dengar Bude sakit? Kebetulan sekali saya bawa bubur spesial untuk kalian berdua! Buatan tangan saya!" imbuh Rani masih dengan senyum manis tersungging di bibir nya.
Dua paruh baya itu semakin membeku di tempat melihat Rani. Mereka masih mencari kebenaran jika Rani masih hidup atau yang ada di hadapan mereka ini adalah arwahnya?
Sekuat tenaga menahan rasa takut yang sedang menyusup ke dalam hatinya, Papa Rustam memberanikan diri untuk bertanya kepada Rani.
__ADS_1
Rani tersenyum tipis melihat Papa Rustam. Papanya Reza, sekaligus Pakdenya. Keringat dingin mengucur di dahi mama Nia.
Papa Rustam menatap lekat pada Rani. Ingin memastikan bahwa yang ada didepan nya sekarang ini benar jika itu Rani.
"Kamu Rani? Bukannya kamu sudah mati?''
Rani tertawa. Tetapi begitu menyeramkan di mata Papa Rustam dan Mama Nia. Raut wajah Rani berubah seketika.
Wajah yang tadi sedang tertawa sekarang berubah menjadi datar dan dingin. Sedingin hatinya saat ini untuk kedua paruh baya yang sedang mematung melihat nya.
''Nggak! Kamu sudah mati Rani! Kamu bukan Rani! Kamu pasti orang lain yang sedang mengaku Rani! Reza sudah meledakkan mobil itu bersama mu di dalam nya! Aku tidak mungkin salah-,''
''Masih menyangkal juga rupanya.. Hem.. baiklah!'' imbuh Rani. Ia berjalan mendekati ranjang king size milik mereka dan duduk di depan mereka dengan menyilang kan tangan nya di dada.
''Aku belum mati Pakde! Aku masih hidup Sampai detik ini! Jika aku mati, kenapa aku bisa kesini untuk menghampiri kalian berdua mantan Mertuaku! Orang tua kandung Al Fatih Rustamsyah!''
__ADS_1
''Aku kembali untuk mengambil apa yang menjadi milikku! Kalian tidak berhak dengan semua ini! Kalian hanya pencuri dan benalu! Berani mengambil hak yang bukan milik kalian dan mengakuinya! Aku kembali untuk menuntut balas pada kalian berdua karena telah berani mengganggu ketenangan hidupku dengan cara membun*h kalian berdua di kamar ini! Akan ku pastikan, jika kalian berdua tidak akan ada yang tau tentang kematian kalian berdua!" ucap Rani dengan mata dingin dan wajah datar.
Terlihat begitu menyeramkan saat ini. Tubuh Mama Nia gemetar. Papa Rustam mematung mendengar ucapan Rani.
Ia tak menyangka jika Rani bisa berubah secepat ini. Apa yang terjadi? Pikirnya. Ia menatap datar pada Rani yang sedang berada di depannya saat ini.
Putri kandung dari adik sepupunya yang telah di nyatakan meninggal kemarin malam kini sudah kembali di hadapan nya.
''Masih kurang? Oke! akan aku jelaskan! Kalian berdua yang telah menjebak ku saat dipasar setahun yang lalu dengan pemuda yang tidak aku kenal sama sekali. Kalian menjebak ku agar bang Fatih menceraikan ku saat itu juga. Dan ya! Itu benar terjadi! Sandiwara yang kalian buat saat itu sukses sekali! Hingga aku keluar dari rumah ini dengan status jandaku!''
''Dan sekarang... aku ingin balas dendam kepada kalian berdua yang telah tega membunuh ayah ku tanpa belas kasih! Menjebak ku! hingga membuatku menjadi janda dalam waktu dua hari! Kalian harus mati di tangan ku!''
💕💕💕💕
TBC
__ADS_1