Janda Kembang

Janda Kembang
Rapuh


__ADS_3

Mata Rani masih saja menatap makam Ayah Alam. Ia sangat betah disana. Ia jongkok di tepi nisan Ayah Alam dan sesekali mengelus nya.


Rani tak berbicara, tapi air mata jadi bukti jika Rani sedang berbicara dengan sang Ayah. Sesak sekali rasa di hatinya, saat mengingat jika yang ia ziarahi selama bertahun-tahun bukanlah Ayah kandung nya melainkan teman Ayah Alam yang meninggal sama dengan Ayah alam.


Baru saja Reza menjelaskan karena di desak oleh Rani. Rani menghela nafas berat.


''Aisyah harus apa Yah... ini sungguh berat untukku.. aku tak bisa meninggalkan begitu saja, tapi aku juga ingin hidup sendiri disini. Apakah ada kesempatan bagiku untuk bisa merubah kehidupan ku saat ini?? Tanpa ada bayang-bayang dari Bang Reza??'' gumamnya dalam hati.


Reza yang melihat Rani begitu rapuh hanya bisa terdiam.


''Sebenarnya apa yang ingin kau cari Dek, dengan hidup terpisah dari diriku dan Ibu?? Apakah selama ini kami begitu menyakiti perasaan mu?? Ataukah ada hal yang lain?? Tapi apa??'' bisik hati Reza.


''Yah.. Aisyah tau.. Ai hanya gadis biasa tanpa pendidikan tinggi. Tapi Aisyah ingin dipandang setara dengan Bang Reza. Karena tingginya pangkat Bang Reza ibarat langit dan bumi bagi Aisyah, Yah.. Ai harus apa Yah?? Ya Allah.. semoga engkau memberikan jalan kepada ku, agar aku bisa menjadi layak bersanding dengan Bang Reza nantinya.''


''Terlepas dari semua wasiat yang Ayah tulis pada bang Reza, Ai ikhlas Yah.. Ai pasrah.. jika memang itu yang menjadi keputusan Ayah, Ai terima. Tapi biarkan sejenak, Ai bisa membuktikan pada nya, agar Ai tak selalu dianggap sial oleh keluarga Bang Reza. Ai harus bisa membuktikan pada Bang Reza, jika Ai juga bisa seperti dirinya.. Tapi apakah Ai mampu berjauhan dari Bang Reza??''


''Dek... ayo pulang, sebentar lagi Maghrib. Ayo! kita sholat dulu dimesjid raya ini. Setelah nya kita pulang. Ada yang harus Abang katakan pada mu. Ini tentang surat wasiat Ayah.'' imbuhnya sembari memandang Rani dengan dalam.


Rani mengangguk pasrah. Ia bangkit dan berdiri. Setelah nya mengikuti Reza untuk berwudhu dan sholat.


Karena waktu sudah hampir Maghrib. Saat Rani ingin berwudhu, ia merasakan ada sesuatu yang sedang menatapnya.


Rani menoleh, dan tepat. Ada seseorang yang sedang melihat Rani begitu dalam. Mata mereka bersiborok.


''Dek...''

__ADS_1


Deg.


''Bang Fatih!'' Rani terkejut melihat Fatih sedang berdiri di pintu sembari melihatnya. Rani mematung melihat Fatih yang begitu kurus dari penampilan nya beberapa saat yang lalu.


''Dek...'' panggil nya lagi.


Rani melamun, hingga tidak sadar jika Fatih ditarik seseorang hingga di bawa ke tempat lain.


Rani tersentak. Rani celingukan mencari Fatih, tapi orang itu tidak ada. Rani saking dibuat bingung dengan keadaan, Ia berlari keluar dan saat berada di luar Rani melihat Reza yang sedang menatapnya dalam, sama seperti tatapan Fatih tadi.


Rani mendekati Reza dan berdiri dihadapannya. ''Katakan! Apa yang terjadi dengan Bang Fatih?? Mengapa aku melihat ia begitu kurus dan terlihat rapuh saat ini??''


Reza masih saja diam. Ia terus saja menatap Rani tak berkedip. Senandung yang begitu lembut, menggema di seluruh jagat raya.


Pertanda jika waktu Maghrib sudah tiba. ''Kita sholat dulu, setelah ini, Abang ceritakan! Apakah kamu melihat yang lainnya disini??'' tanya Reza untuk memastikan.


''Ayo, Abang temani kamu berwudhu, makanya kalau lagi Maghrib itu jangan melamun Dek.. disini itu ada banyak kuburan walau di tengah ada mesjid tak menutup kemungkinan kan??'' ucap Reza dengan segera menuntun Rani untuk berwudhu.


Rani hanya diam saja. Ia melamunkan tentang Fatih. Apakah benar jika itu tadi Fatih?? Atau hanya halusinasinya??


''Bang Fatih, bisanya kau menyusul Rani hingga ke Medan. Jika aku terlambat sedikit saja tadi, pasti Rani sudah kau bawa pergi.'' bisik hati Reza sembari berjalan mengawal Rani hingga ke tempat wudhu wanita.


Ya, Fatih memang datang ke Medan untuk menyusul Rani karena rasa bersalah yang begitu melanda dirinya.


Saat ini Fatih sedang dibawa keluar oleh orang-orang Reza. Fatih akan ditempatkan di sebuah hotel yang dijaga ketat oleh orang-orang Reza.

__ADS_1


Sepanjang jalan Fatih terus saja memanggil nama Rani. Tubuhnya begitu kurus tak terurus.


Hidupnya berantakan setelah ia menceraikan Rani. Dan saat ia mengetahui sebuah fakta yang begitu mengejutkan dirinya.


Bahwa skenario perpisahan nya dengan Rani, di dalangi oleh kedua orang tua kandungnya. Karena mereka tidak mau bermenantu kan Rani.


Putri dari Alamsyah. Pemilik sah kebun kopi serta beberapa aset lainya. Termasuk rumah dan tanah yang ditinggali oleh keluarga Rustamsyah.


Reza tau semua itu, tapi ia sengaja menutupinya. Karena saat ini yang lebih penting baginya ialah Rani.


Soal harta Ayah Alam, nanti saja. Ada saatnya nanti Reza akan mengambil alih semua itu setelah Rani bersedia menikah dengan nya.


Fatih terus menggumamkan permintaan maaf untuk Rani. Entah dari siapa Fatih tau jika Rani sedang berada di Medan.


Padahal hanya paman Ali dan dirinya yang tau kemana tujuan Rani malam itu. Reza berusaha untuk menghalangi Fatih agar tidak bertemu dengan Rani.


Karena ia tau apa yang akan terjadi pada Rani, jika Reza membiarkan Fatih untuk dibawa pergi.


Belum lagi saat ini Rani dalam keadaan kurang sehat hati dan pikiran nya. Terpaksa Reza harus menghentikan langkah Fatih.


Dan sekarang, Fatih sedang di kawal ketat untuk menuju hotel. Dan sebelum itu, Reza menyuruh orang suruhannya untuk membawa Fatih ke rumah sakit terlebih dahulu.


Selesai sholat, Reza mengajak Rani pulang. Sepanjang perjalanan, Rani dan Reza larut dalam pemikiran masing-masing.


💕

__ADS_1


Tunggu kelanjutannya!


TBC


__ADS_2